Syarat-syarat Binatang Qurban - Soffah.Net

0
Binatang yang digunakan untuk qurban didalam tuntunan atau yang di syaratkan oleh Rasulullah SAW ada tiga, yaitu : [1] Unta, [2] lembu, dan [3] kambing. Dan kadar masing-masing binatang mempunyai peringkat di setiap hewan, berdasar dhohir hadits/riwayat :

[1] ekor kambing untuk seorang bersama ahli rumahnya.  [1] ekor lembu untuk 7 orang beserta ahli rumahnya. [1] ekor unta untuk 7 - 10 orang dan ahli rumahnya yakni keluarganya.

عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: سَأَلْتُ اَبَا اَيُّوْبَ اْلاَنْصَارِيَّ: كَيْفَ كَانَتِ الضَّحَايَا فِيْكُمْ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص؟ قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ فِى عَهْدِ النَّبِيّ ص يُضَحّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَ عَنْ اَهْلِ بَيْتِهِ. فَيَأْكُلُوْنَ وَ يُطْعِمُوْنَ حَتَّى تَبَاهَى النَّاسُ فَصَارَ كَمَا تَرَى. ابن ماجه و الترمذى و صححه، فى نيل الاوطار 5: 136

Dari 'Atha' bin Yasar dia berkata : Saya bertanya kepada Abu Ayyub Al-Anshariy, "Bagaimanakah udlhiyah yang dilakukan di masa Rasulullah SAW ?". Jawabnya, "Seorang laki-laki di zaman Rasulullah SAW menyembelih seekor kambing untuknya dan untuk ahli baitnya (rumah tangganya), lalu mereka makan dagingnya itu dan memberi makan kepada orang lain, sehingga manusia bermegah-megah dengan qurban itu sehingga menjadi seperti yang engkau saksikan sekarang ini". [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, dan ia menshahihkannya, dalam Nailul Authar juz 5, hal. 136].

عَنْ جَابِرٍ: نَحَرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص عَامَ اْلحُدَيْبِيَّةِ اْلبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَ اْلبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ. مسلم

Dari Jabir, Kami telah menyembelih qurban bersama Rasulullah SAW pada tahun Hudaibiyah, seekor unta untuk 7 orang dan seekor lembu untuk 7 orang". [HR Muslim].

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كُنَّا مَعَ النَّبِيّ ص فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ اْلاَضْحَى فَذَبَحْنَا اْلبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ وَ اْلبَعِيْرَ عَنْ عَشْرَةٍ. الخمسة الا ابا داود

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, "Dulu kami pergi bersama Rasulullah SAW, lalu tiba Hari Raya 'Iedul Adlha, maka kami menyembelih qurban seekor lembu untuk tujuh orang dan seekor unta (ba'ir) untuk sepuluh orang". [HR. Khamsah, kecuali Abu Dawud].

عَنْ اَبِى رَافِعٍ رض قَالَ: ضَحَّى رَسُوْلُ اللهِ ص بِكَبْشَيْنِ اَمْلَحَيْنِ مَوْجُوْءَيْنِ خَصِيَّيْنِ. احمد فى نيل الاوطار 5: 135

Dari Abu Rafi’ RA, ia berkata, Rasulullah SAW pernah berqurban dua ekor kambing kibasy yang bagus yang dikebiri. [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 5, hal. 135]

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: ضَحَّى رَسُوْلُ اللهِ ص بِكَبْشَيْنِ سَمِيْنَيْنِ عَظِيْمَيْنِ اَقْرَنَيْنِ مَوْجُوْءَيْنِ. احمد، فى نيل الاوطار 5: 135

Dari Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW menyembelih qurban dengan dua kambing kibasy yang gemuk, besar, bertanduk yang dikebiri. [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 5, hal. 135]

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَلَّتِ اْلاِبِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ ص فَاَمَرَهُمْ اَنْ يَنْحَرُوا اْلبَقَرَ. ابن ماجه 2: 1047، رقم: 3134

Dari Ibnu 'Abbas, ia berkata : Pernah terjadi pada jaman Rasulullah SAW (jumlah) unta sedikit, maka beliau menyuruh para shahabat berqurban dengan lembu. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 1047, no. 3134]

Dan tidak sah berqurban dengan binatang yang menyandang salah satu sifat ini : [1]. Rusak matanya (buta, juling/kero) sebelah atau kedua-duanya. [2]. Terlalu kurus, tak bergajih/terlalu tua tak bersumsum lagi atau patah tanduk/putus telinganya. [3]. Sakit. [4]. Pincang.

