Menyambut Tahun Baru Hijriyah Dengan Renungan - Soffah.Net

1
Menyambut Tahun Baru hijriyah adalah sebuah peraya’an yang harus di peringati seluruh umat Islam sebagaimana orang-orang diluar Islam memperingati tahun baru masehi. Apabila pergantian tahun Masehi orang Islam ikut merayakan, padahal itu peraya’an yang di lakukan orang-orang selain islam, kita ikut merayakan? Lalu apakah ketika pergantian tahun dalam Islam (Hijriyah) Orang-orang yahudi dan nasrani ikut merayakan? Sungguh ini harus menjadi perhatian husus bagi kita, Siapa lagi yang akan memperingati kalau bukan orang Islam sendiri? Mengapa anda justru memperingati peraya’an mereka? Sungguh Islam itu Agama yang tegak, namun mengapa orang islam sendiri yang menjadikan rapuh? Mari kita renungkan sendiri dengan mengingat akan Firman Allah :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Tiada sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung.”[QS. Al-Hasyr/ 59 : 18 – 19]

Lagipula kita ini akan tergolong orang-orang Dzolim apabila telah lalai, perlu di ingat! Bahwa rizki-rizki yang kta peroleh atau nikmati itu bukan semata-mata hasil upayah kita sendiri, melainkan itu kehendak pemberian Allah. Diantara sekian banyak ni'mat Allah yang dicurahkan kepada kita ialah kita hidup di dunia ini. Dunia memang indah, sangat menarik, namun jangan sampai keindahan dunia ini membuat kita lupa kepada Allah, Tuhan yang telah menciptakan segalanya. Allah SWT berfirman :

اِعْلَمُوْآ اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَ تَكَاثُرٌ فِي اْلاَمْوَالِ وَ اْلاَوْلاَدِ، كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُه ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا، وَفِي اْلاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَّ مَغْفِرَةٌ مّنَ اللهِ وَ رِضْوَانٌ، وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. الحديد: 20

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridloan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [QS. Al-hadiid : 20]

وَ اضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَآءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَآءِ فَاخْتَلَطَ بِه نَبَاتُ اْلاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرّيٰحُ، وَ كَانَ اللهُ عَلٰى كُلّ شَيْءٍ مُقْتَدِرًا. الكهف: 45

Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia adalah sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Kahfi : 45]

زُيّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النّسَآءِ وَ الْبَنِيْنَ وَ الْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ وَ الْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَ اْلاَنْعَامِ وَ الْحَرْثِ، ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا، وَ اللهُ عِنْدَه حُسْنُ الْمَاٰبِ(14) قُلْ اَؤُنَبّئُكُمْ بِخَيْرٍ مّنْ ذٰلِكُمْ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا عِنْدَ رَبّهِمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خلِدِيْنَ فِيْهَا وَ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّ رِضْوَانٌ مّنَ اللهِ، وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِالْعِبَادِ(15) ال عمران: 14-15

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (14)

Katakanlah, "Inginkah aku khabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridlaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. [QS. Ali 'Imran : 14-15]

عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِىّ عَنِ النَّبِىّ ص قَالَ: اِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَ اِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَ اتَّقُوا النّسَاءَ، فَاِنَّ اَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِيْ اِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِى النّسَاءِ. مسلم 4: 2098

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis dan indah, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian untuk mengelolanya, maka Allah akan melihat bagaimana yang kalian perbuat (berbuat tha'at kepada Allah atau berbuat ma'shiyat). Maka hati-hatilah kalian terhadap dunia, dan hati-hatilah terhadap wanita, karena pertama-tama fitnah yang terjadi di kalangan Bani Israil adalah karena wanita". [HR. Muslim juz 4, hal. 2098]

Dunia memang indah dan sangat menarik, tetapi sifatnya hanya sementara, hanya seperti permainan yang tidak lama kemudian akan selesai, dan yang ada tinggal lelahnya. Atau seperti senda gurau yang membuat orang menjadi lupa kepada kewajibannya. Maka banyak orang yang terpedaya dengan keindahan dunia, sehingga membanggakan keturunannya, banyaknya harta dan anak, banyak pendukung dan anak buah, tingginya pangkat dan jabatan, dan lain sebagainya, padahal semuanya itu akan sirna, tak ubahnya seperti tanaman yang subur yang menyenangkan orang yang melihatnya, tetapi tidak lama kemudian tanaman itu akan kering, menjadi kuning dan akhirnya akan hancur.

