Puasa Senin Kamis Kado Untuk Rasulullah - Soffah.Net

0
Keutamaan puasa senin kamis, adalah terdapat beberapa fadilah dan rahasia didalamnya, hari senin adalah dimana Rasululla  وُلِدْتُ kata Rasulullah, yakni (“aku di lahirkan” kata beliau). Maka Rasulullah untuk memperingati kelahiran itu dengan berpuasa pada hari senin. Sebagaimana riwayat itu di sepakati para Ulama, bahwa Rasulullah berpuasa itu semata karena hari kelahiran beliau. Adapun riwayat itu sebagai berikut :

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ غَيْلَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun dari Ghailan dari Abdullah bin Ma'bad Az Zimani dari Abu Qatadah Al Anshori radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku."[HR.muslim No : 1978]

Hadist ini telah jelas bahwa ketika Rasulullah di tanya oleh sahabat mengapa beliau berpuasa pada hari itu (senin) apakah ada perintah yang turun dari Allah SWT bahwa Rasulullah di perintah untuk berpuasa? Maka Rasulullah-pun menjawab bahwa puasa beliau itu di laksanakan karena pada hari itu (senin) Rasulullah di lahirkan. Dan pada hari itu juga wahyu diturunkan atas beliau, termasuk pada peristiwa awal wahyu di turunkan saat beliau berada di dalam gua, itu memang bertepatan di hari senin. Keutamaan hari senin tak cukup dengan itu, bahkan Allah SWT memberikan keistimewaan pada hari itu (senin) sebab bertepatan dengan kelahiran beliau, antara lain peristiwa yang terjadi :

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تُعْرَضُ اْلاَعْمَالُ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ وَ الْخَمِيْسِ، فَاُحِبُّ اَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَ اَنَا صَائِمٌ. الترمذى 2: 124، رقم: 744، و حسنه

Dari Abu Hurairah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, Amal-amal ditampakkan (dilaporkan) pada hari Senin dan Kamis. Maka aku senang manakala amalku ditampakkan sedang aku sedang berpuasa. [HR Tirmidzi juz 2, hal. 124, no. 744, dan Tirmidzi menghasankannya].

Oleh sebab itu Rasulullah tidak pernah meninggalkan kebiasaan yang agung tersebut, yakni berpuasa di hari kelahirannya, hal demikian adalah bentuk bahwa Rasulullah S.A.W  memperingati kelahirannya sendiri. Bagaimana tidak! Allah SWT menjadikan hari-hari itu sebagai hari pelaporan Amal-amal, hari yang di tampakkan kebaikan dan keburukan. Maka pantas saja Sayyidah Aisyah menghabarkan bahwa Rasulullah SAW sangat mementingkan dan memperhatikan hari-hari tersebut, sebagaimana dalam riwayat Shahih menyatakan :

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ ص يَتَحَرَّى صَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ وَاْلخَمِيْسِ. الترمذى 2: 124، و حسنه

Dari 'Aisyah, ia berkata "Dahulu Nabi SAW biasa mementingkan puasa Senin dan Kamis". [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 124, no. 742, dan Imam Tirmidzi menghasankannya].

Sungguh Banyak riwayat-riwayat yang menunjukkan bahwa Rasulullah berpuasa di hari senin adalah karna kelahirannya. dengan bahasa dan istilah sekarang memperingati hari kelahiran, sebagaimana yang telah di lakukan Rasulullah sendiri. Maka hendaklah kita berpuasa di hari itu bila kuasa (kuat) karena merayakan hal itu adalah Pahala yang Agung yang akan di berikan Allah SWT untuk kita. Yang nyata-nyata kufur kepada Allah dan Rasulnya, dan menentang Islam adalah “Abu Jahal” yang kekal didalam siksanya, Tetapi di berhentikan (diliburkan) siksaan itu ketika hari senin sebab Abu Jahal merasa senang dalam hatinya ketika Rasulullah di lahirkan.

