Cerita Basi, Siapakah Wahabi? - Soffah.Net

1

Sesungguh nya kami sudah tidak minat untuk membahas hal ini, dan kamipun bingung mau di kasi judul apa catatan ini hingga kami membuat seadanya saja, Atau Mungkin catatan ini lebih Pas lagi kalau di kasi judul ( JIMAT PENGUSIR TIKUS ), Dalam Hal ini sejarah pun mencatat bahawa wahabi adalah golongan wahhabiyah, yaiutu penisbatan terhadap pendirinya Muhammad Ibnu Abdil wahhab At-tamimi An-najdi, Hal ini jangan lah anda memaksakan diri untuk merenovasi,

Kami nyalakan sedikit api :

berikut bukti pengakuan dari Syaikh Wahabi yakni Ibnu Baz dalam kitab Fatawa Nur ‘ala al-darb pada pertanya'an yang ke 6 sebagai berikut :

س 6 – يقول السائل: فضيلة الشيخ، يسمي بعض الناس عندنا العلماء في المملكة العربية السعودية بالوهابية فهل ترضون بهذه التسمية؟ وما هو الرد على من يسميكم بهذا الاسم؟

“Pertanya'an ke 6 – Seseorang bertanya kepada Syaikh : Sebagian manusia menamakan Ulama-Ulama di Arab Saudi dengan nama Wahabi [Wahabiyyah], adakah antum ridho dengan nama tersebut ? dan apa jawaban untuk mereka yang menamakan antum dengan nama tersebut ?”
Syaikh Ibnu Baz menjawab sebagai berikut :

الجواب: هذا لقب مشهور لعلماء التوحيد علماء نجد ينسبونهم إلى الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمة الله عليه

“Jawaban : Penamaan tersebut masyhur untuk Ulama Tauhid yakni Ulama Nejed [Najd], mereka menisbahkan para Ulama tersebut kepada Syaikh Muhammad ibnu Abdil Wahhab.
dan bahkan Ibnu Baz memuji nama tersebut, ia berkata :

فهو لقب شريف عظيم

“Nama itu (Wahhabiyah) adalah panggilan yang sangat mulia dan sangat agung”.
Sungguh pengakuan yang sangat jujur yang seharusnya dimiliki oleh semua Syekh Salafi-Wahabi, kenapa harus main curang kalau memang yakin dengan kebenaran dakwah Wahabi ? lagi pula kebenaran dan kesesatan bukan pada sebuah nama atau julukan, justru kebohongan yang semakin lama semakin banyak Nampak ke permukaan, akan membuat para penggemar Salafi-Wahabi kecewa, ketika mereka tau ternyata Wahabi bukan bermanhaj Salaf.

Kami tutup sejenak api ini

Sebelum kami mulai lebih jauh ijinkan kami berbisik terlebih dahulu pada Rabb kami
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين سيدنا ومولانا محمد أبي القاسم الأمين, وعلى آله وصحبه أجمعين. اللهم اهدنا في من هديت, وعافنا في من عافيت, وتولنا في من توليت, وبارك لنا في ما أعطيت, وقنا واصرف عنا برحمتك شر ما قضيت. وبعد

Segala puji bagi Allah, Rabb (pengatur muthlaq) alam semesta. Shalawat serta Salam senantiasa mengalir, kekal abadi selamanya kepada Rasul pilihan. Nabi Muhammad bin Abdillah yang dipercaya oleh seluruh makhluk. Begitu pula atas keluarga-Nya, shahabat-shahabat beliau tanpa terkecuali. Ya Allah, karuniakan kepada kami Hidayah dan himpunkan kami bersama orang-orang yang telah memerolehnya. Ya Allah, 'afiatkan raga dan roh (jiwa) kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau 'afiatkan raga dan roh (jiwanya), terutama pada detik-detik perpisahan nanti. Ya Allah, mantapkan ketawakkalan kami kepada-Mu dan gabungkan kami bersama orang-orang yang telah Engkau teguhkan jiwa tawakkalnya kepada-Mu. Ya Allah, berkahilah untuk kami segala apa yang telah dan yang akan Kau beri, dan bentengi serta hindarkanlah kami dengan Rahmat-Mu dari segala kejelekan yang termaktub diatas papan yang di kekalkan.

Ya Allah ya Kholiq kuatkanlah kami dari hujatan-hujatan mereka yang masih engkau sesatkan dan engkau gelapkan jalan mereka, kami mencari ridlomu ya Robb dalam menyusun dan mencatat ini semua, henya engkau yang mempu meluruskan jalan kesesatan mereka, dan hanya engkau yang mampu memberikan ketabahan ketika catatan ini di hujani duri-duri oleh mereka, kami berserah diri untuk engkau ya Allah.
Kami buka dengan kata : Pembela’an Terhadah Muhammad Ibnu Abdil Wahhab itu adalah Hipnotis Tiada Tara.

Ada yang membela sampai kegerahan (sumer)begitu dalam mengharumkan nama Nabinya ya'itu Muhammad Ibnu Abdil wahhab ini dengan metode yang sudah basi, namun ternyata masih saja ada yang tertutup pandangan nya, Berikut ini saya kutipkan Catatan yang masih baru di posting oleh anak-anak wahabi,

Sebelum anda membaca lebih baik anda pahami dulu pola halaman ini, Untuk Kutipan dari catatan Wahabi kami beri latar hitam, biar sesuai dengan latar belakang wahabi. kemudian yang bertumpuk warna merah adalah bantahan Kami atau lebih halus dengan tanggapan kami, berikut ini seperti yang kami kutip :
=================================================================== Penulis: Ustadz wahabi Ruwaifi’ bin Sulaimi Lc

Meluruskan Tuduhan Miring tentang Wahhabi
1. Tuduhan: Asy- Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang mengaku sebagai Nabi[3], ingkar terhadap Hadits nabi[4], merendahkan posisi Nabi, dan tidak mempercayai syafaat beliau.
Bantahan:

a.  Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang yang sangat mencintai Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Hal ini terbukti dengan adanya karya tulis beliau tentang sirah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, baik Mukhtashar Siratir Rasul, Mukhtashar Zadil Ma’ad Fi Hadyi Khairil ‘Ibad atau pun yang terkandung dalam kitab beliau Al-Ushul Ats-Tsalatsah.
Saya menjawab : Ini bukan Fitanah duhay wahabi...., Yang mengatakan Ulama mekah sendiri, Mufti Mazhab Syafi’e Ahmad bin Zaini Dahlan 1304 H yang merupakan tokoh ulama Mekah pada zaman Sultan Abdul Hamid menyatakan dalam kitabnya "Ad-Durarus Saniyyah Fir Roddi ‘Alal Wahhabiyah hal. 42: " Wahhabiyah merupakan golongan pertama yang mengkafirkan umat islam 600 tahun sebelum mereka dan Muhammad bin Abdul Wahhab berkata: Aku membawa kepada kamu semua agama yang baru dan manusia selain pengikutku adalah kafir musyrik"

Anda mau ngotot-ngotot membelanya itu anda sendiri juga tidak menemui masa hidupnya Muhammad bin Abdul wahhab,dari dulu anda teriak-teriak jangan taqlid... Lah anda sendiri taqlid buta sama Muhammad Ibn Abdil wahhab, bagaimana itu? jangan lupa di baca kitab di atas ya.

b. Beliau berkata: “Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam telah wafat –semoga shalawat dan salam-Nya selalu tercurahkan kepada beliau–, namun agamanya tetap kekal. Dan inilah agamanya; yang tidaklah ada kebaikan kecuali pasti beliau tunjukkan kepada umatnya, dan tidak ada kejelekan kecuali pasti beliau peringatkan. Kebaikan yang telah beliau sampaikan itu adalah tauhid dan segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sedangkan kejelekan yang beliau peringatkan adalah kesyirikan dan segala sesuatu yang dibenci dan dimurkai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus beliau kepada seluruh umat manusia, dan mewajibkan atas tsaqalain; jin dan manusia untuk menaatinya.” (Al- Ushul Ats-Tsalatsah)
Tanggapa Kami :Ini bukan fitnah, dan bahkan Ustdz Wahabipun mengakuinya, dengan tidak sadar mengatakan dan telah di akui nya, coba kami kutip kembali kalimat di atas kemudian perhatikan kata yang saya garis bawahi ini, ("Kebaikan yang telah beliau sampaikan itu adalah tauhid dan segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sedangkan kejelekan yang beliau peringatkan adalah kesyirikan dan segala sesuatu yang dibenci dan dimurkai Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus beliau kepada seluruh umat manusia, dan mewajibkan atas tsaqalain; jin dan manusia untuk menaatinya.") Ini Artinya kaum wahabi dan para ustadz-ustadz nya mengakui bahwa Muhammad Ibn Abdil wahhab adalah Utusan Allah, Utusan Allah = Rasul nya Allah, bukan kah ini jelas?, ini namanya persetujuan kaum wahabi, bukan bantahan dari wahabi.

