Berapa Kali Penyebutan Arabian Dalam Alqur’an - Soffah.Net

1
Pada Artikel sebelumnya yang belum tuntas kami melanjutkan disini harapan kami adalah biar terurai setiap sub topik sehingga mudah di fahami. Adalah Ayat itu turun kepada pem-bangkang kaum kuffar bangsa Arab mekkah supaya mereka bertakwa. Sebagaimana yang diceritakan Al-Baihaqi. Hal ini bisa kita ketahui deri banyak-nya Ayat penghubung yang berkaitan dengan ini semua, dan sangat banyak Ayat dengan penyebutan “عربيا” Mari kita bahas perlahan-lahan. Berapa kali penyebutan “عربيا” dalam Alquran? Salah satunya adalah :
إِنَّا جَعَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya). [ QS. Az-Zukhruf [43] : 3]

وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَٰبٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ

Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. [ QS. Al-'Ahqaf [46] : 12]

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِى ٱلسَّعِيرِ

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.[ QS. Ash-Shuraa [42] : 7]

كِتَٰبٌ فُصِّلَتْ ءَايَٰتُهُۥ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, [ QS. Fussilat [41] : 3]

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ ٱلْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka. [QS. Taha [20] : 113]

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَمَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا وَاقٍ

Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah. [QS. Ar-Ra`d [13] : 37]

Dan masih sangat banyak lagi Ayat-ayat yang semakna, setelah kami teliti-teliti di dalam Alqur’an Kata ‘araba (‎عرب‎) dan ‎kata yang serupa disebut 21 kali dalam al-Qur’an. Disebut 6 kali dalam surat at-‎Taubah: 90, 97, 98, 99, 101, 120; Yusuf: 2; ar-Ra’du: 37; an-Nahl: 103; Thaha: ‎‎113; asy-Syu’ara: 195; al-Ahzab: 20; az-Zumar: 28; Fushshilat: 3 dan 44; asy-‎Syuura: 7; az-Zukhruf: 3; al-Ahqaaf: 12; al-Fath: 11 dan 16; al-Hujuraat: 14.‎ Ayat-ayat tersebut di atas pada garis besarnya berbicara tentang dua hal. ‎Pertama, tentang sikap orang-orang Arab Badwi, at-Taubah: ayat 90, 97, 98, 99, ‎‎101, 120; surat al-Ahzab: 20; surat al-Fath: 11 dan 16; dan surat al-Hujuraat: 14. ‎Dalam surat al-Taubah ayat 97‎‏:‏

الأعراب اشد كفرا ونفاقا واجدر الا يعلموا حدودما انزل الله على رسوله والله ‏عليم حكيم

“Orang-orang Arab Badwi itu, lebih sangat kekafiran dan kemu¬na¬fi¬‎kannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang ‎diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi ‎Maha Bijaksana.”‎


Pengertian Dari Bahasa Arab

Menurut pakar bahasa al-Azhari, kata al-A’rab (‎الأعراب‎) di atas menunjuk ‎siapapun yang tinggal yang jauh dari perkotaan atau tempat pemukiman umum, ‎baik orang Arab maupun orang bukan Arab, dan baik yang tinggal di wilayah Arab ‎atau bukan. Karena itu, tulisan al-Jamal, mengutip pendapat al-Azhari, sungguh keli¬‎ru menduga kata ini adalah jamak dari kata ‘arab (‎عرب‎) karena yang dinamakan ‎orang Arab adalah yang dapat berbahasa Arab, baik yang tinggal di pemukiman ‎umum perkotaan/pedesaan maupun yang jauh di puncak gunung atau para ‎nomaden.

Di sisi lain, perlu diingat, bahwa yang dimaksud ayat ini bukan semua ‎Badwi dan penduduk yang jauh dari pemukiman. Para a’rab (‎أعراب‎) itu, karena ‎jauhnya tempat tinggal mereka dari kota dan tempat pemukiman, maka mereka ‎hidup dalam kebiasaan mereka, antara lain berterus terang, dan berpegang teguh ‎pada keyakinan dan adat istiadat mereka. Keberanian, kedermawanan, keeng¬ga¬‎nan ditindas merupakan sifat mereka yang terpuji. Tetapi karena jauh dari per¬‎kotaan, mereka tidak mengenal basa-basi, tidak mendengar tuntunan-tuntunan ‎dan budi pekerti Rasulullah secara langsung. Maka wajar jika mereka tidak me¬‎ngetahui batas-batas ajaran agama.‎

