Mana Dalil yang Menyatakan Perayaan Maulid Haram? - Soffah.Net

4

Bismillahirrahmanirrohim...

Di sini saya menjawab Artikel atau catatan yang tidak ber bobot dan kehilangan arah yang terletak di blog nama nya Abuafifah, description (Blog Pribadi Zaenal Arifin, Menebar Cahaya Sunnah ) yang katanya Artikel MUSLIM.OR.ID, Artikel sampah kok ya di muat toh..! baik saya kutipkan hujjah yang nampak konyol itu, guna untuk kita pecah kan. Pertama disitu tercatat seperti ini :

“Salah satu keanehan dari para pro maulid, mereka Menanyakan mana dalil yang mengharamkan maulid secara khusus. Padahal seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan untuk merayakan maulid atau mengekspresikan cinta Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- dengan maulid?.”

Jawaban saya pada catatan ini : Masalah ini terbalik ketika para pro maulid menanyakan mana dalil yang mengharamkan secara khusus, lalu di situ membantah, Seharusnya yang di tanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan?. Ini  yang nulis sadar tidak sih....! ingat.. Maulid ini ada sejak dahulu sebelum salafi wahabi di lahirkan...! kemudian tiba-tiba datang yang masih kemaren soreh langsung main tuding sana-sini kalau maulud itu haram katanya...! Maka yang di tuding ( pro maulid ) ya wajarlah menanyakan mana dalil pengharaman nya, toh yang menuding mengharam kan mereka dulu, Kok malah salafi wahabi mengatakan (“seharusnya yang ditanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan”), perkata’an ini lucu plus membuat saya kegelihan...! ya tidak perlu menanyakan mana dalil nya wahai salafi ahabi...! Masing-masing pro maulid itu sudah mengantongi dalil yang kuat, Anda tidak usah repot-repot mencari bahan atau materi kalau cuman mau membuat pro maulid jadi menertawakan anda, dengan ini pun kami menulis sambil tertawa ini

Ya sudah lebih baik kita husnudzzon saja, Mungkin salafi wahabi nya ketika menulis artikel itu baru bangun tidur... sehingga daya pikir nya masih belum jernih... ya sudah tidak mengapa, hanya himbauan lebih baik jikalau anda mau menulis jangan pas bangn tidur ya duhai wahabi.

Mari kita lanjutkan catatan itu, saya kutip lagi Bagian ini :

Ibnu Taimiyah lebih memperjelas kaedah antara ibadah dan non-ibadah. Beliau rahimahullah berkata,

Hukum asal ibadah adalah tawqifiyah (dilaksanakan jika ada dalil). Ibadah tidaklah diperintahkan sampai ada perintah dari Allah. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (QS. Asy Syura: 21). Sedangkan perkara adat (non-ibadah), hukum asalnya adalah dimaafkan, maka tidaklah ada larangan untuk dilakukan sampai datang dalil larangan. Jika tidak, maka termasuk dalam firman Allah (yang artinya), Katakanlah: Terangkanlah kepadaku tentang rezki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal (QS. Yunus: 59). Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik yang membuat syariat yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan yang tidak diharamkan. (Majmu Al Fatawa, 29: 17).

Tanggapan saya : Mereka membawa atau menyuguhkan perkataan Ibn taimiyah ini sebagai hujjah, dalam hal ini menunjukkan  bahwa salafi wahabi dengan upaya yang sangaaat.... dalam mencari dalil kesana-kesini tetaaap... saja tidak menemukan dalil yang soreh, Akhirnya perkataan ibn taimiyah di atas di jadikan landasan, Hal ini sangatlah tidak bisa di terima dengan akal yang sehat, Mengapa?

Pertama : ibn taimiyah tidak termasuk ulama mujtahid dalam pandangan kami, kami berdasarkan pendapat-pendapat ulama salaf yang mayoritas, saya berikan contoh kecil, seperti Imam Adz-dzahabi pedahal murid nya sendiri menolak metode ibn taimiyah karna kekacauan nya dalam berpikir,

Kedua : okelah misalkan perkataan ibntaimiyah di paksakan untuk sebagai dalil mereka, mari kita teliti apa yang di sampaikan ibn taimiyah, ibn taimiyah membawa ayat ini : Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? (QS. Asy Syura: 21).

Tanggapan (a)  :
1) Apakah dengan ayat ini Berarti Allah menegaskan melarang Maulid nabi?.
2 ) Apakah salafi wahabi menganggap Maulid sebagai syari’at? Hingga menjadikan perkataan ibn taimiyah ini di jadikan dalil?

(B) kemudian menukil kitab nya sendiri  : Oleh karena itu, Allah mencela orang-orang musyrik yang membuat syariat yang tidak diizinkan oleh Allah dan mengharamkan yang tidak diharamkan. (Majmu Al Fatawa, 29: 17).