Tidak sebatas itu, Sama halnya seperti yang di akui mufti ini :


آل الشيخ: المفتي يقوم مقام النبي

اعتبر مفتي عام السعودية الشيخ عبدالعزيز آل الشيخ إن المفتي يقوم مقام النبي عليه السلام في الأمة نظرا لما يمتلكه المفتي من فضل عند الصحابة والتابعين. وشدد آل الشيخ على هامش مؤتمر الفتوى وضوابطها المنعقد في منطقة مكة المكرمة شدد على إن ما يدل على سمو منصب المفتي تهيب الكثير من السلف من الإقدام على الفتوى, مؤكدا أهمية وخطورة الفتوى في الإسلام. وذكر آل الشيخ أن كتب أهل العلم توضح أن المتصدين للفتوى كانوا يتهيبون ويتريثون ويتوقفون في بعض الأحيان عن القول ولا يتحرجون من الاعلان عن عدم المعرفة في حال لم يتوصلوا الى اجوبة للمسائل التي تطرح عليهم.


Mufti negara Saudi Arabia yang bernama Abdul Aziz Bin Abdullah Al-Asyeikh yang terkenal membawa faham Wahhabi sejak beberapa tahun yang lalu, ini juga tidak mau kalah mengaku dirinya mengambil-alih tempat Nabi Muhammad dan menfatwakan dirinya mempunyai kehormatan yang tinggi melebihi para Sahabat Nabi dan para tabi'ien.

Pengakuan tokoh Wahhabi tersebut dinyatakan olehnya sendiri yang di publikasikan pada tanggal 19/01/2009M dalam satu muktamar yang diadakan olehnya sendiri dinamakan sebagai Muktamar Fatwa Wa Dhowabituha di Mekah. Pengakuan sungguh tiada tara! dokumen masih tetap utuh dan siap di buktikan
Langsung menuju website Timur Tengah

Kebaikan yang telah beliau sampaikan itu adalah tauhid? Apakah dengan cara begini, perhatikan perkata'an nya ini : “Sewaktu masalah ini (tauhid dan syrik) telah engkau ketahui niscaya engkau akan mengetahui bahwa mayoritas masyarakat lebih dahsyat kekafiran dan kesyirikannya dari kaum musyrik yang telah diperangi oleh Nabi” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 1 halaman 160). di buka kitab nya
c. Beliau juga berkata: “Dan jika kebahagiaan umat terdahulu dan yang akan datang karena mengikuti para Rasul, maka dapatlah diketahui bahwa orang yang paling berbahagia adalah yang paling berilmu tentang ajaran para Rasul dan paling mengikutinya. Maka dari itu, orang yang paling mengerti tentang sabda para Rasul dan amalan-amalan mereka serta benar-benar mengikutinya, mereka itulah sesungguhnya orang yang paling berbahagia di setiap masa dan tempat. Dan merekalah golongan yang selamat dalam setiap agama. Dan dari umat ini adalah Ahlus Sunnah wal Hadits.” (Ad-Durar As-Saniyyah, 2/21) Jawaban Kami : Saking merasanya ("Dan dari umat ini adalah Ahlus Sunnah wal Hadits"), Hingga Akidah Imam Nawawi Dan Ibnu Hajar Al-Asqolany dinyatakan Bukan Ahlus Sunnah Wal Jamaah oleh pewaris Muhammad Bin Wahhab.
Lihat yang di lakukan Tokoh terkemuka ajaran Wahhabi iaitu Muhammad bin Soleh Al-Utsaiimin menyatakan apabila ditanya mengenai Syeikh Imam Nawawi (Pengarang kitab Syarah Sohih Muslim) dan Amirul Mu’minien Fil Hadith Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqolany (Pengarang Fathul Bari Syarah Sohih Bukhari) lantas dia menjawab: "Mengenai pegangan Nawawi dan Ibnu Hajar dalam Asma’ Was Sifat (iaitu akidah) mereka berdua bukan dikalangan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”. Rujuk kitabnya Liqa’ Al-Babil Maftuh hal. 42-43 soal-jawab ke 373 cetakan Darul Watan Lin-Nasyr. Inikah yang di sebut ("Dan dari umat ini adalah Ahlus Sunnah wal Hadits") ?

d. Adapun tentang syafaat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau berkata –dalam suratnya kepada penduduk Qashim–: “Aku beriman dengan syafaat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliaulah orang pertama yang bisa memberi syafaat dan juga orang pertama yang diberi syafaat. Tidaklah mengingkari syafaat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ini kecuali ahlul bid’ah lagi sesat.” (Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal. 118)
Jawaban Kami : adapun dalam catatan nya yang lain apa anda tidak membaca sebegitu banyak nya, di antara nya :
1 Selain aku (Muhammad bin Abdul wahhab) tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu memahami (“lafat laa ilaha Illa Allah”) dengan sempurna.
2 Selain aku (Muhammad bin Abdul wahhab) tidak ada seorang pun yang mendapatkan anugrah dari Allah SWT untuk memahami islam secara sempurna.
3 Selain aku (Muhammad bin Abdul wahhab) tidak ada seorang pun yang layak di puji, baik di dunia maupun di akhirat.
4 Sesungguhnya aku (Muhammad bin Abdul wahhab) telah mencari ilmu, dan aku yakin ada seseorang yang menganggapku memiliki ilmu Ma’rifat, Sesungguhnya pada waktu itu aku tidak mengetahui makna lafadz (“lafat laa ilaha Illa Allah”) dengan sempurna, dan aku juga tidak mengetahui Islam dengan sempurna sebelum Allah SWT melmpahkan anugrah kepadaku, begitu juga para guruku, Tidak ada seorangpun yang mengetahui hal itu, Siapapun yang mengaku mengetahui makna (“lafat laa ilaha Illa Allah”) atau mengetahui makna islam sebelum waktu ini, atau mengira dari para gurunya, bahwa ada seseorang yang mengetahui makna (“lafat laa ilaha Illa Allah”) maka sesungguhnya ia telah dusta, mengada-ada, mengelabui orang banyak, dan memuji diri nya sendiri dengan pujian yang tak pantas. ( Mu’allafat Muhammad bin Abdul Wahab H 186-187.)

Lihat sendiri kitab nya, saya tidak menulis Text arab nya, tapi saya siap mencatatkan juga bilanama memerlukan text arabic nya.

