Aduh Manusia Ini Sangat Memprihatinkan - Soffah.Net

3
Telah sampai kepada kami bahwa manusia itu sangat lemah dan membahayakan. Tetapi tidak bisa kita pungkiri karena kita juga manusia? Dalam hal ini setidaknya kita mendapati pelajaran, sebuah petunjuk yang jelas, bahwa setidaknya kita tinggalkan saja dan kita jauhi manusia itu bila sekiranya membahayakan kepada Akhirat kita, Allah Ta’ala berfirman dalam al-Qur`an :

إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِندَ اللّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لاَ يَعْقِلُونَ وَلَوْ عَلِمَ اللّهُ فِيهِمْ خَيْراً لَّأسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

“Sesungguhnya mahluk bergerak yang bernyawa yang seburuk-buruknya pada sisi Allah adalah; orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apa-apapun. Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.” (Al-Anfal [8]: 22-23).

Mereka tidak bisa mendengar dan juga tidak bisa membedakan perkara yang telah datang menyelamatkan ataukah menyesatkan. Ia tertipu namun tidak ia rasakan. Dua jalan yang harus ia tempuh salah satunya, namun ia lebih memilih merasa senang didunianya. Ia lebih suka dengan minum manisan yang akan membuatnya kesakitan hari esok dari-pada meminum jamu yang pahit yang akan menyelamatkannya kelak. Sehingga benarlah apa yang disampaikan Abi Hurairah dalam Hadist ini :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الرَّجُلَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ يُضْحِكُ بِهَا جُلَسَاءَهُ يَهْوِى بِهَا مِنْ أَبَعْدِ مِنَ الثُّرَيَّا ».

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ada orang yang mengucapkan suatu kata-kata agar teman-temannya merasa tertarik dan senang namun kata-kata tersebut menyebabkan dia terjerumus (ke dalam neraka) lebih jauh dibandingkan dengan jarak ke bintang kejora” [HR Ahmad no 9209].

Mereka mampu menipu dengan kata-kata yang indah, menarik dan membiaus orang-orang bodoh. Begitu juga orang yang bodoh itu tidak mampu melepaskan diri dari jeratan mereka yang menjadi panutannya. Sebagaimana keahlian itu (memperbagus kata-kata) dan meracuni memang di anugrahkan kepada dajjal dan pengikutnya, baca pada [Ciri-Ciri Dajjal Dan Pengikutnya]. Nabi memang bersabda :

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.[Sunan Abu Daud : 4765].

Sungguh beruntung orang yang membunuh golongan orang itu, Rasulullah SAW menyebutkan “maka orang membunuhnya itu baik di sisi Allah”. Atau orang yang mereka bunuh sungguh beruntung kata Rasulullah. Sebagaimana kelompok mereka memang suka membunuh, baca pada [Muhammad bin Abdil Wahhab Suka Membunuh]. Terlebih mereka memang akan selalu menolak kebenaran yang datang, seperti yang telah Rasulullah kabarkan :

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya bagaimana jika seseorang menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu Maha Indah menyukai keindahan. Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” [HR. Muslim no. 91].

Mereka selalu meremehkan orang lain yang tidak sefaham dengannya, dan tidak akan ada henti-hentinya untuk menebar racun supaya bisa menarik simpati targetnya, hal itu telah mampu mereka lakukan mengingat banyak orang bodoh yang tenggelam pada tipudaya-nya, orang bodoh itu terkeco dengan kata manisnya. Mereka memang berkata manis, sebagaimana yang di sampaikan Rasulullah :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda (keilmuannya), berkata dengan perkataan sebaik-baik manusia (Maksudnya selalu menyebut Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.[HR. Bukhari 3342].

Sehingga perkataan yang manis itu mempu membius orang-orang bodoh supaya selalu mengikutinya. Yang mengikuti akan dikumpulkan menjadi satu kelak, bersama yang di ikuti, dan juga kepala sukunya Dajjal Laknatullah alaih. Ketika sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :

قال رجل الحمد لله الذي أبادهم وأراحنا منهم فقال على رضي الله عنه كلا والذي نفسي بيده أن منهم لمن هو في أصلاب الرجال لم تحمله النساء وليكونن آخرهم مع المسيح الدجال

“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyautinya dengan berkata begini :“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayah-nya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.

Maka telah jelas dalam mas’alah ini, penyebar, maupun yang mengikutinya telah terjangkit pemahaman dajjal. Mereka akan selalu setia untuk selalu bersama dan berjalan sebunyi-sembunyi, mereka berharap mendapat pertolongan dan syafaat, mereka selalu menunggu syafaat al-Qur’an akan datang tetapi tidak mereka sadari bahwa yang ia tunggu hanyalah dajjal. Mari kita waspadai dan perlu kita jauhi pengikut-pengikut mereka semua, mudah-mudahan laknat Allah selalu bersamanya.


© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. Semoga kita dilindungi dari tipu daya dunia, dan tetap berada dijalan Allah yang sebenarnya . Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mereka mengajak pada kitab Allah (Al-Quran) tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.[Sunan Abu Daud : 4765].

      Delete
  2. Assalamualaikum ustad
    Terkadang orang yg awam yg tdk mengerti mana yg ahlussunnah mana yg salafi mana yg wahabi dibuat bingung. Sulit sekali membedakannya. Mungkin bagi yang sangat paham ilmu agama bisa dengan mudah memedakannya. Saya yang pernah merasakan niat mau ngaji yang tujuanny untuk belajar ilmu agama tanpa disadari saya masuk kedalam lingkup salah satu aliran, beruntungnya saya ada yang mengingatkan. Karena kalau tidak dikasih tau saya mungkin tetap mengikuti komunitas tersebut. Karena memang susah membedakannya. Itu sedikit pengalaman says.
    Pertanyaan saya bisa ustad jabarkan perbedaan mendasar masing-masing aliran tersebut. Dan faktor kejanggalan yang sangat jelas dan sangat mudah dimengerti orang awam yang membedakan ahlussunah dengan yang lain. Sehingga pas pertama kita berada di suatu komunitas kita langsung mengetahui ini ahlussunnah atau bukan.
    Demikian ustad pertanyaan saya, maaf sedikit ribet dan panjang. Tolong dibantu ustad biar kami sebagai pembaca sama-sama belajar memahami islam yang sebenarnya.
    Terims kasih sebelumnya.
    Wassalamualaikum

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?