Apakah VSI Permainan Uang? - Soffah.Net

11

Yang kerap saya dengar adalah pertanyaan “ VSI adalah MLM, HALAL atau HARAM ? “
Dalam hal Halal atau Haram maka kita harus merujuk pada sumber-sumber hukum Islam, Artinya kita jangan salah kapra yang di jadikan patokan utama adalah MUI, Hal ini kurang tepat.
Yang pertama kita tinjau dulu dari Al-quran, Kemudian Hadist, Ijmak barulah kita melihat fatwa MUI sebagai keyakinan dasar

Dasar syari dalam VSI adalah sangat jelas dan rinci kecermatan dalam membuat transaksi, maka peluang konflik dan pertentangan yang mungkin timbul semakin kecil. mulai dari menyusun konsep, managemen dan mensukseskannya. Karena Allah Azza wa Jalla berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman,  janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.(QS An-Nisaa’: 29).  Dalam ayat lain di tegaskan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu. [al-Maidah/5:1]
Disini perusahaan VSI melalui jalur aqad dengan mitranya, tiada yang di sembunyakan maupun tidak dirincikan Kemudian sumber dari hadist Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. :

فَإِنْ صَدَقَاوَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَافِي بَيْعِهِمَا وَإِ نْ كَذَبَا وَكَتَمَا فَعَسَى أَنْ يَرْبَحَا رِبْحًا وَيُمْحَقَا بَرَ كَةَ بَيْعِهِمَا

“Jika penjual dan pembeli jujur serta menjelaskan produk barang/jasa niscaya akad jual-beli mereka diberkahi. Namun, jika keduanya berdusta serta menyembunyikan cacat barang/jasa dihapus keberkahan dari akad jual-beli mereka” [HR Bukhari dan Muslim]

Setelah melalui aqad VSI menetapkan komisi bagi mitranya berupa hadiah seponsor. Perhatikan hadist di atas tiga poin yang berjalan dalam system VSI

1 – Penjual ) VSI sebagai penjual program Vpay
2 – Pembeli ) Mitra sebagai pembeli atau member
3 – Jasa ) Pembeli di berikan hak untuk beriklan (bersponsor)

Tiga poin ini berjalan di dalam tubuh VSI, jujur dan amanah, Kemudian dari mana penghasilan bersponsor itu di dapat?  Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma menceritakan :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرِ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ

“Rasulullah Shallallahu a’laihi wa sallam telah mempekerjakan penduduk Khaibar  dengan mendapat setengah bagian dari hasil panen tanaman dan buah.“ Artinya disini VSI memberikan komisi atas dasar mitranya bersponsor, Berseponsor itu juga di kenal sebagai calo, Pengertian calo berarti orang yang menjadi perantara dan memberikan jasanya berdasarkan upah. Calo bisa disamakan dengan makelar atau perantara. Dalam hal ini calo dapat diartikan dengan perantara perusahaan pemberi jasa transportasi dan pengguna jasa.

Keberadaan calo sangat dibutuhkan oleh pihak produsen, pemilik barang atau jasa untuk memasarkan barang/jasa yang mereka miliki. Dan juga sangat dibutuhkan oleh para pembeli/pengguna jasa untuk memberikan informasi yang akurat sehingga pihak konsumen dapat menentukan pilihan mereka terhadap barang/jasa sesuai dengan keinginan dan anggaran mereka.

calo juga sudah dikenal sejak lama dari masa Rasulullah dan qurun mufaddhalah, profesi calo dikenal dengan sebutan dallal atau simsaar.

Pekerjaan mereka di saat itu adalah meneriakkan nama barang serta sepesifikasinya sehingga para pembeli berdatangan ke tempat tersebut untuk membeli barang yang mereka inginkan. Setelah selesai meneriakkan barang, mereka mendapatkan imbalan dari pemilik barang atas pekerjaan mereka.