2. Tuduhan: Melecehkan Ahlul Bait

Bantahan:

a. Beliau berkata dalam Mukhtashar Minhajis Sunnah: “Ahlul Bait Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mempunyai hak atas umat ini yang tidak dimiliki oleh selain mereka. Mereka berhak mendapatkan kecintaan dan loyalitas yang lebih besar dari seluruh kaum Quraisy…” (Lihat ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 1/446)

b. Di antara bukti kecintaan beliau kepada Ahlul Bait adalah dinamainya putra-putra beliau dengan nama-nama Ahlul Bait: ‘Ali, Hasan, Husain, Ibrahim dan Abdullah.
Saya menegaskan : Dan saya tidak akan banyak menanggapi masalah ini, Irit kami hanya begini, Wahhabi memang telah membunuh keturunan Rasulullah serta menyembelih kanak-kanak kecil yang masih di pangkuan ibunya ketika awal mula memasuki Kota Taif. hal ini terbukti, (Silahkan rujuk Kitab Umaro’ Al-bilaadul Haram hal. 297 – 298 cetakan Ad-Dar Al-Muttahidah Lin-Nasyr). 3. Tuduhan: Bahwa beliau sebagai Khawarij, karena telah memberontak terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah.
Al-Imam Al-Lakhmi telah berfatwa bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij ‘Ibadhiyyah, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.

Bantahan:

a. Adapun pernyataan bahwa Asy-Syaikh telah memberontak terhadap Daulah Utsmaniyyah, maka ini sangat keliru. Karena Najd kala itu tidak termasuk wilayah teritorial kekuasaan Daulah Utsmaniyyah [5]. Demikian pula sejarah mencatat bahwa kerajaan Dir’iyyah belum pernah melakukan upaya pemberontakan terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah. Justru merekalah yang berulang kali diserang oleh pasukan Dinasti Utsmani.
Lebih dari itu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan –dalam kitabnya Al- Ushulus Sittah–: “Prinsip ketiga: Sesungguhnya di antara (faktor penyebab) sempurnanya persatuan umat adalah mendengar lagi taat kepada pemimpin (pemerintah), walaupun pemimpin tersebut seorang budak dari negeri Habasyah.”
Dari sini nampak jelas, bahwa sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap waliyyul amri (penguasa) sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan bukan ajaran Khawarij. Bahkan Ulama madzhab Hanafi, al-Imam Muhammad Amin Afandi yang populer dengan sebutan Ibn Abidin Senada dengan Al-Imam Al-Lakhmi,beliau juga berkata dalam kitabnya, Hasyiyah Radd al-Muhtar sebagai berikut: كما وقع في زماننا في أتباع عبد الوهاب الذين خرجوا من نجد وتغلبوا على الحرمين, وكانوا ينتحلون مذهب الحنابلة, لكنهم اعتقدوا أنهم المسلمون وأن من خالفهم مشركون, ” واستباحوا بذلك قتل أهل السنة وقتل علمائهم حتى كسر الله شوكتهم وخرب بلادهم وظفر بهم ” عساكر المسلمين ” عام ثلاث وثلاثين ومائتين وألف. إ.هـ. “Keterangan tentang pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, kaum Khawarij pada masa kita. Sebagaimana terjadi pada masa kita, pada pengikut Ibn Abdil Wahhab yang keluar dari Najd dan berupaya keras menguasai dua tanah suci. Mereka mengikuti madzhab Hanabilah. Namun mereka meyakini bahwa mereka saja kaum Muslimin, sedangkan orang yang berbeda dengan keyakinan mereka adalah orang-orang musyrik. Dan oleh sebab itu mereka menghalalkan membunuh Ahlussunnah dan para ulamanya sampai akhirnya Allah memecah kekuatan mereka, merusak negeri mereka dan dikuasai oleh tentara kaum Muslimin pada tahun 1233 H.” (Ibn Abidin, Hasyiyah Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar, juz 4, hal. 262).
b. Mengenai fatwa Al-Lakhmi, maka yang dia maksudkan adalah Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya, bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya. Hal ini karena tahun wafatnya Al-Lakhmi adalah 478 H, sedangkan Asy- Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M. Amatlah janggal bila ada orang yang telah wafat, namun berfatwa tentang seseorang yang hidup berabad- abad setelahnya. Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya.

Berikutnya, Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara, dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi, hubungan antara Najd dengan Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yang diperingatkan Al-Lakhmi adalah Wahhabiyyah Rustumiyyah, bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya [6].
Bantahan Kami : Tidak usah memalingkan fakta, Para Ulama sudah sepakat bahwa penamaan pemahaman Muhammad bin Abdul Wahhab dinisbatkan kepada nama ayahnya agar dapat dibedakan dengan pemahaman Sayyidina Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam.

Cerita di atas akan di palingkan bahwa kaum Wahabiyyah sebenarnya adalah yang mengikuti pemahaman Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi, Ini tipuan gaya kuno

Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum Al-Khoriji Al-Abadhi adalah sosok lain. Sepak terjangnya tidak lah menjadi perhatian para ulama. Terjadinya jauh sebelum abad 12 H. Terlebih lagi dia tidak berasal dari Najd.

Yang dibacarakan orang banyak adalah ulama asal Najd yakni Muhammad bin Abdul Wahhab. Bahkan sebagian ulama berpendapat yang dimaksud dua tanduk setan dari Najd, salah satunya adalah Muhammad bin Abdul Wahhab

Bahkan ulama mereka sendiri Abdul Aziz bin Abdillah bin Bazz mentashhihkan kitab biografi Ulama Muhammad ibnu Abdil Wahhab karya Syaikh Ahmad ibn Hajar al- Butami yang menyampaikan bahwa Wahhabi adalah pengikut ulama Muhammad bin Abdul Wahhab

c. Lebih dari itu, sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kelompok Khawarij sangatlah tegas. Beliau berkata –dalam suratnya untuk penduduk Qashim–: “Golongan yang selamat itu adalah kelompok pertengahan antara Qadariyyah dan Jabriyyah dalam perkara taqdir, pertengahan antara Murji`ah dan Wa’idiyyah (Khawarij) dalam perkara ancaman Allah Subhanahu wa Ta'ala, pertengahan antara Haruriyyah (Khawarij) dan Mu’tazilah serta antara Murji`ah dan Jahmiyyah dalam perkara iman dan agama, dan pertengahan antara Syi’ah Rafidhah dan Khawarij dalam menyikapi para shahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (Lihat Tash- hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal 117). Dan masih banyak lagi pernyataan tegas beliau tentang kelompok sesat Khawarij ini. Ulama madzhab al-Maliki, al-Imam Ahmad bin Muhammad al-Shawi al-Maliki, ulama terkemuka abad 12 Hijriah dan semasa dengan pendiri Wahhabi, berkata dalam Hasyiyah ‘ala Tafsir al-Jalalain sebagai berikut: “Ayat ini turun mengenai orang-orang Khawarij, yaitu mereka yang mendistorsi penafsiran al-Qur’an dan Sunnah, dan oleh sebab itu mereka menghalalkan darah dan harta benda kaum Muslimin seperti yang terjadi sa'at ini pada golongan mereka, yaitu kelompok di negeri Hijaz yang disebut dengan aliran Wahhabiyah, mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh sesuatu (manfaat), padahal merekalah orang-orang pendusta.” (Hasyiyah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain, juz 3, hal. 307).
4. Tuduhan: Mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka.[7]

Bantahan:

a. Ini merupakan tuduhan dusta terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena beliau pernah mengatakan: “Kalau kami tidak (berani) mengkafirkan orang yang beribadah kepada berhala yang ada di kubah (kuburan/ makam) Abdul Qadir Jaelani dan yang ada di kuburan Ahmad Al-Badawi dan sejenisnya, dikarenakan kejahilan mereka dan tidak adanya orang yang mengingatkannya. Bagaimana mungkin kami berani mengkafirkan orang yang tidak melakukan kesyirikan atau seorang muslim yang tidak berhijrah ke tempat kami...?! Maha suci Engkau ya Allah, sungguh ini merupakan kedustaan yang besar.” (Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, hal. 203) Dan kamipun membantah : Mau Bukti Pengkafiran Muhammad bin Abdul Wahhab? ini Ungkapan dan tuduhan jahil (bodoh), munafik, zindik bahkan sebutan anjing atau hewan-hewan lain dari kelompok Wahaby terhadap pengikut Muslim lain merupakan hal biasa yang telah mereka dapati secara turun-temurun