Diberhentikan sementara siksaan itu dihari senin sebab hanya rasa “senang” ketika Rasulullah di lahirkan. Dalam Riwayat lain di berikan nikmat. Apalagi kita yang beriman dan mau merayakan kelahiran beliau. Maka bergembiralah saat kelahiran beliau Dan Allah SWT akan mengetahui apa-apa yang kita rasakan dan lakukan. Berpuasa dihari senin adalah memperingati kelahiran Beliau Rasulullah SAW, dengan kata lain adalah sunnah Rasul, karena beliau sendiri telah melaksanakan hal itu.

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ جَمِيعًا عَنْ حَمَّادٍ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ غَيْلَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَعْبَدٍ الزِّمَّانِيِّ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَجُلٌ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ كَيْفَ تَصُومُ فَغَضِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَأَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ غَضَبَهُ قَالَ رَضِينَا بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا نَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ غَضَبِ اللَّهِ وَغَضَبِ رَسُولِهِ فَجَعَلَ عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُرَدِّدُ هَذَا الْكَلَامَ حَتَّى سَكَنَ غَضَبُهُ فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِمَنْ يَصُومُ الدَّهْرَ كُلَّهُ قَالَ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ أَوْ قَالَ لَمْ يَصُمْ وَلَمْ يُفْطِرْ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمَيْنِ وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ وَيُطِيقُ ذَلِكَ أَحَدٌ قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا قَالَ ذَاكَ صَوْمُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام قَالَ كَيْفَ مَنْ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمَيْنِ قَالَ وَدِدْتُ أَنِّي طُوِّقْتُ ذَلِكَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Muhammad bin Basysyar -lafazhnya dari Ibnul Mutsanna- keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Ghailan bin Jarir bahwa mendengar Abdullah bin Ma'bad Az Zimani dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasanya, maka serta merta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam marah, lalu Umar pun mengucapkan, Kami rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Rasul.

Kami berlindung kepada Allah, dari murka Allah dan Rasul-Nya dan Bai'at kami sebagai suatu Bai'at. kemudian beliau ditanya tentang puasa sepanjang masa, maka beliau menjawab: Sebenarnya, ia tidak berpuasa dan tidak pula berbuka. Kemudian beliau ditanya lagi mengenai puasa sehari dan berbuka dua hari, beliau menjawab : Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita untuk melakukannya. Lalu beliau ditanya mengenai puasa pada hari senin, beliau menjawab: Itu adalah hari, ketika aku dilahirkan dan aku diutus (sebagai Rasul) atau pada hari itulah wahyu diturunkan atasku. Kemudian beliau bersabda: “Puasa tiga hari pada setiap bulan dan ramadan hingga ramadan berikutnya adalah puasa dahr.” Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada Arafah, maka beliau menjawab : Puasa itu akan menghapus dosa-dosa satu tahun yang lalu dan yang akan datang. Kemudian beliau ditanya tentang puasa pada hari 'Asyura`, beliau menjawab: Ia akan menghapus dosa-dosa sepanjang tahun yang telah berlalu.

Dan di dalam hadits ini, yakni dari riwayat Syu'bah, ia berkata; Dan beliau ditanya tentang puasa hari senin dan kamis. Namun kami tidak menyebutkan puasa kamis, karena menurut kami padanya terdapat Wahm (kekurang akuratan berita). Dan Telah meceritakannya kepada kami Ubaidullah bin Mu'adz telah menceritakan kepada kami bapakku -dalam riwayat lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Syababah -dalam riwayat lain- Dan Telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami An Nadlr bin Syumail semuanya dari Syu'bah dengan isnad ini.

Dan Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sa'id Ad Darimi telah menceritakan kepada kami Habban bin Hilal telah menceritakan kepada kami Aban Al 'Aththar telah menceritakan kepada kami Ghailan bin Jarir dalam isnad ini, sebagaimana haditsnya Syu'bah, hanya saja ia menyebutkan hari Senin, namun tidak menyebutkan hari kamis.[HR.muslim No : 1977]


http://www.iqro.net/2014/12/keutamaan-puasa-senin-kamis.html

© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?