Atas dasar kebutuhan akan jasa calo dan karena hukum asal muamalat adalah mubah selama tidak terdapat larangan, maka profesi calo dibenarkan dalam Islam serta upah yang mereka dapatkan hukumnya halal.
Kebolehan hukum calo telah dijelaskan oleh para ulama : Imam Bukhari (wafat 256H) berkata : “Bab : Upah calo. Ibnu Sirrin, Atha, Ibrahim An-Nakha’i, Hasan Al-Bashri membolehkan upa calo … dan Ibnu Abas. Dari hadis nabi “ Berilah para pekerja itu upahnya sebelum kering keringatnya.” (H.R. Ibnu Majah, Abu Ya’la dan Thabrani).

Imam An-Nawawi (ulama mazhab Syafi’i wafat : 676H) berkata : “Upah calo dibayar oleh pemilik barang yang memintanya untuk menjualkan barangnya.

Kemudian kita tinjau lebih rinci dalam segi feqih Halal Haramnya MLM
Qoidah ushuliyah “ al-ashlu fil mu’amalah al-ibahah hatta dallad dalilu ala tahrimiha “ (asal dari semua transaksi atau perikatan adalah boleh sehingga ada indikator yang menunjukkan keharamannya).
secara fiqh sebuah akad (transaksi) harus ada ma’qud ‘alaih (obyek transaksinya), akad tanpa ma’qud alaih adalah batal.Tidak bisa disebut dengan Multi Level Marketing, kalau tidak ada sesuatu yang di marketing -kan. Untuk MLM yang menjual produk berupa barang, maka pada hakekatnya kegiatan MLM adalah transaksi jual beli ( al-bai’ atau al-buyuu’),  dan sudah menjadi kesepakatan ulama’  bahwa jual beli adalah merupakan akad yang dihalalkan oleh syariah Islam, berdasarkan Al-quran, sunnah dan Ijma’.

Semua bisnis yang menggunakan sistem MLM dalam literature syariah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalah yang dibahas dalam bab al-Buyu’ (jual beli) yang hukum asalnya secara prinsip boleh berdasarkan kaidah fiqh (al-ashlu fil asya’ al-ibahah) hukum asal segala sesuatu termasuk muamalah adalah boleh selama bisnis tersebut bebas dari unsur-unsur haram seperti riba (system bunga), gharar (tipuan), dharar (bahaya), dan jahalah (ketidakjelasan). Dzulm (merugikan hak orang lain) disamping barang atau jasa yang dibisniskan adalah halal.

Perusahaan yang menjalankan bisnisnya dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang, melainkan juga produk jasa, yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus sebagainya tergantung level, prestasi penjualan dan status keanggotaan distributor. Jasa penjualan ini (makelar) dalam terminologi fiqh disebut sebagai “Samsaroh/simsar”. Maksudnya perantara perdagangan (orang yang menjualkan barang atau mencarikan pembeli) untuk memudahkan jual beli. Pekerjaan Samsaroh/simsar yang berupa makelar, distributor atau agen dalam fiqh termasuk akad ijarah yaitu transaksi memanfaatkan jasa orang dengan imbalan. Pada dasarnya para ulama seperti Ibnu Abbas, Imam Bukhari, Ibnu Sirin, Atha dan Ibrahim memandang boleh jasa ini. Namun untuk sahnya pekerjaan ini harus memenuhi beberapa syarat diantaranya :

1. Adanya Perjanjian yang jelas antara kedua belah pihak.
2. Objek akad bisa diketahui manfaatnya secara nyata dan dapat diserahkan.
3. Objek akad bukan hal-hal yang diharamkan dan maksiat.

