Janganlah Menghasud Atau Mau di Hasud - Soffah.Net

1

Dengki, Hasud, semua ini adalah perbuatan iblis, penyakit ini jarang di rasakan umat manusia kecuali orang yang ta’at pada ilmu syari’at nya, hasud, dengki ini tingkah laku iblis ketika Allah mewujudkan Nabi adam alaihissalam, Iblis tidak ada henti-hentinya menghasud dan mencela, oleh karena itu kita semua harus pandai-pandai bertafaqqur mewasdiri, apakah penyakit itu tidak menjangkit pada hati kita?

Hasud dan sejenisnya ini sangatlah tercela dalam pandang sang kholiq, maka barang siapa yang menghasud (adu domba) dan orang yang terbawa oleh hasudan nya maka ia kelak di jadikan satu dengan penghasud, Kemudian penyakit hasud ini di samping amalan iblis, hasud juga di adopsi oleh orang yahudi Allah telah berfirman di dalam AlQur’an (yang artinya), “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar.” (QS. AnNisaa : 54)

[عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ]  متفق عليه .

Diriwayatkan Anas bin Malik  bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “ Janganlah kalian saling membenci, saling hasud (dengki), saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari” (Muttafaq Alaih)

Kemudian di jelaskan oleh Imam Ahmad rahimahullah dan at-Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan hadits dari az-Zubair bin al-Awwam Radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمْ: اَلْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ ، وَالْبَغْضَاءُ هِيَ الْحَالِقَةُ ، حَالِقَةُ الدِّيْنِ لاَ حَالِقَةُ الشَّعْرِ ، وَالَّذِيْ نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَفَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِشَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

“Penyakit umat-umat sebelum kalian telah menyerang kalian yaitu dengki dan benci. Benci adalah pemotong; pemotong agama & bukan pemotong rambut. Demi Dzat dan jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalian tak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian saling mencintai ? Sebarkanlah salam diantara kalian. ”

Hadist ini juga senada, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menhaturkan pada kita:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لاَتَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا ، وَلاَتُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا ، أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابْبْتُمْ: أَفْشُوْا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Demi Dzat dan jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai ? Sebarkan salam di antara kalian. ”

Juga seperti yang di bawa oleh Abu Darda' Radhiyallahu 'anhu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصَّلاَةِ وَالصِّيَامِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوْا: بَلَى. قَال: إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ ، وَ فَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ.

“Maukah kalian aku jelaskan sesuatu yang lebih baik daripada derajat shalat, puasa & sedekah?' Para Shahabat berkata, 'Ya. ' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Mendamaikan orang yang berselisih. Dan rusaknya hubungan persaudaraan adalah pemotong (agama). “.

Di antara hal yang dilarang ialah menelantarkan orang Muslim lainnya. Seorang Muslim diperintahkan menolong saudaranya yang muslim. Rasulullah bersabda Shallallahu 'alaihi wa sallam:

اُنْصُرْ أَخَاكَ ظَالِـمًا أَوْ مَظْلُوْمًا. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ نَصَرْتُهُ مَظْلُوْمًا ، فَكَيْفَ أَنْصُرُهُ ظَالِـمًا ؟ قَالَ: تَكُفُّهُ عَنِ الظُّلْمِ، فَذَاكَ نَصْرُكَ إِيَّاهُ.

“Tolonglah saudaramu yang zhalim atau dizhalimi. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, aku menolongnya jika ia dizhalimi. Bagaimana aku menolongnya jika ia menzhalimi?' Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, ‘Engkau cegah dia dari berbuat zhalim, itulah pertolonganmu terhadapnya”.

Kemudian dalam hadist lain yang di riwayatkan oleh Harits bin Wahb bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْـجَنَّةِ: كُلُّ ضَعِيْف مُسْتَضْعَف ، لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللهِ لَأَبَرَّهُ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ: كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظ مُسْتَكْبِر

“Maukah kalian aku tunjukkan penghuni surga; yaitu setiap orang lemah yang dianggap lemah. Seandainya ia bersumpah atas nama Allah, pasti dikabulkan. Maukah kalian aku jelaskan penghuni neraka yaitu setiap orang yang congkak, angkuh dan sombong.

Tidak ada alasan bagi kita untuk mengingkari ini semua, selama kita masih menggigit iman dan taqwa kita, Dari Nu'man bin Basyir Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْـمُؤْمِنِيْن فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ ، تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْـحُمَّى.

“Perumpamaan kaum Mukminin dlm cinta-mencintai, sayang-menyayangi, dan simpati ibarat 1 tubuh. Jika salah 1 organ tubuhnya sakit, maka seluruh oragan tubuh yang lain mengeluh sakit seperti demam dan tak bisa tidur.” Seperti itulah orang mu’min yang sesungguhnya

Mari kita jauhi penyakit hasud, dengki dan sejenisnya, bahkan saya berpendapat penyakit hati jenis-jenis ini termasuk kronis dan terkategori stadium 4, jadi untuk menuju maqom suluq (saliq) atau memposisikan diri di jalan Allah saja sudah di luar leval bagi penghasud, Na’udzubillah



Rujukan :
1). Hasan. HR. at-Tirmidzi (no. 2510 ), Ahmad (I/165, 167), & lainnya.
2). Shahih. HR. Bukhori (no. 5025, 7529), Muslim (no. 815), & lainnya dari Shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu'anhuma.
3). Jami'ul ‘Ulum wal Hikam (II/260-263)
4). Dinukil dari Kitabul ‘Ilmi (hlm. 72-75).
5). Shahih. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/50, 92), & Abu Dawud (no. 4031), dari Shahabat Ibnu ‘Umar Radhiyallahu 'anhuma. Lihat Shahih al-Jami'ish Shoghir (no. 6149)
6). Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhori (no. 13) Muslim (no. 45), Nasa-i (VIII/115), at-Tirmidzi (no. 2515), Darimi (II/307), Ibnu Majah (no. 66), & Ahmad (III/176, 206, 251, 272, 278, 279), dari Anas Radhiyallahu 'anhu .


© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger


  1. Fans^^Bett1nG J_u_d_i On^^line Terpercaya
    Proses Depo dan WD hanya dalam waktu 3 menit .. buruan D4ftar ya :)

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?