Dalil Tahlilan 3 - Soffah.Net

1

Dengan beberapa pertanya’an yang di ajukan oleh syeikh wahabi tentang mas’alah Tahlil, dan beberapa jawaban yang telah saya berikan semuanya berdasarkan Hadist Shoheh, namun memang nampak disini syeikh wahabi hanya mencari celah, beliau membawa riwayat sebagai berikut :

(“Banyak riwayat yang membuktikan bahwa riwayat Ats-Tsauriy dari Thaawuus melalui perantaraan perawi lainnya. Itu pertama. Adapun yang kedua, benar kata antum bahwa Ats-Tsauriy keluar dari negerinya setelah Thaawuus meninggal.

أَخْبَرَنَا ابن رزق، قال: أَخْبَرَنَا عثمان بن أحمد، قال: حَدَّثَنَا حنبل بن إسحاق، قال: قال أبو نعيم: خرج سفيان الثوري من الكوفة سنة خمس وخمسين ومائة ولم يرجع، ومات سنة إحدى وستين ومائة، وهو ابن ست وستين فيما أظن
Telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu Rizq, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami 'Utsmaan bin Ahmad, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Hanbal bin Ishaaq, ia berkata : Telah berkata Abu Nu'aim (Al-Fadhl bin Dukain) : "Sufyaan Ats-Tsauriy keluar dari Kuufah pada tahun 155 H, dan kemudian ia tidak kembali lagi. Ia meninggal tahun 161 H dalam usia 66 tahun sebagaimana yang aku kira" [Taariikh Baghdaad, 10/242 - biografi Sufyaan Ats-Tsauriy].

Sanad riwayat ini shahih, semua perawinya tsiqaat

Riwayat ini menunjukkan penafikkan yang jelas adanya kemungkinan pertemuan antara Sufyaan Ats-Tsauriy dengan Thaawuus bin Kaisaan rahimahumullah.”)

POKOK PERMASALAHAN yang saya Ambil di atas adalah : (“Banyak riwayat yang membuktikan bahwa riwayat Ats-Tsauriy dari Thaawuus melalui perantaraan perawi lainnya.”)

Iyalah mempermasalkan Karna IMAM ATS-TSAURIY dengan IMAM THAAWUS melalui perantaraan dalam rawinya. Bisa di lihat dengan jelas hal ini hanyalah mencari-cari cellah supaya bisa atau dapat menyimpulkan (“"Kesimpulan : Tahlilan sampai tujuh hari ternyata (BUKAN) tradisi para sahabat Nabi Saw dan para tabi'in").

Didalam menyikapi hal ini sangatlah praktis, mengingat beberapa saudara sebenarnya malas mau membahas hal ini di kenakan Dalam hal ini sudah matang, mayoritas ulama’ telah sepakat dan Ijma’ kenapa kita yang baru muncul mau memasak kembali, apakah kita meragukan kemampuan atau keilmuan imam madzhab? Dan seperti imam-imam terdahulu yang sholeh,

Baiklah kita sedikit tengok latar belakang perowi yang mengatakan sampainya pahala pada mayat yaitu (imam Thaawus)

Nama lengkap beliau adalah Thowus bin Kaisan Al Yamani Al Humari. Abu Hatim bin Hibban dan Abu Bakar bin Manjawaeh berkata " ibunya berasal dari keturunan Persia dan ayahnya berasal dari Qosit. Adz Dzahabi berkata " menurutku ia dilahirkan pada masa kekhalifahan Ustman bin Affan atau sebelumnya ". Ada yang menyebutkan bahwa namanya " Dzakwan " dan " Thowus " hanya laqob baginya
Thowus adalah seorang yang alim, kokoh, kuat, rapi dan paham terhadap ma'na-ma'na Al Qur'an. Dan pemahaman beliau terhadap Al Qur'an dikarenakan sangking seringnya beliau bermajlis dengan para sahabat, Hanya saja beliau lebih sering bermajlis dengan sahabat " Ibnu Abbas " sehingga beliau lebih banyak mengambil darinya tentang penafsiran Al Qur'an dari pada dari sahabat yang lain. Dan Thowus juga sebagai orang yang waro' dan amanah sampai Ibnu Abbas berkata tentangnya " sungguh aku tidak menyangka bahwa Thowus termasuk ahli jannah