Itulah gambaran kesenangan hidup di dunia yang indah ini, maka jangan sampai kita terlena hanya mengutamakan kesenangan dunia, sehingga melupakan akhirat, karena kesenangan di dunia ini hanya kesenangan yang sedikit apabila dibandingkan dengan kesenangan di akhirat. Allah SWT berfirman :

لاَ يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فِي الْبِلاَدِ(196) مَتَاعٌ قَلِيْلٌ، ثُمَّ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُ، وَبِئْسَ الْمِهَادُ(197) لكِنِ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا نُزُلاً مّنْ عِنْدِ اللهِ وَمَا عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ لّـلْاَبْرَارِ(198) ال عمران: 196-198

Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. (196) Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya. (197)

Namun orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti. (198) [QS. Ali 'Imraan : 196-198]

عَنْ قَيْسٍ قَالَ: سَمِعْتُ مُسْتَوْرِدًا اَخَا بَنِى فِهْرٍ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: وَ اللهِ، مَا الدُّنْيَا فِى اْلآخِرَةِ اِلاَّ مِثْلُ مَا يَجْعَلُ اَحَدُكُمْ اِصْبَعَهُ هٰذِهِ. (وَ اَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ) فِى الْيَمّ فَلْيَنْظُرْ بِمَ يَرْجِعُ. مسلم 4: 2193

Dari Qais, ia berkata : Aku mendengar Mustaurid saudara dari Bani Fihr berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Demi Allah, tidaklah kehidupan dunia ini jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kecuali seperti salah seorang diantara kalian memasukkan jarinya ini ke dalam laut. (Yahya (perawi) sambil menunjukkan jari telunjuknya), maka lihatlah seberapa air yang menetes kembali". [HR. Muslim juz 4, hal. 2193]

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ. الترمذى 3: 383، رقم: 2422

Dari Sahl bin Sa'd, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya dunia ini di sisi Allah ada nilainya sesayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir walaupun seteguk air". [HR. Tirmidzi juz 3, ha. 383, no. 2422]

Hidup di dunia ini tidak lama, waktunya terbatas, dan semua manusia akan mati, baik dengan sebab sakit, atau sebab-sebab lainnya. Dan apabila telah tiba saatnya, mati pasti akan menemui kita. Allah SWT berfiman :

قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّه مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ. الجمعة: 8

Katakanlah, "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". [QS. Al-Jum'ah : 8]

اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِيْ بُرُوْجٍ مُّشَيَّدَةٍ، النساء: 78

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendati pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh, [QS. An-Nisaa' : 78]

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ، وَ اِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَ اُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ، وَ مَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. ال عمران: 185

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari qiyamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [QS. Ali 'Imraan : 185]

وَ لِكُلّ اُمَّةٍ اَجَلٌ، فَاِذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلاَ يَسْتَقْدِمُوْنَ. الاعراف: 34

Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya. [QS. Al-A'raaf : 34]

Dan apabila manusia meninggal dunia, akan diantar oleh 3 hal, yang dua akan kembali, sedangkan yang satu akan terus menemaninya. Di dalam hadits disebutkan :

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَتْبَعُ الْمَيّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَ يَبْقَى وَاحِدٌ. يَتْبَعُهُ اَهْلُهُ وَ مَالُهُ وَ عَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ اَهْلُهُ وَ مَالُهُ، وَ يَبْقَى عَمَلُهُ. مسلم 4: 2273

Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga hal yang mengikuti mayyit, yang dua akan kembali, sedangkan yang satu tetap menemaninya. Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya. Lalu keluarganya dan hartanya akan kembali, sedangkan amalnya akan tetap menemaninya". [HR. Muslim juz 4, hal. 2273]

Oleh sebab itu marilah sisa umur dan kesempatan yang masih diberikan oleh Allah, kita gunakan sebaik-baiknya untuk bertaubat kepada Allah dan menambah amal kebaikan untuk bekal hidup kita di ahirat kelak. Rasulullah SAW ketika menasehati seseorang, beliau bersabda :

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص لِرَجُلٍ وَ هُوَ يَعِظُهُ: اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ. البيهقى فى شعب الايمان 7: 263، رقم: 10248

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda kepada seorang laki-laki, pada waktu itu beliau menasehatinya, Gunakanlah lima (kesempatan) sebelum datangnya lima (kesempitan) 1. Gunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, 2. Gunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, 3. Gunaan masa kayamu sebelum datang masa faqir (miskin)mu, 4. Gunakan masa longgarmu sebelum datang masa sibukmu, 5. Gunakan masa hidupmu sebelum datang kematianmu. [HR. Baihaqiy dalam Syu'abul iimaan juz 7, hal.263, no. 10248].

Demikian kami sampaikan dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah 1436 menuju lebih baik Insya_Allah, supaya selalu mengingat Allah dan selalu bermuhasabah untuk menuju ridlonya. Apabila ada salah kata maupun penulisan kami mohon ma’af sebesar-besarnya. Allah wa Rasuluhu A’lam





© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. Met tahun baru ya 1436 Hijriyah moga makin sukses sll

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?