Bangsa Arab dikenal sebagai suku nomad, tidak menetap, suka berpindah-‎pindah karena alasan sebagaimana tersebut di atas. Kami berasumsi bahwa kata ‎arabian atau urban (‎عربان‎), bentuk masdar dari kata ‘araba yang seringkali dijumpai dalam ‎pembahasan ilmu-ilmu sosial, merupakan kata yang diadopsi dari bahasa Arab. ‎Masyarakat urban adalah masyarakat yang tinggal di perkotaan atau di pedesaan ‎namun bukan penduduk asli (pendatang). Mereka eksodus baik secara berkelom¬‎pok atau sendiri-sendiri meninggalkan desa mereka menuju kota atau desa lain ‎untuk bekerja, belajar dan berbagai keperluan lainnya. Sehingga penggunaan kata ‎arobian atau urban, atau urbanisasi, dengan arti sebagaimana di atas itu dinisbatkan dengan ‎karakter orang Arab yang modern. ‎

Kedua, tentang diturunkannya al-Qur’an dengan bahasa Arab, dalam surat ‎Yusuf: 2; ar-Ra’du: 37; an-Nahl: 103; Thaha: 113; asy-Syu’ara: 195; az-Zumar: 28; ‎Fushshilat: 3 dan 44; asy-Syuura: 7; az-Zukhruf: 3; al-Ahqaaf: 12.

‏{انا انزلناه قرآنا عربيا} {وكذلك انزلناه حكما عربيا} ‏ ‏{وهذا لسان عربي مبين} {وكذلك انزلناه قرآنا عربيا...} ‏ ‏{بلسان عربي مبين} { قرآنا عربيا غير ذى عوج لعلهم يتقون} ‏ ‏{كتاب فصلت آياته قرآنا عربيالقوم يعلمون} ‏ ‏{ولو جعلناه قرآنااعجميالقالوا لولا فصلت اياتهءاعجمي وعربي} ‏ ‏{وكذلك اوحينااليك قرآنا عربيا} {انا جعلناه قرآنا عربيا لعلكم تعقلون} ‏‏{...وهذا كتاب مصدق لسانا عربيا...}‏

Menurut Dr. Jawwad, kata lughat (‎لغة‎) menggunakan arti lahjah (‎لهجه‎, dialok), ‎seperti perkatakaan: bahasa suku Qurays, Hudzail, Tsaqif, maksudnya adalah ‎dialok-dialek mereka. Bahasa al-Qur’an bukanlah salah satu dari lughat ‎Arab. Karena al-Qur’an diturunkan sifatnya ‘araby, maksudnya al-Qur’an diturun¬‎kan dengan menggunakan bahasa seluruh orang Arab (‎بلسان جميع العرب‎). Makna ‎kata-kata ‎لسان عربي‎ dalam al-Qur’an sebagaimana di atas, penggunaan kata ‎‏ لسان ‏‎ ‎adalah sebagai pengganti (badal) dari kata lughat (‎لغة‎) yang berfungsi memperkuat ‎pengertian bahwa bahasa al-Qur’an bukanlah salah satu dari bahasa ‎orang Arab, melainkan meliputi seluruh bahasa (lisan) orang Arab.‎ [Asraru al-Lisan al-‘Araby, (Damaskus, Al-Ahali Lithiba’ati wa ‎al-Nasyr: 1990)].


Pengertian Dialok Menurut ‎Dr. A. Zaki Badawi:‎

تنبثق اللهجة من اللغات العامة وتتميز بخواص معينة من حيث النطق والقواعد ‏والكلمات ولكنها لا تتميز تميزا كافيا بحيث يجعل منها لغة مستقلة. وترتبط ‏اللهجة عادة بمناطق جغرافية معينة

Begitu juga yang terjadi di kota Mekah karena menjadi tempat transit para ‎pedagang. Di samping itu juga menjadi tujuan para peziarah Ka’bah untuk memuja ‎kepada patung-patung dewa yang berderet di sekitar Ka’bah. Sehingga terjadi ‎dinamika yang kurang sehat bagi perkembangan bahasa Arab. Para pengunjung ‎yang berasal dari berbagai penjuru kawasan Arab ini mempunyai dialok yang ‎berbeda. Di depan Ka’bah sering diadakan pentas apresiasi sastra (sya’ir), Setiap ‎kabilah mengirimkan penyair terbaiknya. Ketika satu persatu penyair membacakan ‎sya’irnya, muncul ragam dialok yang menjadi identitas suku tertentu. ‎