Tanggapan (b)  :
1) apakah salafi wahabi tidak teliti, ataukah salafi wahabi tidak mengetahui definisi MUSYRIK? Sehingga perkataan ibn taimiyah yang semacam ini di lontarkan pada orang yang pro maulid, Artinya  Orang yang pro maulid MUSYRIK begitu...? jikalau jawaban nya Iya, berarti salafi wahabi terjerumus  pada perkataan nya sendiri..! Telah membuat hukum syari’at sendiri tanpa ada tuntunan dari alquran maupun hadist, Inikah yang di sebut MUSYRIK?.

Saya lanjutkan, Mari kita kutip kembali bagian ini :

Atau mungkin Maulid bukan ibadah? Lantas kenapa capek-capek merayakannya kalau bukan maksud ibadah? Bukankah merayakan maulid untuk menunjukkan cinta Rasul, maka tentu pahala yang ingin diraih?

Sehingga tidak tepat dan terasa aneh jika dalam masalah Maulid, ada yang berujar, Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu saja kok repot . Maka cukup kami sanggah bahwa hadits Aisyah sudah sebagai dalilnya yaitu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak" (HR. Muslim no. 1718).

Tanggapan yang Ini : apakah maulid bukan ibadah?..... maka tentu pahala yang ingin diraih?
Baiklah sekarang saya bertanya pada anda salafi wahabi, apakah anda membangun sebuah blog atau website itu ibadah? Anda akn menjawab Bukan ini adalah urusan duniawi atau non-syar’iyah..!. Padahal anda sendiri bersemboyan di dunia maya menebar ilmu dan sunnah rasul tak lain hanya mengharap pahala...!

Ayo jelaskan pada kami mengharap pahala atau mengharap materi/ekonomi?  Jikalau anda tetap ngotot menebar sunnah Nabi itu bukan urusan ibadah berarti anda berdakwah mencari materi! Jikalau anda berdakwah atau menebar sunnah mengharap materi/ekonomi sama hal nya anda hidup menunggangi agama, Hal demikian sangat buruk. Apakah lalu anda akan mengatakan tidak mengharapkan apa-apa? Jikalau iya berarti anda adalah orang yang Laghwun ( menghabiskan waktu dengan sia-sia ) hal ini sangatlah jelek bagi orang yang beriman..! Lalu bagai mana? Apakah anda akan menyetujui bahwa apa yang anda lakukan (menebar sunah) itu akan mendapat pahala? Kalau iya berati dakwah anda termasuk ibadah, karena berhubungan dengan pahala..! Kalau anda setuju dakwah anda bernilai pahala berarti anda terperosok pada bid’ah seperti bid’ah nya yang anda lontarkan kepada pro maulid, Bagaimana?.

Kemudian saya tanggapi yang ini : Sehingga tidak tepat dan terasa aneh jika dalam masalah Maulid, ada yang berujar, Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu saja kok repot . Maka cukup kami sanggah bahwa hadits Aisyah sudah sebagai dalilnya yaitu Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak (HR. Muslim no. 1718).

Hanya dengan perkataan ini (“sudah cukup kami sanggah bahwa hadits Aisyah sudah sebagai dalilnya” ) Oh tidaaak... jikalau hanya dengan itu anda berdalil itu artinya anda miskin dalil wahai salafi wahabi, saya menulis catatan ini saja bahkan tidak mencantumkan satu dalil pun tentang maulid...! Mengapa? Karena kalau saya sampai mencantumkan dalil masalah maulid, maka catatan ini akan full dengan dalil, Begini saja duhai salafi wahabi anda baca  secuil dalil yang pernah kami post terdahulu disini : Maulid katanya bid'ah nanti kalau menurut anda masih kurang akan saya tambah lagi, dalil nya masih segudang







Blog yang saya kutip bisa anda lihat di sini : http://abuafifahassalafy.wordpress.com/2014/01/10/mana-dalil-yang-menyatakan-perayaan-maulid-haram/

Yang katanya dari MUSLIM.OR.ID  http://muslim.or.id/

© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. sami mawon... yang pro maulid pasti kerjaaanya minta sumbangan buat hajat maulid, yang anti maulid pasti kerjaanya menolak sumbangan buat hajat maulid... yang pro maulid pasti nutup jalan buat perayaan maulid, yang anti maulid pasti marah marah jalannya ditutup buat perayaan maulid....

    ReplyDelete
  2. http://shufi-indonesia.blogspot.com/2014/08/merayakan-maulid-nabi-saw-dan-pembelaan.html

    ReplyDelete
  3. Yg jelas urus diri sendiri, keluarga dan orang2 yg bermaksiat dg ilmu dan akhlak. Jangan ngurusin orang2 yg sudah solat dll. Nanti Hidayah akan datang apabila kita fokus perbaiki diri dan memberi manfaat buat masyarakat

    ReplyDelete

  4. Fans^^Bett1nG J_u_d_i On^^line Terpercaya
    Proses Depo dan WD hanya dalam waktu 3 menit .. buruan D4ftar ya :)

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?