Indonesia Tanpa Diskriminasi? - Soffah.Net

4
Orang Islam yang cerdas akan selalu dalam rute-rute Etika Islam. Begitu juga dalam bertindak, tidak akan bertindak menurut hasil pemikiran-nya sendiri lebih-lebih yang bersangkutan dengan idiologi, Orang Mukmin yang sesungguhnya akan selalu berjalan dan membela Agama Allah, tidak bercampur tangan kepada selain Islam lebih-lebih mau menyuarakan Indonesia Tanpa Diskriminasi..!

Anda Muslim? Orang Islam akan selalu memegang teguh Ajaran Islam, sebab tiada sebuah perkara yang bagus kecuali yang di bawa oleh Agama Islam, Bagi anda yang menyuarakan Indonesia Tanpa Diskriminasi berarti anda telah melepas Islam sebagai Agama anda, dan sungguh anda telah meninggalkan Allah sebagai tuhan anda, bisa anda lihat kronologinya disini Hukum Membantu Non-Muslim.

Seorang Muslim yang memang beriman akan selalu luluh dan patuh terhadap ajaran-ajaran Islam, yaitu petunjuk dari Allah yang diturunkan melalui Rasul-nya firman Alloh Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ هَا أَنْتُمْ أُولاءِ تُحِبُّونَهُمْ وَلا يُحِبُّونَكُمْ وَتُؤْمِنُونَ بِالْكِتَابِ كُلِّهِ وَإِذَا لَقُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا عَضُّوا عَلَيْكُمُ الْأَنَامِلَ مِنَ الْغَيْظِ قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “Kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari lantaran marah bercampur benci terhadap kamu. Katakanlah (kepada mereka): “Matilah kamu karena kemarahanmu itu.” Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati. Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”

تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا

“Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik. Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ } إلى قوله سبحانه: {قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), Karena rasa kasih sayang; padahal Sesungguhnya mereka Telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu” sampai dengan firman-Nya Subhanahu : “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.”

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman”. Dan ayat yang semakna sangat banyak sekali.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa”.

Apakah petunjuk ini masih tidak pernah sampai pada pendengaran anda? Sehingga anda akan tetap menyuarakan Indonesia Tanpa Diskriminasi, Sungguh anda telah berbuat dzolim pada diri sendiri karna anda menyuarakan itu (Indonesia Tanpa Diskriminasi) berarti anda telah memasuki ancaman yang amat besar dalam firman Allah :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas datang kepadanya petunjuk dan mengikuti jalan orang-orang yang tidak beriman. Kami biarkan ia leluasa dengan kesesatannya (yakni menentang Rasul dan mengikuti jalan orang-orang kafir) kemudian Kami seret ke dalam Jahannam. Dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al-Nisâ’ [4]: 115)

Dari Abu Sa‘id Al Khudri, ia berkata: “Rasululah bersabda: ‘Sungguh kalian akan mengikuti jejak umat-umat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehingga kalau mereka masuk ke dalam lubang biawak, niscaya kalianpun akan masuk ke dalamnya.’ Mereka (para sahabat) bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah kaum Yahudi dan Nasrani?’ Sabda beliau: “Siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Saudaraku sekalian apakah anda tau siapa penggerak Indonesia Tanpa Diskriminasi ini? Yaitu Denny JA mendeklarasikan berdirinya gerakan Ayo Majukan Indonesia Tanpa Diskriminasi. Bisa anda lihat di sini ( http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/05/13/denny-ja-gerakakan-civil-society-dukung-jokowi )  Yang dahulu pernah mengatakan “masih ada jalan panjang yang harus ditempuh Indonesia untuk bisa menerima homoseksualitas. Sebab, tingkat penerimaan masyarakat terhadap homoseksual jauh lebih rendah berbanding dengan tingkat penerimaan mereka kepada penganut agama lain. (Thejakartapost.com, 12/10/12).”

Agenda besarnya taklain hanyalah ingin merobohkan Agama Islam, pada bulan Mei 2012 , PBB menggelar sidang di Swiss yang membahas soal isu intoleransi. Sidang Universal Periodic Review Dewan HAM PBB itu diikuti oleh 74 negara, dan Indonesia menjadi salah satu negara peserta. Di situ, Indonesia yang dipandang intoleran akhirnya dicecar dengan berbagai pertanyaan seputar permasalahan kebebasan beragama di Indonesia.

Padahal jika dicermati secara mendalam dari sudut pandang toleransi versi Barat (menihilkan intoleransi terhadap Islam dan kaum Muslim), sejatinya Indonesia bisa dibilang sebagai negara yang toleran. Bagaimana tidak, pada saat beberapa negara lain dengan lugas melarang Ahmadiyah mengatasnamakan diri mereka Islam, di negeri ini belum ada keputusan tegas dari Pemerintah. Saat Prancis melarang kaum Muslimah mengenakan Jilbab, di negeri ini siapapun wanita boleh mengeskpresikan keputusannya dalam berbusana, termasuk kebebasan untuk mengumbar aurat.

Minoritas non-Muslim cukup nyaman di sini, berbeda dengan minoritas Muslim di Rusia, Cina, Nigeria, Thailand, atau Myanmar dan negara-negara minoritas Muslim lain; mereka terus diusik dan dizalimi. Di Belanda, Partai Kebebasan yang dipimpin Geerds Wilder bahkan selalu menyerukan pengusiran Muslim dari daratan Eropa. Bahkan muncul agenda anti Muslim yang kemudian menjadi agenda utama Sayap Kanan di Eropa.

Mereka boleh ribut soal diskriminasi pendirian rumah ibadah. Faktanya, merujuk data Kementerian Agama tahun 2004 hingga 2007, pendirian gereja Katolik  naik 153 persen, gereja Protestan 131 persen, vihara bertambah 368 persen dan  pura Hindu naik 475,25 persen; sedangkan masjid hanya 64 persen (Republika Online, 02/06/12).

Justru di AS dan negara-negara Eropa seperti Jerman dan Inggris sering terjadi sikap intoleransi rumah ibadah. Beberapa masjid legal di sana diserang dan dindingnya dicoret-coret dengan berbagai  tulisan berisi penghinaan Islam. Surreycomet melaporkan bahwa kelompok demonstran bertopeng melemparkan botol bir dan buang air kecil, serta meletakkan daging babi usai aksi pawai yang bertujuan untuk melawan ekstremisme Islam (Surreycomet.co.uk, 22/11/10).

Jadi apalagi alasan anda untuk menyuarakan Indonesia Tanpa Diskriminasi? Ada alasan lebih logis-kah? Maka kesimpulannya Indonesia Tanpa Diskriminasi adalah permainan kaum liberal sebagai corong Barat. Karakteristik kaum liberal adalah menjadikan kebebasan sebagai fokus utama mereka, yakni kebebasan tanpa batas yang menerjang norma-norma agama. Tema sentral yang biasa mereka usung ialah pemisahan agama dari politik, demokrasi, HAM, kesetaraan jender, kebebasan penafsiran teks agama, toleransi beragama, kebebasan berekspresi, persamaan agama (pluralisme).


© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. setuju bro... ane jg g sependapat dg ente..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti ente sependapat dengan siapa mas Bro? :)

      Delete
  2. sorrry bro mksud ane tu spendpat dg ente.. hehehe ad huruf yg nyelip yg bkin mknanya jd blawana... kurang krjaan bgt tu hruf pake nyelip sgala...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terus bagaimana Mas Bro... apa masih mau Indonesia Tanpa Diskriminasi? atau tolak saja mereka?

      Delete

Apa opini dari anda?