Bahasa resmi orang Arab adalah Bahasa Arab. Namun mereka mempunyai ‎dialok yang berbeda. Orang awam Yaman membaca atau mengucapkan huruf jim ‎dengan G (Jamal : Gamal), sebagian lagi di antara mereka mengucapkan sa atau ‎saufa dengan ba. Suku Himyar mengucapkan al dengan am. Madrasah Lughah ‎Arab terdapat di Basrah dan Kufah.‎ [Badawi, A. Zaki, Mu’jam Musthalahat al-‘Ulum al-Ijtima’iyyah, (Beirut, Librairie Du ‎Liban: 1986)].


Lalu kesimpulannya Bagaimana?

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِن كُلِّ مَثَلٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ [٣٩:٢٧]

Sesungguhnya Kami telah menerangkan kepada umat manusia, di dalam al-Qur'an ini, berbagai tamsil ibarat yang mengingatkan mereka kepada kebenaran dengan harapan agar mereka selalu ingat dan mengambil pelajaran.

قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ [٣٩:٢٨]

Kami menurunkan al-Qur'an berbahasa Arab [-bahasa mereka sendiri-] yang tidak mengandung kelemahan, dengan harapan agar mereka bertakwa dan takut kepada Tuhannya

بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ [٢٦:١٩٥]

Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu melalui Jibril dalam bahasa Arab yang jelas makna dan petunjuknya, agar manusia mendapatkan kebaikan, baik agama maupun dunia .

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ [٤١:٤٤]

Apabila al-Qur'an Kami turunkan dalam bahasa selain bahasa Arab, sebagaimana diusulkan oleh para pembangkang itu, pasti mereka, dengan sikap ingkar, akan mengatakan, "Mengapa ayat-ayat al-Qur'an tidak diterangkan dengan bahasa yang dapat kami mengerti? Mengapa al-Qur'an tidak berbahasa Arab padahal diturunkan di kalangan bangsa Arab?" Katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Al-Qur'an itu hanya dapat dijadikan petunjuk, penyembuh, dan penyelamat dari kebingungan dan keragu-raguan bagi orang-orang Mukmin saja, bukan yang lain. Sedang orang-orang yang tidak mempercayainya, seolah-olah menjadi tuli dan buta karena hanya melihat bagian al-Qur'an yang menurut mereka, dapat dijadikan bahan fitnah. Mereka ini bagaikan orang yang diseru kepada keimanan dari tempat yang jauh dan tidak bisa mendengarnya."

Seperti Itulah makna dari ayat di atas yang di jadikan dalil untuk mengharamkan penulisan terjemah atau arti dari Al-Qur’an maupun Hadist, sungguh kesalahn itu terlalu fatal bila di ucapkan orang yang berilmu. Tapi biarkan sajalah yang terpenting kami telah meluruskan disini masalah kesalahan yang mereka perbuat. Maka kami telah terlepas oleh tanggung jawab karena kami telah melihat kesalahan itu.

Kemudian Bagaimana Hukum Membaca Dan Menulis Alqu’an Dengan Bahasa Ajam Saja itu? Boleh atau tidak?. Kami Jawab dengan pendapat Ulama dalam masalh itu karena akan lebih terjaga. Silahkan Lihat Hukumnya disini Boleh Atau Tidak Menulis Terjemaha Alquran Atau Hadist? artikel finis disitu, biar tidak kepanjang.



© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. bergabung dan nikmati permainan taruhan bola online terpercaya dan terbaik, hanya agen bolavita yang memberikan 10% bonus untuk member baru dan 5% untuk setiap hari nya..terima kasih
    B O L A V I T A - Bandar Piala Dunia 2018 memberikan Bonus-Bonus Meriah Mulai Dari Bonus Deposit Sampai Rp 1.000.000,-
    Serta Bonus Cashback Sampai 15% !!

    sateayam. co
    sateayam. org
    sateayam. net
    ayamkari. co
    ayamkari. com
    ayamkari. net
    ayamkari. org


    hubungi kontak di bawah ini :
    whatup : +6281377055002
    BBM: D8DB1C57

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?