1. Pengkafiran Penduduk Makkah
Dalam hal ini Muhamad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya agama yang dianut penduduk Makkah (di zamannya) sebagaimana halnya agama yang karenanya Rasulullah diutus untuk memberi peringatan” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 86, dan atau pada jilid 9 halaman 291)

2. Pengkafiran Penduduk Ihsa’
Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Sesungguhnya penduduk Ihsa’ di zaman (nya) adalah para penyembah berhala (baca: Musyrik)” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)

3. Pengkafiran Penduduk ‘Anzah.
Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab menyatakan: “Mereka telah tidak meyakini hari akhir” (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)

4. Pengkafiran Penduduk Dhufair.
Penduduk Dhufair merasakan hal yang sama seperti yang dialami oleh penduduk wilayah ‘Anzah, dituduh sebagai “pengingkar hari akhir (kiamat)”. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 10 halaman 113)

5. Pengkafiran Penduduk Uyainah dan Dar’iyah.
Hal ini sebagaimana yang disebut di atas, para ulama wilayah tersebut terkhusus Ibnu Sahim al-Hambali beserta para pengikutnya telah dicela, dicaci dan dikafirkan. Dikarenakan penduduk dua wilayah itu (Uyainah dan Dar’iyah) bukan hanya tidak mau menerima doktrin ajaran sekte Muhammad bin Abdul Wahhab, bahkan ada usaha mengkritisinya dengan keras. Atas dasar ini maka Muhammad bin Abdul Wahhab tidak segan-segan mengkafirkan semua penduduknya, baik ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 8 halaman 57)

6. Pengkafiran Penduduk Wasym.
Berkaitan dengan ini, Muhamad bin Abdul Wahhab telah menvonis kafir terhadap semua penduduk Wasym, baik kalangan ulama’nya hingga kaum awamnya. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)

7. Pengkafiran Penduduk Sudair.
Berkaitan dengan ini, Muhammad bin Abdul Wahhab telah melakukan hal yang sama sebagaimana yang dialami oleh penduduk wilayah Wasym. (Lihat: Ad-Durar as-Saniyah jilid 2 halaman 77)

Jangan lupa baca kitab nya satu persatu biar jelas

Dalam kitab "Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab” dalam surat ke 11 halaman 75 disebutkan bahwa; “Fatwaku adalah menyatakan bahwa Syamsaan beserta anak-anak mereka dan siapapun yang menyerupai mereka. Aku menamai mereka dengan Thaghut (sesembahan selain Allah)…”. dan yang lebih dahsyat lagi adalah apa yang dnyatakannya dalam kitab yang sama (Ar-Rasa’il as-Syakhsyiah li al-Imam as-Syeikh Muhammad Abdul Wahhab) dalam surat ke 34 halaman 232 dimana Ibn Wahhab menuliskan: "kami telah menyatakan kafir terhadap thoghut-thaghut para penghuni al-Kharj dan selainnya”. Dan kita tahu bahwa, al-Kharj adalah nama satu daerah yang berjarak kurang lebih delapan puluh kilo meter dari kota Riyadh. Daerah al-Kharj terdiri dari beberapa desa dengan banyak penduduk. Hal itu sebagaimana yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372. Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum Muslimin yang tidak menerima ajaran sektenya dengan vonis “KAFIR”,
Kemudian untuk penghalaln darah, Mufti Mazhab Hambali Muhammad bin Abdullah bin Hamid An-Najdy 1225 H menyatakan dalam kitabnya "As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” hal. 276 : "Apabila ulama menjelaskan hujah kepada Muhammad bin Abdullah Wahhab dan dia tidak mampu menjawabnya serta tidak mampu membunuhnya maka dia akan menghantar seseorang untuk membunuh ulama tersebut karena dianggap barangsiapa yang tidak sependapat dengannya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh”. liat As-Suhubul Wabilah ‘Ala Dhoroihil Hanabilah” hal. 276 5. Tuduhan: Wahhabiyyah adalah madzhab baru dan tidak mau menggunakan kitab-kitab empat madzhab besar dalam Islam.[8]

Bantahan:

a. Hal ini sangat tidak realistis. Karena beliau mengatakan –dalam suratnya kepada Abdurrahman As-Suwaidi–: “Aku kabarkan kepadamu bahwa aku –alhamdulillah– adalah seorang yang berupaya mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, bukan pembawa aqidah baru. Dan agama yang aku peluk adalah madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang dianut para ulama kaum muslimin semacam imam yang empat dan para pengikutnya.” (Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal. 75)
Bantahan Kami : Syaikh Ahmad ibn Hajar al- Butami yang menyampaikan dalam kitab nya Di halaman 60 disebutkan : ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻴﺔ ﻓﻲ ﻣﻜﺔ “ atas dasar dari dakwah agama wahhabi di Mekkah” , ﻳﺪﻳﻨﻮﻥ ﺑﺎﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﻮﻫﺎﺑﻲ , “mereka beragama dengan Islam atas Mazhab Wahhabi”

seperti itu jaga dengan apa yang disampaikan oleh ulama abad 12 H yang hidup semasa dengan ulama Muhammad bin Abdul Wahhab.
b. Beliau juga berkata –dalam suratnya kepada Al-Imam Ash-Shan’ani–: “Perhatikanlah –semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatimu– apa yang ada pada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, para shahabat sepeninggal beliau dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Serta apa yang diyakini para imam panutan dari kalangan ahli hadits dan fiqh, seperti Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal –semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala meridhai mereka–, supaya engkau bisa mengikuti jalan/ ajaran mereka.” (Ad-Durar As- Saniyyah 1/136)Muhammad Al-Qanuji yang hampir satu zaman dengan Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : :” Taqlid kepada mazhab adalah syirik “.bahkan mensyirikkan Istri Nabi Adam "Sesungguhnya syirik itu berlaku kepada Hawa “. Lihat faktanya dalam kitabnya Ad-Din Al-Kholis juz 1 hal. 140 dan 160 cetakan Darul Kutub Ilmiah.
c. Beliau juga berkata: “Menghormati ulama dan memuliakan mereka meskipun terkadang (ulama tersebut) mengalami kekeliruan, dengan tidak menjadikan mereka sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta'ala, merupakan jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Adapun mencemooh perkataan mereka dan tidak memuliakannya, maka ini merupakan jalan orang-orang yang dimurkai Allah Subhanahu wa Ta'ala (Yahudi).” (Majmu’ah Ar-Rasa`il An- Najdiyyah, 1/11-12. Dinukil dari Al-Iqna’, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkhali, hal.132-133)Jelas sekali bahwa betapa Muhammad bin Abdul Wahhab tanpa ragu lagi menyatakan kaum Muslimin dan para ulama yang tidak menerima ajaran sektenya dengan Tuduhan “kafir” dan sesat. Hal itu bisa anda lihat sendiri yang telah tercantum dalam kitab “al-Mu’jam al-Jughrafi lil Bilad al-Arabiyah as-Saudiyah” jilid 1/392 atau kitab “Mu’jam al-Yamamah” jilid 1/372.
6. Tuduhan: Keras dalam berdakwah (inkarul munkar)

Bantahan:

Tuduhan ini sangat tidak beralasan. Karena justru beliaulah orang yang sangat perhatian dalam masalah ini. Sebagaimana nasehat beliau kepada para pengikutnya dari penduduk daerah Sudair yang melakukan dakwah (inkarul munkar) dengan cara keras. Beliau berkata: “Sesungguhnya sebagian orang yang mengerti agama terkadang jatuh dalam kesalahan (teknis) dalam mengingkari kemungkaran, padahal posisinya di atas kebenaran. Yaitu mengingkari kemungkaran dengan sikap keras, sehingga menimbulkan perpecahan di antara ikhwan… Ahlul ilmi berkata: ‘Seorang yang beramar ma’ruf dan nahi mungkar membutuhkan tiga hal: berilmu tentang apa yang akan dia sampaikan, bersifat belas kasihan ketika beramar ma’ruf dan nahi mungkar, serta bersabar terhadap segala gangguan yang menimpanya.’ Maka kalian harus memahami hal ini dan merealisasikannya. Sesungguhnya kelemahan akan selalu ada pada orang yang mengerti agama, ketika tidak merealisasikannya atau tidak memahaminya. Para ulama juga menyebutkan bahwasanya jika inkarul munkar akan menyebabkan perpecahan, maka tidak boleh dilakukan. Aku mewanti-wanti kalian agar melaksanakan apa yang telah kusebutkan dan memahaminya dengan sebaik-baiknya. Karena, jika kalian tidak melaksanakannya niscaya perbuatan inkarul munkar kalian akan merusak citra agama. Dan seorang muslim tidaklah berbuat kecuali apa yang membuat baik agama dan dunianya.”(Lihat Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 176) Lantas mana akhlak Rasulullah, akhlak Islam dan akhlak mulia agama Allah ? Jika pengolok-olok semacam ini disebut sebagai “Pembaharu Islam“ maka jangan salahkan jika Islam menjadi obyek olok-olokan musuh-musuhnya. Untuk lebih mengetahui kenapa Syeikh Sulaiman bin Sahim mengingkari dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab dan apa saja yang diungkapkan Muhammad bin Abdul Wahhab kepadanya dengan bahasa yang kasar dan menunjukkan kebaduian prilaku Muhammad bin Abdul Wahhab, bisa dilihat dalam buku yang dikarya oleh seorang penulis Wahhaby kontemporer Dr Abdullah al-Utsaimin dalam buku karyanya; “Mauqif Sulaiman bin Sahim min Dakwah as-Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab” dari halaman 91 hingga 113 yang dicetak di Riyadh-Saudi tahun 1404 H.
7. Tuduhan: Muhammad bin Abdul Wahhab itu bukanlah seorang yang berilmu. Dia belum pernah belajar dari para syaikh, dan mungkin saja ilmunya dari setan![9]

Jawaban:

a. Pernyataan ini menunjukkan butanya tentang biografi Asy-Syaikh, atau pura-pura buta dalam rangka penipuan intelektual terhadap umat.Pernyata’an ustadz wahabi ini buta, namun mau menuduh yang lain pura-pura buta, Anda Tau kitab “As Shawa’iqul Ilahiyah firraddi al Wahabiyah” yang artinya (Petir yang membakar untuk menolak paham Wahabi), di karangan kakaknya sendiri. Sulaiman bin Abdul Wahab. Kitab ini di tulis di mekah. sa’at Muhammad bin Abdul Wahab mengejar kakak nya Untuk membnuh. Mengapa Muhammad bin Abdul Wahab Mau membunuh kakak nya sendiri? Karena Muhammad bin Abdul Wahab sakit hati dengan ucapan kakak nya, Ucapan seperti apa sih hingga membuat Muhammad bin Abdul Wahab marah? Baiklah saya tunjukkan juga biar jelas, karna ucapan ini : “Kamu memfatwakan bahwa siapa saja, yang mengikutimu adalah mu’min dan yang tidak sesuai dengan fatwamu adalah kafir.” Kata-kata ini yang membuat Muhammad bin Abdul Wahab menghalalkan darah kakak nya.
b. Bila ditengok sejarahnya, ternyata beliau sudah hafal Al-Qur`an sebelum berusia 10 tahun. Belum genap Dari mana anda mendapat sejarah yang tidak ilmiyah ini Ustadz? Ulama madzhab Hanbali, al-Imam Muhammad bin Abdullah bin Humaid al-Najdi dalam kitabnya al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dharaih al-Hanabilah ketika menulis biografi Syaikh Abdul Wahhab, ayah pendiri Wahhabi, menuliskan sebagai berikut:

“Sebagian ulama yang aku jumpai menginformasikan kepadaku, dari orang yang semasa dengan Syaikh Abdul Wahhab ini, bahwa beliau sangat murka kepada anaknya, karena ia tidak suka belajar ilmu fiqih seperti para pendahulu dan orang-orang di daerahnya. Sang ayah selalu berfirasat tidak baik tentang anaknya pada masa yang akan datang. Beliau selalu berkata kepada masyarakat, “Hati-hati, kalian akan menemukan keburukan dari Muhammad.” Sampai akhirnya takdir Allah benar-benar terjadi. (Ibn Humaid al-Najdi, al-Suhub al-Wabilah ‘ala Dharaih al-Hanabilah, hal. 275).

12 tahun dari usianya, sudah ditunjuk sebagai imam shalat berjamaah. Dan pada usia 20 tahun sudah dikenal mempunyai banyak ilmu. Setelah itu rihlah (pergi) menuntut ilmu ke Makkah, Madinah, Bashrah, Ahsa`, Bashrah (yang kedua kalinya), Zubair, kemudian kembali ke Makkah dan Madinah. Gurunya pun banyak,10 di antaranya adalah:

Di Najd: Asy-Syaikh Abdul Wahhab bin Sulaiman11 dan Asy-Syaikh Ibrahim bin Sulaiman.[12]
Di Makkah: Asy-Syaikh Abdullah bin Salim bin Muhammad Al-Bashri Al-Makki Asy-Syafi’i.[13]
Di Madinah: Asy-Syaikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif.[14] Asy-Syaikh Muhammad Hayat bin Ibrahim As-Sindi Al-Madani,[15] Asy-Syaikh Isma’il bin Muhammad Al-Ajluni Asy-Syafi’i,[16] Asy- Syaikh ‘Ali Afandi bin Shadiq Al-Hanafi Ad-Daghistani,[17] Asy-Syaikh Abdul Karim Afandi, Asy- Syaikh Muhammad Al Burhani, dan Asy-Syaikh ‘Utsman Ad-Diyarbakri.
Di Bashrah: Asy-Syaikh Muhammad Al-Majmu’i.[18]
Di Ahsa`: Asy-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Abdul Lathif Asy-Syafi’i. Sebentar-sebentar... mengapa anda tidak mencantumkan dengan jelas siapa saja guru Syaikh yang anda maksud? Bukankah Syaikh Abdul Wahhab (ayah beliau sendiri) juga menjadi gurunya sebelum Muhammad bin Abdul Wahhab itu hijrah ke mekah? mengapa tidak anda cantumkan juga, apakah karna beliau (Syaikh Abdul Wahhab) menentang anak nya sendiri? sehinga tidak anda cantumkan, Jadi siapa disini yang menutup-nutupi?

Perlu anda ketahui juga..! Ulama-ulama atau guru-guru nya yang anda sebutkan di atas tidak luput dari pengkafiran oleh Muhammad bin Abdul Wahhab, Lihat di ( Mu’allafat Muhammad bin Abdul Wahab H 186-187.)

8. Tuduhan: Tidak menghormati para wali Allah, dan hobinya menghancurkan kubah/ bangunan yang dibangun di atas makam mereka.

