Mengapa Idul Adha jatuh pada Ahad (5/10)? - Soffah.Net

0
Lintas Soffah - JAKARTA - Merujuk pada ketetapan pemerintah, yakni Idul Adha jatuh pada 5 Oktober, maka puasa Arafah-nya jatuh pada Sabtu, 4 Oktober. Saat disambungkan dengan kondisi di Arab Saudi, jamaah haji di sana pada 4 Oktober sudah menjalankan Idul Adha. Sehingga puasa Arafah yang umumnya dilaksanakan ketika jamaah haji menjalankan wukuf, tidak cocok lagi.

dalam komunitas ini, disepakati bahwa penetapan bulan baru dalam kalender Islam merujuk pada sistem imkanur rukyah. Dalam sistem ini, dikatakan sudah berganti bulan jika posisi hilal minimal 2 derajat di atas ufuk. Sedangkan kondisi tadi malam, posisi hilal masih sekitar 0,63 derajat di atas ufuk.

Karena saat pengamatan 24 September kemarin posisi hilal tidak sampai 2 derajat di atas ufuk, maka diambil kebijakan isti”mal. Yaitu menggenapkan jumlah hari dalam bulan Zulkaidah menjadi 30 hari. Sehingga 1 Dzulhijah baru jatuh pada Jumat, 26 September. Itu artinya Idul Adha (10 Dzulhijah) jatuh pada Ahad (5/10), dan puasa Arafah jatuh pada Sabtu (4/10).


Tiga Kelompok Ormas Islam Yang Berbeda-beda Dalam Menetapkan Puasa Arafah

Penetapan Idul Adha antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi berbeda. Potensi masalah yang bakal muncul adalah, pelaksanaan puasa Arafah (9 Zulhijah) Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tidak bingung dan konsisten jika merujuk pada ketetapan pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui sidang isbat 24 September lalu menetapkan Idul Adha 2014 (10 Zulhijah) jatuh pada Minggu, 5 Oktober. Sehingga puasa Arafah dilaksanakan pada Sabtu, 4 Oktober. Anwar menuturkan di Indonesia ada tiga kelompok ormas Islam yang berbeda-beda dalam menetapkan Idul Adha 2014.

Pertama adalah versi pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode imkanur rukyat, menetapkan Idul Adha jatuh pada 5 Oktober.

Kedua, Muhammadiyah dan ormas lain seperti sebagian faham salafy yang memanfaatkan sistem hisab menetapkan Idul Adha jatuh pada 4 Oktober.

Kemudian, ada kelompok lain yang mengacu pada keputusan pemerintah Saudi. Ketika pemerintah Saudi menetapkan Idul Adha jatuh pada 4 Oktober, kelompok itu serta-merta mengikutinya. ”Misalnya teman-teman di LDII atau Persis, dan sebagian wahabi.

Terkait dengan perbedaan penetapan tanggal Idul Adha, Anwar meminta masyarakat tetap menjaga toleransi. Baik NU, Muhammadiyah, maupun ormas-ormas Islam lain sudah memiliki landasan keyakinan masing-masing. Demikian dikutip dari JawaPos

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?