Di manakah Allah SWT Berada? Ini Jawabannya - Soffah.Net

2
Dalam catatan ini sengaja kami rangkum bertujuan untuk memberikan bantahan terhadap “Narasumber konsultasi agama Republika” Adalah  “Ustaz Bachtiar Nasir” yang disitu membuat jawaban dalam tanya jawab keberada’an Allah SWT. Mengapa kami sengaja membantah? Karena sang Ustaz Nampak melakukan sebuah tipuan terhadap orang banyak, dengan Jawaban-nya yang di sandarkan kepada Ulama Madzhab Empat (4), hal demikian sang Ustaz telah membuat Fitnah yang keji terhadap Aqidah Ulama Madzhab. Mari kita bahas secara Ilmiyah, sebelumnya anda harus tau dahulu bagaimana catatan yang termuat dalam REPUBLIKA.CO.ID kami kutip secara lengkap guna bertindak Adil dan lebih Ilmiyah. Baca dengan teliti :

REPUBLIKA.CO.ID, Assalamualaikum wr wb

Saya pernah ditanya teman, di manakah Allah? Saya jawab, Allah di atas ‘arsy atau di atas langit. Kemudian teman saya itu berkata, "Kamu salah karena kamu mengikuti akidah kufur kaum wahabi. Yang benar adalah Allah maujudun bilamakan (Allah ada dan tak bertempat).’’

Saya bingung Ustaz, karena saya dibilang sesat oleh teman tadi. Sebenarnya, Allah ada di mana? Terima kasih atas penjelasannya.

Fatimah, Jakarta

Waalaikumussalam wr wb

Di mana Allah berada? Pastinya hanya Allah sendiri Yang Maha Mengetahui di mana diri-Nya berada. Memang benar Allah tidak terikat dan terhukumi oleh ruang dan waktu. Di mana zat-Nya bersemayam tak seorang hamba pun yang dapat memastikannya.

Tapi, jika kita mau jujur secara ilmiah dan mau mengakui kekurangan, tidak sulit menemukan jawaban di manakah Allah berada. Imam asy-Syafi’i berkata: Berbicara tentang sunah yang menjadi pegangan saya, murid-murid saya, dan para ahli hadis yang saya lihat dan yang saya ambil ilmunya, seperti Sufyan, Malik, dan yang lain, adalah ikrar seraya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah, dan bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah itu di atas ‘arsy di langit dan dekat dengan makhluk-Nya.” (Kitab I’tiqad al-Imamil Arba’ah, bab 4).

Demikian juga, diyakini oleh para imam mazhab, yaitu Imam Malik bin Anas, Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi), dan Imam Ahmad Ibnu Hambal (Imam Hambali). Tentang hal ini, silakan merujuk pada kitab I’tiqad Al-Imamil Arba’ah karya Muhammad bin Abdirrahman al-Khumais.

Allah berada di ‘arsy dan ‘arsy-Nya di langit, sebagaimana digambarkan dalam ayat berikut: Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas ‘arsy.’’ (QS Thaha: 5). Ayat tersebut begitu tegas menjelaskan bahwa Allah berada di ‘arsy.

Dalam ayat lain, dijelaskan pula bahwa zat Allah berada di langit. Apakah kamu merasa aman terhadap Zat yang di langit (yaitu Allah) kalau Dia hendak menjungkir-balikkan bumi beserta kamu sekalian sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang.’’ (QS al-Mulk: 16)

Juga dijelaskan dalam ayat ini: Malaikat-malaikat dan Jibril naik kepada Rabb-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.’’ (QS al-Ma’arij: 4). Ayat tersebut menggambarkan ketinggian zat Rabb.

Dalam hadis dijelaskan pula, Rasulullah bersabda: Setelah selesai menciptakan makhluk-Nya di atas ‘arsy, Allah menulis, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku’.” (HR Bukhari-Muslim)

Ustaz Bachtiar Nasir
Redaktur : Heri Ruslan   
Sumber : konsultasi agama Republika
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/06/23/m62q2x-di-manakah-allah-swt-berada-ini-jawabannya


Seperti itulah lengkapnya. Namun biar catatan ini bisa mudah di fahami oleh pembaca maka kami putus dulu, guna untuk memilah antara catatan yang kami bantah dan catatan kami yang membantah. Demi Memudahkan pembaca. Mari kita Mulai


Pertama yang perlu anda ketahui adalah, bahwa mempertanyakan dimana Allah? ini adalah sangat terlarang Imam Malik mengatagorikaan pertanyaan itu adalah perkara Bid'ah yang munkar. Sebagaimana yang telah beliau jelaskan seperti berikut :

 والسؤال عنه بدعة أي الاستفسار عن تعيين هذا المراد على اعتقاد أنه مما شرعه الله بدعة لأنه طريقة في الدين مخترعة مخالفة لما أرشدنا إليه الشارع من وجوب تقديم المحكمات وعدم اتباع المتشابهات وما جزاء المبتدع إلا أن يطرد ويبعد عن الناس خوف أن يفتنهم لأنه رجل سوء وذلك سر قوله : وأظنك رجل سوء أخرجوه عني اهـ [مناهل العرفان في علوم القرآن _ المؤلف : محمد عبد العظيم الزرقاني (المتوفى : 1367هـ].

"Dan bertanya tentang hal itu adalah bid'ah". Maksud beliau adalah: Mencari tau untuk menentukan tafsiran kosa kata Istiwa' (bahkan seluruh Nash Al Mutasyabihat) serta berkeyaqinan bahwa hal itu adalah perintah dari Allah, maka cara dan keyakinan seperti ini adalah bid'ah karena meng ada-ada dalam agama serta membelakangi apa yang telah diperintahkan oleh syare' (Allah) yaitu kewajiban untuk mandahulukan ayat-ayat Al Muhkamat (artinya : Mengembalikan Al Mutasyabihat ke Al Muhkamat). Bukan sebaliknya; justru mengumpulkan penggalan-penggalan Al Mutasyabihat (spt kebiasaan Wahabi) sehingga menimbulkan "FITNAH Al Wahhabiyah." Dan balasan yang pantas dan setimpal bagi pelaku bid'ah (dalam AQIDAH) adalah di usir dan di kucilkan dari orang banyak khawatir FITNAH nya menular kepada orang lain karena Dia adalah laki-laki yang menyimpan kebusukan dalam dadanya. Inilah rahasia yang tersimpan dalam redaksi beliau.



Bersambung....




© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. Bertobatlah kalian para aswaja pecinta syirik, kekasih syiah, lihatlah rendahnya ilmu guru-guru kalian yang katanya berbicara secara ilmiah.
    http://www.nahimunkar.com/tabligh-akbar-forum-nahdliyin-caci-maki-ulama-salafi-dan-pks/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan yang mengatakan ini Imam Malik sendiri, bukan kami. Perhatikan dengan seksama :

      وما جزاء المبتدع إلا أن يطرد ويبعد عن الناس خوف أن يفتنهم لأنه رجل سوء وذلك سر قوله : وأظنك رجل سوء أخرجوه عني اهـ

      Dan balasan yang pantas dan setimpal bagi pelaku bid'ah (dalam AQIDAH) adalah di usir dan di kucilkan dari orang banyak khawatir FITNAH nya menular kepada orang lain karena Dia adalah laki-laki yang menyimpan kebusukan dalam dadanya.

      Terimakasih atas opini anda, karena membuat kami ingin segera melanjutkan masalah ini, yang sesungguhnya semula tidak berminat membahasnya.

      Delete

Apa opini dari anda?