Jawaban:

a. Pernyataan bahwa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab tidak menghormati para wali Allah Subhanahu wa Ta'ala, merupakan tuduhan dusta. Beliau berkata –dalam suratnya kepada penduduk Qashim–: “Aku menetapkan (meyakini) adanya karamah dan keluarbiasaan yang ada pada para wali Allah Subhanahu wa Ta'ala, hanya saja mereka tidak berhak diibadahi dan tidak berhak pula untuk diminta dari mereka sesuatu yang tidak dimampu kecuali oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.”[19]Komentar Kami : Hal ini tidak kami komentari terlalu panjang di sini, Namun akan kami ditelkan di halaman selanjut nya, Kami cuman tersenyum melihat kebodohan ini, pantas saja Muhammad bin Abdul Wahhab akan menghalalkan darah yang tidak menerima fatwanya, Mengapa? Semua Ulama' Mu'tabaroh sepakat menenai wasilah (perantara'an) terhadap wali, berwasilah ini bukan ibadah terhadap wali hanya menjadikan perantara...! dan pendapat ini (berwasilah) semua Ulama Sepakat dengan kebolehan nya, dengan inilah semua ulama di kafirkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab
b. Adapun penghancuran kubah/bangunan yang dibangun di atas makam mereka, maka beliau mengakuinya –sebagaimana dalam suratnya kepada para ulama Makkah–.[20] Namun hal itu sangat beralasan sekali, karena kubah/ bangunan tersebut telah dijadikan sebagai tempat berdoa, berkurban dan bernadzar kepada selain Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sementara Asy- Syaikh sudah mendakwahi mereka dengan segala cara, dan beliau punya kekuatan (bersama waliyyul amri) untuk melakukannya, baik ketika masih di ‘Uyainah ataupun di Dir’iyyah.Penghancurah berdasarkan kedangkalan dalam pola pikir ini tidak terjadi berdasarkan syar'i, Namun di lakukan berdasarkan kedengkihan dan kebencian. hal ini tidak cukup berakhir di lakukan Muhammad bin Abdul wahab saja, tetapi berlanjut hingga masa kini di lakukan oleh ummat Muhammad bin Abdul Wahab

Apakah Anda Ingat Kaum wahabi setelah menghancurkan banyak makam sahabat lalu kemudian wahabi juga berjanji mau menghancurkan makam baginda Nabi Muhammad S.A.W, apakah ini sesuai dengan syar'i? Justru ini telah sesuai dengan dengan tindakan-tindakan yahudi yang selalu menghancurkan aset-aset Islam
Apakah ini juga akan di anggap fitnah? mari kita buktikan



القصة الكاملة لحرق ضريح الصحابى عقبة بن عامر بالبحيرة
تعرض قبل قليل ضريح الصحابى عقبة بن عامر بقرية سيدى عقبة –مركز المحمودية بمحافظة البحيرة الى الحرق والتدمير بالكامل وذلك بقيام مجهولين باشعال النيران فية والتى اتت علية كاملا ،وتم تحرير محضر بالواقعة حمل رقم 1154 لسنة 2012 بمركز المحمودية بحيرة. و يقع ضريح سيدي عقبة (بقرية سيدي عقبة مركز المحمودية محافظة البحيرة )المسماه علي اسمه وذلك تبركاً بصحابة رسول الله الذين جاهدوا واستشهدوا في سبيل الله نصرةً لدين الله ، وكان هذا المجاهد المناضل الذي استشهد في هذا المكان إبان الفتح الإسلامي وحافظ المسلمون علي هذا المقام كأحد المشاهد التي خلدت ذكرى هؤلاء الأعلام علي مدار مئات السنين ، وظل المسلمون يحوطون هذه المشاهد بالرعاية والاحترام وإعادة الإعمار ، بل إن الملك فاروق كان يرعي بنفسه مولداً سنوياً لصاحب هذا المقام كان يستمر سبعة ايام متواصلة يتوافد فيها المحبون من كافة الأنحاء إحياء لذكري مولد صاحب المقام .

المكان نفسة أثري وبالسؤال تبين أنه تابع لهيئة الأثار المصرية وبحسب رواية خادم الضريح الأستاذ سعد سليمان راغب سكران فانة منذ أربعة أيام وبالتحديد يوم الاحد الماضى وفي حوالي الساعة السادسة والنصف مساء وجدنا شخصاً يخرج مسرعاً من المقام وإذ بنار مشتعلة داخل المقام بعد خروجه ، وبمطاردته تبين أنه شخص نعرفه وهو ((س.س.ق)) وهو موظف بالتربية والتعليم وقد تعرف عليه جميع الحاضرين ، ولكنه أفلت بعد فعلته واستقل سيارته ولاذ بالفرار و أكد هذا الكلام الأستاذ راغب محمد راغب أحد المجاورين للمقام وأضاف أنه في العام الماضي وفي نفس التوقيت تقريبا تكرر مثل هذا الفعل وبنفس الطريقة العدائية بإشعال النيران في المقام وبسؤال أحد المجاورين للضريح الأستاذ رضا السيد أبو الحسن دبلوم صناعي قال : إنني في حوالي الوقت المذكور بين المغرب والعشاء شاهدت احتراق داخل المقام فهرولت إليه مسرعا وإذا بشخص نعرفه يفر من بين أيدينا مستقلا سيارته وهو سعد السيد القزاز يسكن بقرية الخواجايه التابعة لسيدي عقبه مركز المحموديه بحيره .



Bagai mana kelakuan Wahabi yang menghancurkan dan membakar kubur sahabat nabi yang terkenal bernama Saidina 'Uqbah Bin 'Amir di kawasan Al-Buhairah di Mesir ini, apakah ummat muhammad bin abdul wahhab ini masih mau mengelak?
Anda juga dapat menyimak masalah ini lebih lengkap di sits mesir : www.azahera.net
Apakah ini belum mencukupi? baiklah mari kita tinjau di tempat lain

يا إخوتي قام أهالي تلك المنطقة في ذلك العصر البعيد والقريب من عهد النبوة والصحابة، بدفن هؤلاء الأبطال زهير بن قيس وجنوده الذين بلغوا حدود السبعين، وقالت المصادر إن للشهيد زهير بن قيس بطلين بارزين أبلوا معه بلاءً حسناً في قتال الروم الذين كانوا يقتلون الرجال ويسبون النساء، وهما: عبد الله بن القيس، وأبو منصور الفاسي، دفنوهم بأضرحة ثلاث، والجنود في المغارة، وهذه الأضرحة كانت عنواناً لسيرتهم العطرة... حيث تتوالى العصور والقرون... وتمر الأجيال وتسأل: من هؤلاء؟ ليسمعوا ببطولتهم وليعتبروا ولتقع في قلوبهم الموعظة، وموعظة القلوب هي أشد تأثيراً على الإنسان إن نسي... ليتعلموا أن حب الله عزَّ وجلَّ والجهاد في سبيله هو أرقى وأسمى أنواع الحب... ليقرؤوا الفاتحة بوقفة احترام وتقدير... وبتعاهد النفس مع الله عز وجل للتوفيق في السير على خطاهم

Penambahan bukti biar mata anda makin jelas seperti apa tingkah-tingkah wahabi ini, anda lihat sendiri ini kelakuan wahabi yang menghancurkan maqam atau kubur sahabat Nabi di Libya yang bernama Saidina Zuhair bin Qois di kawasan Darnah di Libya, dan wahabi pun akan mencari seribu alasan untuk menutupi fakta ini, dan akan mendustakan dengan apa yang terjadi, hal ini memanglah menjadi kebiasa'an dari Ummat Muhammad Ibn abdil wahhab, karna memang seperti itulah yang di ajarkan oleh beliau ( Muhammad Ibn abdil wahhab.
Info lengkap nya bisa langsung anda lihat di : www.Nasym Asy-Syam.com