Sebagaimana petunjuk itu bisa kita ketahui dari hadits di bawah ini :

عَنِ اْلبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رض قَالَ: قَامَ فِيْنَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَقَالَ: اَرْبَعٌ لاَ تَجُوْزُ فِى الضَّحَايَا. اَلْعَوْرَاءُ اْلبَيّنُ عَوَرُهَا، وَ اْلمَرِيْضَةُ اْلبَيّنُ مَرَضُهَا، وَ اْلعَرْجَاءُ اْلبَيّنُ ضَلَعُهَا وَ اْلكَبِيْرَةُ الَّتِى لاَ تُنْقِى. الخمسة و صححه الترمذى و ابن حبان، فى بلوغ المرام

Dari Baraa' bin 'Azib RA, ia berkata : Nabi SAW berdiri diantara kami dan bersabda, "Empat macam yang tidak boleh pada binatang qurban, yaitu: 1. Buta sebelah yang nyata butanya. 2. Yang sakit nyata sakitnya, 3. Yang pincang yang nyata pincangnya, dan 4. Yang tua yang tidak mempunyai sumsum". [HR. Khomsah, dan disahkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban, dalam Bulughul Maram].

عَنْ عَلِيّ رض قَالَ: اَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ نَسْتَشْرِفَ اْلعَيْنَ وَ اْلاُذُنَ وَ اَنْ لاَ نُضَحّيَ بِمُقَابَلَةٍ وَ لاَ مُدَابَرَةٍ وَ لاَ شَرْقَاءَ وَ لاَ خَرْقَاءَ. الخمسة و صححه الترمذى، فى نيل الاوطار 5: 133

Dari Ali RA, ia berkata : Rasulullah SAW menyuruh kepada kami supaya memeriksa mata dan telinga, dan supaya kami tidak berqurban dengan binatang yang telinganya sobek dari bagian muka, yang telinganya sobek dari bagian belakang, yang telinganya sobek dari ujungnya, dan yang berlubang di tengahnya. [HR. Khomsah, dan dishahihkan oleh Tirmidzi, dalam Nailul Authar juz 5, hal. 133]

عَنْ عَلِيّ رض قَالَ: نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ يُضَحَّى بِاَعْضَبِ اْلقَرْنِ وَ اْلاُذُنِ. الخمسة وصححه الترمذى، فى نيل الاوطار 5: 131

Dari Ali RA, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang berqurban dengan binatang yang tanduknya atau telinganya hilang separo atau lebih". [HR. Khamsah, disahkan oleh Tirmidzi, dalam Nailul Authar juz 5, hal. 131].

Keadaan masing-masing binatang qurban itu telah Musinnah (giginya telah berganti/powel). Dan hal ini terjadi pada : Kambing yang berumur 1 tahun masuk tahun ke 2, lembu yang berumur 2 tahun masuk tahun ke 3 dan unta yang berumur 5 tahun masuk tahun ke 6. Kecuali bila terpaksa sekali, maka bolehlah berqurban dengan kambing yang jadza'ah (berumur cukup 1 tahun). Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir sebagai beriktut :

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص لاَ تَذْبَحُوْا اِلاَّ مُسِنَّةً اِلاَّ اَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوْا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ. مسلم 3: 1555

Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah kamu menyembelih untuk qurban melainkan yang Musinnah (telah berganti gigi) kecuali jika sukar didapati, maka boleh kamu menyembelih jadza'ah (yang berumur 1 tahun) dari kambing. [HR. Muslim juz 3, hal. 1555].