Dan ulama’-ulama’ besarpun memujinya dan bersaksi, seperti
1 : Abdurrahman bin Abi Bakar Al Mulayili berkata " aku pernah meihat Thawus dengan tanda bekas sujud diantara kedua matanya
2 : Atho' bin Abi Robah dari Ibnu Abbas berkata " sesungguhnya aku yakin bahwa Thawus adalah seorang penghuni surga
3 : Ibnu Syihab berkata " jika kamu melihat Thawus maka kamu akan melihat bahwa dia bukanlah tipe pendusta
4 : Ibnu Hibban berkata " dia adalah ahli ibadah di Yaman, ahli fikih dan merupakan pembesar tabiin
5 : Amru bin Dinar berkata " aku belum pernah melihat seseorang seperti Thowus
6 : Ibrohim bin Maisaroh berkata " tidaklah aku melihat seseorang semulia amirul mu'minin ( Sulaiman bin Abdul Malik ) kecuali Thowus "

Yang perlu anda ketahui iyalah ulama’-ulama’ di atas adalah perowi hadist bukan sembarang orang seperti kita ini.

Dan guru beliau salah satunya adalah :
Al Mizi berkata " dia meriwayatkan hadits dari beberapa orang yaitu
1 : Jabar bin Abdulloh,
2 : Hajar Al Mudarri,
3 : Ziyad bin Al A'jam,
4 : Zaid bin Arqom,
5 : Abdulloh bin Saddad bin Al Hadi,
6 : Abdulloh bin Abbas,
7 : Abdulloh bin Umar bin Al Khotob,
8 : Abdulloh bin Amr bin Al Ash,
9 : Muadz bin Jabal,
10 : Abu Huroiroh,
11 : Sayyidah Aisyah

Siapakah beliau-beliau itu? Di atas adalah ASHAB dan KETURUNAN Nabi

Dari Sufyan berkata " aku pernah mendengar Thowus berkata " tidak ada yang bisa mengembalikan ( mengingatkan ) seseorang kepada agamanya kecuali kubur"
Kemudian Muhammad bin Umar Al Waqidi, Yahya bin Al Qoththan dan Al Haitsam serta yang lain mengatakan " Thowus meninggal dunia pada tahun 106 H ada yang mengatakan bahwa kematiannya adalah pada hari tarwiah di bulan Dzulhijah, khalifah Hisyam bin Malik ikut dalam menyolati jenazahnya Dari Abdur Rozaq dari ayahnya berkata " Thowus meninggal dunia di Makkah, penduduk Makkah tidak langsung mensholati hingga datangnya khalifah Hisyam bin Abdul Malik dengan pengawalnya .

Hal ini bisa anda lihat di
1 Bidayah wa nihayah juz 6/262
2 Tahdzib al kamal
3 tafsir wal mufassir
4 syiar alam nubala' 5/44
5 ibid 5/39
6 ats tsiqot 4/391
7 syiar alam nubala' 5/523
8 tahdzib al kamal 13/158
9 tahdzib at tahzib 5/9

Maka yang bisa kita tarik dari sini adalah, Bagaimana bisa syeikh surya noor menyimpulkan "Kesimpulan : Tahlilan sampai tujuh hari ternyata (BUKAN) tradisi para sahabat Nabi Saw dan para tabi'in"
Sedangkan imam Thowus saja berguru kepada beberapa sahabat dan keturunan nabi, itu artinya imam thawus hidup di masa Sahabat nabi, Bahkan Menurut imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Saw bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihat Nabi Saw. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi Saw.

La kalau Imam thowus saja berkata tahlilan atau hadiah kita itu sampai pada mayat apakah pada waktu itu tidak ada yang bertahlil atau bertanya tentang tahlil?

Ataukah menurut syeihk surya noor beranggap imam thowus menjelaskan tahlilan yang akan terjadi pada abad 21 ini? Lahaula walaa kuwwata....