c. Hal ini pun telah difatwakan oleh para ulama dari empat madzhab. Sebagaimana telah difatwakan oleh sekelompok ulama madzhab Syafi’i seperti Ibnul Jummaizi, Azh-Zhahir At- Tazmanti dll, seputar penghancuran bangunan yang ada di pekuburan Al-Qarrafah Mesir. Al- Imam Asy-Syafi’i sendiri berkata: “Aku tidak menyukai (yakni mengharamkan) pengagungan terhadap makhluk, sampai pada tingkatan makamnya dijadikan sebagai masjid.” Al-Imam An- Nawawi dalam Syarhul Muhadzdzab dan Syarh Muslim mengharamkam secara mutlak segala bentuk bangunan di atas makam. Adapun Al-Imam Malik, maka beliau juga mengharamkannya, sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Rusyd. Sedangkan Al-Imam Az-Zaila’i (madzhab Hanafi) dalam Syarh Al-Kanz mengatakan: “Diharamkan mendirikan bangunan di atas makam.” Dan juga Al-Imam Ibnul Qayyim (madzhab Hanbali) mengatakan: “Penghancuran kubah/ bangunan yang dibangun di atas kubur hukumnya wajib, karena ia dibangun di atas kemaksiatan kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.” (Lihat Fathul Majid Syarh Kitabit Tauhid karya Asy- Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy-Syaikh, hal.284-286)
Tunggu dulu sebentar : yang ini "telah difatwakan oleh para ulama dari empat madzhab. Sebagaimana telah difatwakan oleh sekelompok ulama madzhab Syafi’i seperti Ibnul Jummaizi, Azh-Zhahir At- Tazmanti dll,"Nah yang ini penipuan ummat namanya... silahkan datangkan dalil nya, kami ingin melihat text arabic nya dari empat madzhab katanya, silahkan di datangkan dalil persisnya seperti apa kira-kira? sebelum kami juga menghujani dalil dalam masalh ini..! sangat di sayangkan halaman ini sudah sangat panjang, sehingga kita tidak akan mengungkap di halaman yang nampak mau robek ini. Kami tunggu dalil ilmiyahnya ini
Para pembaca, demikianlah bantahan ringkas terhadap beberapa tuduhan miring yang ditujukan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Untuk mengetahui bantahan atas tuduhan- tuduhan miring lainnya, silahkan baca karya-karya tulis Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kemudian buku-buku para ulama lainnya seperti:

1.    Ad-Durar As-Saniyyah fil Ajwibah An-Najdiyyah, disusun oleh Abdurrahman bin Qasim An-Najdi
2.    Shiyanatul Insan ‘An Waswasah Asy-Syaikh Dahlan, karya Al-‘Allamah Muhammad Basyir As- Sahsawani Al-Hindi.
3.    Raddu Auham Abi Zahrah, karya Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, demikian pula buku bantahan beliau terhadap Abdul Karim Al-Khathib.
4.    Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, karya Al-Ustadz Mas’ud An-Nadwi.
5.    ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As Salafiyyah, karya Dr. Shalih bin Abdullah Al-’Ubud.
6.    Da’watu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Bainal Mu’aridhin wal Munshifin wal Mu`ayyidin,
Untuk Tanggapan yang ini biar lebih enak dan luas maka kami taruh disini : Kitab-kitab Yang Mendukung Dan Menolak Wahabi, disitu kami tidak lupa mencantumkan nama-nama kitab di atas, bahkan kami kutip persis sama seperti di atas, dan kamipun telah mencantumkan Nama-nama kitab yang telah menolah atau membantah Muhammad Ibn Abdil Wahhab (wahabi).
karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, dsb.

Barakah Dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab 

Dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan dakwah yang penuh barakah. Buahnya pun bisa dirasakan hampir di setiap penjuru dunia Islam, bahkan di dunia secara keseluruhan.
Di Jazirah Arabia[21] Di Jazirah Arabia sendiri, pengaruhnya luar biasa. Berkat dakwah tauhid ini mereka bersatu yang sebelumnya berpecah belah. Mereka mengenal tauhid, ilmu dan ibadah yang sebelumnya tenggelam dalam penyimpangan, kebodohan dan kemaksiatan. Dakwah tauhid juga mempunyai peran besar dalam perbaikan akhlak dan muamalah yang membawa dampak positif bagi Islam itu sendiri dan bagi kaum muslimin, baik dalam urusan agama ataupun urusan dunia mereka. Berkat dakwah tauhid pula tegaklah Daulah Islamiyyah (di Jazirah Arabia) yang cukup kuat dan disegani musuh, serta mampu menyatukan negeri-negeri yang selama ini berseteru di bawah satu bendera. Kekuasaan Daulah ini membentang dari Laut Merah (barat) hingga Teluk Arab (timur), dan dari Syam (utara) hingga Yaman (selatan), daulah ini dikenal dalam sejarah dengan sebutan Daulah Su’udiyyah I. Pada tahun 1233 H/1818 M daulah ini diporak-porandakan oleh pasukan Dinasti Utsmani yang dipimpin Muhammad ‘Ali Basya. Pada tahun 1238 H/1823 M berdiri kembali Daulah Su’udiyyah II yang diprakarsai oleh Al-Imam Al-Mujahid Turki bin Abdullah bin Muhammad bin Su’ud, dan runtuh pada tahun 1309 H/1891 M. Kemudian pada tahun 1319 H/1901 M berdiri kembali Daulah Su’udiyyah III yang diprakarsai oleh Al-Imam Al-Mujahid Abdul ‘Aziz bin Abdurrahman bin Faishal bin Turki Alu Su’ud. Daulah Su’udiyyah III ini kemudian dikenal dengan nama Al-Mamlakah Al-’Arabiyyah As-Su’udiyyah, yang dalam bahasa kita biasa disebut Kerajaan Saudi Arabia. Ketiga daulah ini merupakan daulah percontohan di masa ini dalam hal tauhid, penerapan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan syariat Islam, keamanan, kesejahteraan dan perhatian terhadap urusan kaum muslimin dunia (terkhusus Daulah Su’udiyyah III). Untuk mengetahui lebih jauh tentang perannya, lihatlah kajian utama edisi ini/Barakah Dakwah Tauhid,

Di Dunia Islam [22] Dakwah tauhid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab merambah dunia Islam, yang terwakili pada Benua Asia dan Afrika, barakah Allah Subhanahu wa Ta'ala pun menyelimutinya. Di Benua Asia dakwah tersebar di Yaman, Qatar, Bahrain, beberapa wilayah Oman, India, Pakistan dan sekitarnya, Indonesia, Turkistan, dan Cina.

Adapun di Benua Afrika, dakwah Tauhid tersebar di Mesir, Libya, Al-Jazair, Sudan, dan Afrika Barat. Dan hingga saat ini dakwah terus berkembang ke penjuru dunia, bahkan merambah pusat kekafiran Amerika dan Eropa.

Pujian Ulama Dunia terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan Dakwah Beliau
Pujian ulama dunia terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya amatlah banyak. Namun karena terbatasnya ruang rubrik, cukuplah disebutkan sebagiannya saja.[23]

1. Al-Imam Ash-Shan’ani (Yaman).

Beliau kirimkan dari Shan’a bait-bait pujian untuk Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya. Bait syair yang diawali dengan: Salamku untuk Najd dan siapa saja yang tinggal sana Walaupun salamku dari kejauhan belum mencukupinya

2. Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu (Yaman). Ketika mendengar wafatnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, beliau layangkan bait-bait pujian terhadap Asy-Syaikh dan dakwahnya. Di antaranya: Telah wafat tonggak ilmu dan pusat kemuliaan Referensi utama para pahlawan dan orang-orang mulia Dengan wafatnya, nyaris wafat pula ilmu-ilmu agama Wajah kebenaran pun nyaris lenyap ditelan derasnya arus sungai

3. Muhammad Hamid Al-Fiqi (Mesir). Beliau berkata: “Sesungguhnya amalan dan usaha yang beliau lakukan adalah untuk menghidupkan kembali semangat beramal dengan agama yang benar dan mengembalikan umat manusia kepada apa yang telah ditetapkan dalam Al-Qur`an…. dan apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, serta apa yang diyakini para shahabat, para tabi’in dan para imam yang terbimbing.”

4. Dr. Taqiyuddin Al-Hilali (Irak). Beliau berkata: “Tidak asing lagi bahwa Al-Imam Ar-Rabbani Al- Awwab Muhammad bin Abdul Wahhab, benar-benar telah menegakkan dakwah tauhid yang lurus. Memperbaharui (kehidupan umat manusia) seperti di masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Dan mendirikan daulah yang mengingatkan umat manusia kepada daulah di masa Al-Khulafa` Ar-Rasyidin.”

