Jangan Keluar Dari Jamaah - Soffah.Net

0
Mengapa anda keluar dari golongan kaum mayoritas? Cara kerja otak yang standar adalah menginginkan keselamatan baik di dunia maupun akhiratnya. Namun masih saja ada orang yang daya pikirnya tidak stabil yakni mereka keluar dari kaum mayoritas yang menganggap dirinya akan selamat. Lebih parah lagi jika mereka (yang keluar) menganggap kaum mayoritas itu telah salah dan tersesat! Sungguh orang seperti itu tidak hanya membutuhkan siraman rohani, tetapi juga memerlukan spesialis kejiwaan.

Mereka akan selalu bersemboyan “kembalilah pada Alqur’an dan Hadist, Apakah perlu mengikuti Madzhab?, Janganlah Taklid buta, Mereka selain kita (yakni selain orang yang sefaham dengan mereka (kaum yang keluar)) adalah sesat... Musrik dan ahli bid’ah, DLL”. Itu adalah semboyan mereka yang telah keluar dari jamaah. Adapun kebiasaan mereka adalah melakukan perkumpulan setiap pekan untuk membahas orang yang di luar fahamnya dan melakukan perekrutan terhadap orang-orang supaya mengikutinya. Dan mereka mengatas namakan itu sebagai pengajian rutin.

Sasaran mereka adalah orang-orang yang masih kosong dalam pengetahuan Islam seperti anak-anak yang masih duduk di bangku kuliah, artis-artis, dan orang-orang perkantoran, sehingga mereka memang mudah tertipu oleh gaya-nya yang sok paling sunnah sendiri, padahal apa yang mereka ucapkan adalah mengandung racun, mengajak untuk kenal Hadist tetapi akan semakin jauh dari suritauladan Rasulullah. Terbukti mereka tidak sesuai dengan sebagaimana Akhlak yang di ajarkan Rasulullah.

Janganlah engkau teruskan perkumpulan seperti itu yang akan memberatkan bebanmu sendiri dan tidak akan membuatmu tidak nyaman dunia maupun Akhirat sebab ada ancama yang menjeratmu sebagaimana Firmannya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

“Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Apakah kalian suka salah seorang di antara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih.” (Al Hujurat: 12).

Adapun penjelasa ulama Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi`i berkata dalam tafsirnya: “ Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentangg ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta`ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta`ala ... (pada ayat di atas). Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi`at, demikian pula hal itu dibenci dalam syari`at. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu, karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini” (Lihat Misbahul Munir).

Kemudian mereka berteriak tegakkan tauhid...! padahal mereka semakin jauh dari tauhid dan bahkan semakin tidak mengenal tuhannya. Terbukti mereka tidak mengenal tuhannya karena anggapan mereka dan keyakinan mereka bahwa Allah berada di langit. Hal demikian sama persis dengan Aqidah fir’aun yang telah mengaggap tuhannya di langit. Semua kesalahan itu mereka yakini akibat mereka keluar dari golongan (Jama’ah) Mempalajari Ilmu mereka pelajari sendiri tanpa menggunakan guru, sehingga yang menjadi gurunya adalah setan, hal ini sesuai apa yang di tuturkan dalam hadist bahwa siapapun yang mempelajari Ilmu tanpa guru maka setanlah gurunya.

Oleh karena itu marilah bersama, janganlah bercerai berai, dan jangan merasa benar sendiri, bukankah kebersama’an itu memang telah di syari’atkan dalam Islam. Bila engkau mau ngotot-ngotot tidak ada toleransi di antara kita maka pantas saja golongan anda tampak semakin punah dan di jauhi oleh orang, itu akibat pemahaman anda yang mengandung racun. Tuntunan untuk selalu bersama itu sudah ada sebelum mereka (yang keluar) terlahir. Sebagaimana dalam Firman Allah :

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّ لَا تَفَرَّقُوْا وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِه اِخْوَانًا، وَ كُنْتُمْ عَلىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مّنْهَا، كَذٰلِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمْ اٰيٰتِه لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. ال عمران: 103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali 'Imran : 103]

وَ اَطِيْعُوا اللهَ وَ رَسُوْلَه وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَ تَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَ اصْبِرُوْا، اِنَّ اللهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ. الانفال: 46

Dan tha'atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfaal : 46]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اِيَّاكُمْ وَ الظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ اْلحَدِيْثِ. وَ لَا تَحَسَّسُوْا وَلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا تَنَافَسُوْا وَلَا تَحَاسَدُوْا وَ لَا تَبَاغَضُوْا وَ لَا تَدَابَرُوْا، وَ كُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا. مسلم 4: 1985

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, Jauhkanlah diri kalian dari berprasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan (hati), janganlah kalian mendengar-dengarkan (pembicaraan orang lain) dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling membenci dan janganlah saling membelakangi. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. [HR. Muslim juz 4, hal. 1985]

Sungguh petunjuk ini mereka buang semua sehingga menjadikan dirinya tersesat dan tidak mengenal kebenaran, pendengaran dan hati mereka sungguh tertutupi oleh keangkuhan dan kesombongannya. Naudzubillah min-Syarrihim. Dan mudah-mudahan kita di jauhkan dari pemahaman dan sifat yang demikian. 



© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?