Mungkin itu sebabnya ajaran wahabi di jauhi orang, di karnakan suka memperuncing suasana
Dari Asma bin ‘Ubaid, ia berkata:

دَخَلَ رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ الأَهْوَاءِ عَلَى ابْنِ سِيرِينَ فَقَالاَ يا أَبَا بَكْرٍ نُحَدِّثُكَ بِحَدِيثٍ؟ قَالَ لاَ قَالاَ فَنَقْرَأُ عَلَيْكَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ؟ قَالَ : لاَ ، لَتَقُومَانِ عَنِّى أَوْ لأَقُومَنَّ قَالَ فَخَرَجَا فَقَالَ بَعْضُ الْقَوْمِ : يَا أَبَا بَكْرٍ وَمَا كَانَ عَلَيْكَ أَنْ يَقْرَآ عَلَيْكَ آيَةً مِنْ كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى؟ قَالَ : إِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْرَآ عَلَىَّ آيَةً فَيُحَرِّفَانِهَا فَيَقِرُّ ذَلِكَ فِى قَلْبِى

Dua orang ahlul ahwa datang kepada Ibnu Sirin, mereka berdua berkata: “wahai Abu Bakr, kami akan membacakan kepadamu satu hadits!” Ibnu Sirin berkata: “Tidak!”, mereka berdua berkata: “kalau begitu kami akan membacakan kepadamu satu ayat dari Kitabullah?” Ibnu Sirin berkata: “Tidak! pergilah kalian dariku, atau aku yang pergi!” (Asma bin ‘Ubaid) berkata: maka mereka berdua keluar, lalu beberapa orang bertanya: “wahai Abu Bakr, kenapa engkau (tidak mau) ketika mereka akan membacakan kepadamu satu ayat dari Kitab Allah ta’ala?” Ibnu Sirinmenjawab: “aku khawatir mereka berdua akan membacakan kepadaku sebuah ayat, lalu mereka menyimpangkannya, kemudian hal itu (penyimpangan tersebut) akan menetap di hatiku.” [Diriwayatkan ad-Darimi dalam Sunan-nya (397), lihat Siyar A'lamin Nubala (11/285)]

Ma’mar berkata : Suatu ketika Ibnu Thowussedang duduk, kemudian datang seorang Mu’tazili lalu berbicara, Ibnu Thowus, lalu memasukkan dua jari ke telinganya dan berkata kepada anaknya:

أي بني أدخل أصبعيك في أذنيك واشدد، ولا تسمع من كلامه شيئاً

“Wahai anakku, masukkan dua jarimu ke dua telingamu dan kencangkanlah! Jangan engkau dengarkan apa yang ia katakan sedikitpun!”

[Diriwayatkan oleh Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah al-Kubro (2/446), Abu Nu'aim dalamHilyatul Auliya' (1/218), lihat Siyar A'lamin Nubala (11/285)]

Kiranya sekian yang bisa saya sampaikan dan melihat saudara-saudara juga sudah malas mau membahas tentang ini, Maka untuk saudara-saudaraku acungi jempol untuk syekh wahabi biar lega, mengingat ilmu beliau sangat melimpah ruah, Wal hasil hidayahlah yang harus kita harap


Mulai yang pertama saya posting Dalil Tahlilan, dan Dalil Tahlilan 2, sampai yang ini Dalil Tahlilan 3, Semuanya ini Berangkat dari Sini : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=303876503062729&set=a.272903182826728.72084.100003211456444&type=3&src=https%3A%2F%2Ffbcdn-sphotos-a-a.akamaihd.net%2Fhphotos-ak-ash2%2Ft1%2F34711_303876503062729_285543863_n.jpg%3Flvh%3D1&size=335%2C500

Biar anda bisa langsung melihat semua komentar disitu


Wallohu A’lam



Bantahan dari syekh wahabi juga akan kami muat biar bisa terpecahkan

© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger


  1. Fans^^Bett1nG J_u_d_i On^^line Terpercaya
    Proses Depo dan WD hanya dalam waktu 3 menit .. buruan D4ftar ya :)

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?