5. Asy-Syaikh Mulla ‘Umran bin ‘Ali Ridhwan (Linjah, Iran). Beliau –ketika dicap sebagai Wahhabi– berkata: Jikalau mengikuti Ahmad dicap sebagai Wahhabi Maka kutegaskan bahwa aku adalah Wahhabi Kubasmi segala kesyirikan dan tiadalah ada bagiku Rabb selain Allah Dzat Yang Maha Tunggal lagi Maha Pemberi

6. Asy-Syaikh Ahmad bin Hajar Al-Buthami (Qatar). Beliau berkata: “Sesungguhnya Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdi adalah seorang da’i tauhid, yang tergolong sebagai pembaharu yang adil dan pembenah yang ikhlas bagi agama umat.”

7. Al ‘Allamah Muhammad Basyir As-Sahsawani (India). Kitab beliau Shiyanatul Insan ‘An Waswasah Asy-Syaikh Dahlan, sarat akan pujian dan pembelaan terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya.

8. Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani (Syam). Beliau berkata: “Dari apa yang telah lalu, nampaklah kedengkian yang sangat, kebencian durjana, dan tuduhan keji dari para penjahat (intelektual) terhadap Al-Imam Al Mujaddid Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala merahmatinya dan mengaruniainya pahala–, yang telah mengeluarkan manusia dari gelapnya kesyirikan menuju cahaya tauhid yang murni…”

9. Ulama Saudi Arabia. Tak terhitung banyaknya pujian mereka terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan dakwahnya, turun-temurun sejak Asy-Syaikh masih hidup hingga hari ini.
Kemudian tanggapan yang ini kami taruh di sini : dengan judul Bandingan Ulama Antara Yang Mendukung Dan Membantah Wahabi Biar semua pembaca mengetahui nya dengan jelas, disitu juga kami lampirkan sesuai yang di sebut di atas
Penutup 

Akhir kata, demikianlah sajian kami seputar Wahhabi yang menjadi momok di Indonesia pada khususnya dan di dunia Islam pada umumnya. Semoga sajian ini dapat menjadi penerang di tengah gelapnya permasalahan, dan pembuka cakrawala berfikir untuk tidak berbicara dan menilai kecuali di atas pijakan ilmu.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Di kutip dari Halaman WAHABI :
( http://asysyariah.com/print.php?id_online=337 )
http://maktabah-attamimi.blogspot.com/p/syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab.html

Mengapa kami kutip sangat panjang? Biar tidak dikira pembenaran sepihak, dan harapan kami hati anda bisa mencerna dengan hati yang lapang, dan ikhlas, bahwa apa yang anda, bela-bela itu memang sudah buruk dalam fakta sejarah, Himbauan Untuk Ustad-Usatd Wahabi anda jangan memalingkan sejarang dengan teori yang dusta, biar tidak semakin Tampak ke burukan wahabi..
====================================================================

 Akan kami jawab hingga ke akar-akar nya masalah ini, Nantikan saja. dan sesungguh nya di halaman Kaskus juga pernah menyinggung akan hal ini, Baiklah akan kami kutipkan biar anda tidak kerepotan, versi pages kaskus :

وسئل اللخمي عن قوم من الوهبية سكنوا بين أظهر أهل السنة زمانا وأظهروا الآن مذهبهم وبنوا مسجدا ويجتمعون فيه ويظهرون مذهبهم في بلد فيه مسجد مبني لأهل السنة زمانا ، وأظهروا أنه مذهبهم وبنوا مسجدا يجتمعون فيه ويأتي الغرباء من كل جهة كالخمسين والستين ، ويقيمون عندهم ، ويعملون لهم بالضيافات ، وينفردون بالأعياد بوضع قريب من أهل السنة . فهل لمن بسط الله يده في الأرض الإنكار عليهم ، وضربهم وسجنهم حتى يتوبوا من ذلك ؟

Perhatikan dari teks di atas : (ﻭﺳﺌﻞ ﺍﻟﻠﺨﻤﻲ ﻋﻦ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﺍﻟﻮﻫﺒﻴﺔ)
“Dan Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu kaum dari Wahbiyyah”

Maksudnya, Imam Al-Lakhmi ditanyakan tentang satu firqah dari Wahbiyyah, sementara dalam dongeng di atas disebutkan Al-Lakhmi ditanyakan tentang firqah Wahhabiyyah, sangat jelas ini tipuan belaka, Wahhabiyyah dalam penulisan bahasa Arab ber-tasydid pada (Ha) dan ada (Alif) di depan (Ha), sementara Wahbiyyah tulisan nya tidak ber-tasydid pada (Ha) dan tidak ada (Alif) di depan (Ha), maka fatwa Al-Lakhmi bukan tentang faham Wahhabiyyah, tapi tentang firqah Wahbiyyah, dan tidak ada hubungan antara Wahhabiyyah dan Wahbiyyah Rustumiyyah ibadhiyyah.

Dan dalam buku seorang sejarawan asal Prancis, sebagaimana rujukan dalam dongeng itu pula, yaitu Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya, yang ditulis oleh Al-Faradbil [1364 H/1945 M], lihatlah penyimpangan cerita itu dengan apa yang tersebut dalam buku rujukan nya, ini tulisan Al-Faradbil dalam buku nya :

وقد سموا أيضا الوهبيين نسبة إلى عبد الله بن وهب الراسبي ، زعيم الخوارج

“Dan sungguh mereka dinamakan Wahbiyyin (الوهبيين) karena dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi, yang di tuduh sebagai Khawarij” [Al-Firaq Fii Syimal Afriqiya- halaman 145].
Ternyata dalam buku Al-Faradbil juga tertulis Wahbiyyin, bukan Wahhabiyyin, dan dengan sharih disebutkan nisbah nya, Wahbiyyah atau Wahbiyyin bukan nisbah kepada Abdul Wahhab bin Abdirrahman bin Rustum sebagaimana dalam dongeng di atas, akan tetapi Wahbiyyah itu nisbah kepada Abdullah bin Wahbi Ar-Rasibi.

Semakin terang benderang upaya makar para syekh Salafi-Wahabi hendak memutar balikkan fakta, sungguh tipuan yang hampir sempurna, banyak trik yang telah mereka susupi dalam kitab, buku, situs dan blog mereka, dan para pengikut mereka tidak pernah mempertanyakan atau membuktikan kebenaran nya, sikap para pengikut mereka yang hanya bisa taqlid buta, semakin mendukung para syekh akan terus mempertahankan taktik ini, (semoga membuka mata para pecinta dongeng itu).
Dan perhatikan nama-nama kitab Wahbiyyah berikut ini :

كتـاب ( تلخيص عقائد الوَهْبِيَّة في نكتة توحيد خالق البرية ) * للشيخ إبراهيم بن بيحمان اليسجني من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1232هـ / 1817م )
كتاب ( العقيدة الوَهْبِيَّة ) * للشيخ أبي مسلم ناصر بن سالم البَهْلانِي من علماء عُمَان ( ت : 1339هـ / 1920م )
كتاب ( دفع شبه الباطل عن الإباضية الوَهْبِيَّة المحقة ) * للشيخ أبي اليقظان إبراهيم من علماء وادي مِيزَاب بالجزائر ( ت : 1393هـ / 1973م )


Lebih lengkap silahkan lihat sendiri di sini : http://www.kaskus.co.id/thread/510ab222ea74b4920a00000f/aqidah-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab-dan-bantahan-terhadap-wahabi/3
Setelah bantahan sudah kami lampirkan di masing-masing ba'id lagu, lagu atau apa ya....? ya terserah lah apa saja menurut anda, dan kami suguhkan hadiah untuk sang Ustdz salafy wahabi dengan catatan yang ini: Spesial Catatan kami Untik sang Ustdz Wahabi silahkan lihat disini :








© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger


  1. Fans^^Bett1nG J_u_d_i On^^line Terpercaya
    Proses Depo dan WD hanya dalam waktu 3 menit .. buruan D4ftar ya :)

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?