Pembagian daging Udlhiyah (qurban)

Pembagian daging udlhiyah itu ialah sebagian untuk yang berqurban, sebagian untuk dihadiahkan, dan sebagian diberikan kepada faqir miskin. Ibnu Abbas ketika menerangkan sifat Nabi SAW ketika berqurban sebagai berikut :

وَ يُطْعِمُ اَهْلَ بَيْتِهِ الثُّلُثَ وَ يُطْعِمُ فُقَرَاءَ جِيْرَانِهِ الثُّلُثَ وَ يَتَصَدَّقُ عَلَى السُّؤَالِ بِالثُّلُثِ. المغنى 3: 582

Dan beliau (Rasulullah SAW) memberi makan ahlul baitnya sepertiga, memberi makan orang-orang faqir tetangganya sepertiga, dan beliau mensedekahkan kepada para peminta sepertiga. [Al-Mughni 3 : 582].

Daging Udlhiyah (qurban) Tidak Boleh Diberikan Sebagai Upah

Daging udlhiyah itu tidak boleh diberikan sebagai upah kepada yang menyembelih. Di dalam hadits disebutkan :

عَنْ عَلِيّ بْنِ اَبِى طَالِبٍ رض قَالَ: اَمَرَنِى رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ اَقُوْمَ عَلَى بُدْنِهِ وَ اَنْ اُقَسّمَ لُحُوْمَهَا وَ جُلُوْدَهَا وَ جِلاَلهَاَ عَلَى الْمَسَاكِيْنِ وَ لاَ اُعْطِيَ فِىْ جَزَارَتِهَا شَيْئًا مِنْهَا. البخارى و مسلم، فى بلوغ المرام، رقم 1379

Dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata, "Saya diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengurus qurban-qurban dan supaya saya bagikan daging, kulitnya dan pelananya kepada faqir miskin, dan tidak (boleh) saya memberikan sesuatu sebagai upah dari padanya untuk orang yang menyembelih". [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Bulughul Maram, no. 1379].

Larangan Menjual Daging Udlhiyah (qurban)

عَنْ قَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ تَبِيْعُوْا لُحُوْمَ اْلهَدْيِ وَ اْلاَضَاحِى فَكُلُوْا وَ تَصَدَّقُوْا وَ اسْتَمْتِعُوْا بِجُلُوْدِهَا وَ لاَ تَبِيْعُوْهَا، وَ اِنْ اُطْعِمْتُمْ مِنْ لَحْمِهَا فَكُلُوْا اِنْ شِئْتُمْ. احمد 5: 478، رقم: 16211

Dari Qatadah bin Nu’man, bahwasanya Nabi SAW bersabda, Janganlah kalian menjual daging-daging Hadyi (denda hajji) dan daging udlhiyah (qurban), makanlah dan sedeqahkanlah dan manfaatkanlah kulitnya, dan janganlah kalian menjualnya. Dan apabila kalian diberi dagingnya, maka makanlah jika kalian mau. [HR. Ahmad 5 : 478, no. 16211]

Orang Yang Akan Berqurban Dilarang Memotong Rambut dan Kukunya

عَنْ اُمّ سَلَمَةَ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى اْلحِجَّةِ وَ اَرَادَ اَحَدُكُمْ اَنْ يُضَحّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَ اَظْفَارِهِ. مسلم 3: 1565

Dari Ummu Salamah, bahwasanya Nabi SAW bersabda, Apabila kalian sudah melihat hilal bulan Dzulhijjah, dan seseorang diantara kalian ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan rambut dan kukunya. [HR. Muslim juz 3, hal. 1565]

Untuk Hukum dan Keutamaan Qurban silahkan baca disisni, Dan ketahui Bagaimana Tata Cara Qurban silahkan disini, ataupun mengetahui perbedaan Ulama dalam menentukan Hari Penyambelihan disini.

© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?