Zaid Hamid Seorang Analis Ungkap bahwa ISIS Dan Salafi Wahabi Itu Satu Untuk Memerangi Islam Demi Zionisme - Soffah.Net

0
Zaid Hamid, seorang Muslim Sunni yang menjadi analis bidang  pertahanan dari Pakistan, mengungkapkan bahwa ISIS dan kelompok-kelompok teroris lainnya, tidak terkait dengan Sunni, tapi mereka adalah Khawarij pelaku  bid’ah yang melayani agenda plot  anti-Islam. Khawarij  adalah kelompok ultra-radikal yang menolak sejak awal baik Sunni. Hamid berpendapat bahwa kelompok-kelompok ultra-radikal mendestabilisasi Pakistan, Suriah dan Irak memang telah melangkah di luar rambu-rambu Islam, dan memerangi Islam dan umat Islam demi Zionisme dan imperialisme.

Media Barat seringkali menggambarkan teroris  ISIS ultra -ekstremis yang mendestabilisasi Irak dan Suriah  sebagai “militan Sunni.” Headline-nya  berbunyi, ‘Militan Islam Sunni Menguasai Mosul, ‘Militan Sunni Menguasai Kota Irak Utara’  atau ‘Tentara Irak Mencoba Membalikkan Kemajuan  Militan Sunni’.

Media berkorporasi menggambarkan pertempuran di Irak sebagai konflik Sunni vs Syiah. Dan yang disebut Sunni, menurut laporan tersebut, adalah kelompok "ISIS" yang telah “bercerai” dengan Al-Qaeda karena terlalu ekstrem. Tapi benarkah bahwa ISIS benar-benar Sunni? Banyak ahli mengatakan “tidak.” Sebagian lagi mempertanyakan apakah ISIS memiliki hak untuk menyebut dirinya sebagai kelompok Islam?.

Dalam sebuah wawancara dengan  "Truth Jihad Radio", cendekiawan Muslim Dr John Andrew Morrow (Ilyas Abd al-’Alim Islam) mempertanyakan keabsahan Islam-nya ISIS. “Banyak yang disebut jihadis (seperti ISIS itu) sama sekali tidak berakar pada nilai Islam. Terutama jika Anda melihat siapa yang mendanai, siapa yang mendukung,  dan siapa yang berada di balik mereka. Negara-negara Barat memiliki sejarah panjang menggunakan jihadis dan Islamis untuk melanjutkan ambisi negara mereka sendiri. Dalam hal ini, para jihadis mungkin berpikir bahwa mereka berjuang untuk Islam. Tetapi jika Anda melihat lebih dekat, niscaya Anda menemukan bahwa  mereka penyebab musuh [Islam] mengalami kemajuan.”

Dr Morrow menunjukkan bahwa banyak perilaku ISIS yang terang-terangan tidak  islami. Dia mengatakan bahwa para teroris ISIS merekam diri mereka sendiri saat melakukan kejahatan perang yang dilarang oleh Islam, “Mereka sangat bangga melakukan kekejaman. Mereka mem-filmkan "kekejaman" itu. Mereka lantas meng-upload ke internet, dan mereka memiliki situs web sendiri. ”

Dr Morrow mengomentari video terkenal menunjukkan seorang teroris Takfiri memakan hati seorang tentara yang telah meninggal.  “Inilah yang dilakukan Hindun. Anda "Takfiri" tidak mengikuti para sahabat, Anda tidak mengikuti Nabi. Anda mengikuti "perilaku" orang musyrik yang memerangi Nabi, jika Anda menyiksa mayat.”

“Dan ada video lain, seorang muslimah miskin yang dicekik sampai mati. Maksudku, mereka yang berkerumun diantara pencekik  itu,  meneriakan "Allahu Akbar.” Jika teroris adalah Muslim Sunni, mengapa mereka secara sistematis melanggar prinsip-prinsip Islam Sunni?

Lalu, teroris ISIS baru-baru ini juga memposting video di internet untuk menunjukkan bahwa mereka telah membunuh 1.700 tentara Irak yang ditangkap. Mereka juga dilaporkan menewaskan puluhan Imam Sunni yang menolak untuk bersumpah setia kepada ISIS. Dan mereka membunuh Muslim tanpa pandang bulu.

Bahkan, ISIS tampaknya jauh nilai-nilai Islam Sunni. Jenis “Islam” yang di-usung oleh Takfiri ISIS merupakan Islam versi ekstrem dari ideologi Salafi-Wahhabi. Orang-orang ini menolak mazhab besar Islam (aliran pemikiran) termasuk mazhab  Sunni  yang empat. Jika Anda menolak semua empat mazhab Sunni, bagaimana Anda dapat menyebut diri Sunni?

Bahkan, Salafi-Wahhabi ekstrem, termasuk ultra-ekstrim  seperti ISIS, telah merusak kemuliaan Islam seperti yang telah ada selama empat belas abad. Dengan membuang prinsip-prinsip mazhab dalam Islam, dan melangkah di luar Islam seperti yang biasa dipahami, mereka telah memasuki wilayah yang sangat berbahaya. Yang mana mereka merasa bahwa hanya mereka yang bisa membuat suatu aturan.

Jadi mereka membuat aturan seperti,  “Tidak apa-apa untuk memperkosa wanita Kristen dan Syiah. Tidak apa-apa untuk makan organ dalam musuh yang telah mati. Tidak apa-apa untuk menikah atas nama ‘jihad nikah ‘ untuk melakukan hubungan seks dan menceraikan mereka setelah 30 menit. Tidak apa-apa untuk menyalib orang-orang  Kristen. Tidak apa-apa mencekik wanita sampai mati. Tidak apa-apa  melakukan pembunuhan massal pada warga sipil. Tidak apa-apa mengeksekusi tawanan perang secara massal.” Tidak ada orang Sunni dalam sejarah yang mengakui  "teroris" ini sebagai Islam  Sunni.

Para neokonservatif ekstrim Zionis meluncurkan invasi AS ke Irak, yang bertujuan untuk memecah negara tersebut, dan "memecah" Timur Tengah secara keseluruhan, dengan menghasut perselisihan etnis dan sektarian. Konflik Sunni vs Syiah sengaja diciptakan dan disebarkan oleh penjajah melalui gelombang operasi bendera palsu terorisme. Mungkin corong media mereka memang “bertugas” memperkeruhnya.

Sumber [www.megawatiinstitute.org]
Diterjemahkan dari tulisan [Kevin Barret di Press TV]

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?