Distributor dan perusahaan harus jujur, ikhlas, transparan, tidak menipu dan tidak menjalankan bisnis yang haram dan syubhat (tidak jelas halal/haramnya). Distributor dalam hal ini berhak menerima imbalan setelah berhasil memenuhi akadnya. Sedangkan pihak perusahaan yang menggunakan jasa marketing harus segera memberikan imbalan para distributor dan tidak boleh menghanguskan atau menghilangkannya. Pola ini sejalan dengan firman Allah :

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syuaib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".( QS. Al-A’raf : 85)

Selain itu bisnis ini bebas dari unsur-unsur Riba (sistem bunga), gharar (penipuan), dharar (bahaya), jahalah (tidak transparan) dan zhulm (merugikan orang lain) dan yang lebih urgen adalah produk yang dibisniskan adalah halal. Karena bisnis MLM merupakan bagian dari perdagangan oleh sebab itu bisnis ini juga harus memenuhi syarat dan rukun sahnya sebuah perikatan.
Dalam pandangan jumhur yang termasuk rukun akad adalah sebagai berikut :

1.  Al-‘aqidain (subjek/ dua orang yang melakukan akad)

Yaitu para pihak yang melakukan akad. Sebagai pelaku dari suatu tindakan hukum (subjek hukum) tertentu dan sering kali diartikan sebagai pengemban hak dan kewajiban. Subjek hukum terdiri dari dua macam yaitu manusia dan badan hukum. Adapun syarat manusia yang menjadi subjek hukum adalah berakal, tamyiz (dapat membedakan), dan mukhtar (bebas dari paksaan atau suka sama suka).

1.Objek Perikatan (mahallul ‘aqdi)

Yaitu sesuatu yang dijadikan objek akad dan dikenakan padanya akibat hukum yang ditimbulkan. Hal ini bisa berupa benda (produk) atau jasa (manfaat). Adapun syarat yang harus dipenuhi yaitu :

a) Objek harus ada ketika akad dilangsungkan
b) Objek harus dibenarkan oleh syariah
c) Objek harus jelas dan dikenali
d) Objek dapat diserah terimakan

2 . Shigatul aqdi (Ijab-qobul)

رَبْطُ إِيْجَابِ بِقَبُوْلٍ أَوْ مَا يَقُوْمُ مَقَامَهُمَا عَلَى وَجْهٍ مَشْرُوْعٍ

Yaitu ungkapan para pihak yang melakukan proses transaksi. Ijab merupakan suatu pernyataan janji atau penawaran dari pihak pertama untuk melakukan sesuatu atau tidak sedangkan qobul merupakan pernyataan menerima atau persetujuan dari pihak kedua atas penawaran dari pihak pertama. Ijab dan Kabul dapat dilakukan dengan empat cara yaitu lisan, tulisan, isyarat dan perbuatan.

Sistem MLM melakukan sebuah transaksi atas keempat hal diatas, bisa dilakukan dengan tulisan dimana calon member atau konsumen diharuskan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan oleh perusahaan sebelum membeli produk atau menjadi anggota dari perusahaan tersebut, kemudian ketika dia merekrut anggota baru otomatis dia mendapatkan bonus (fee) dari hasil kerjanya memasarkan produk tersebut kepada orang lain. Pendapatan bonus ini bekerja secara otomatis sesuai dengan sistem yang telah ditetapkan dan ini bisa di analogikan dengan bentuk ijab-kabul secara perbuatan yang dalam istilah fiqhnya disebut ta’athi atau mu’athah (saling memberi dan menerima). Adanya perbuatan saling memberi dan menerima dari para pihak yang telah saling memahami perbuatan perikatan tersebut akan membawa kepada sahnya transaksi tersebut.

Maka Kembali lagi pada usulul fiqh ( al-ashlu fil mu’amalah al-ibahah hatta dallad dalilu ala tahrimiha ) Dengan sumber hukum di atas kita bisa menegaskan bahwa VSI ini sangat sah dan di halalkan oleh pandangan Syariah,

Demikian dulu meskipunsingkat mudah-mudahan memberikan pengertian bagi pembaca, dan InsyaAlloh nanti akan saya uraikan sedetailnya tentang pergulatan di dalam sistem VSI, Allohu A'alam





Rujukan

[1]. Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, jilid X, hal.151-152
[2]. DR Mubarak Al Sulaiman, Ahkamutta’amul fil Aswaq Al Maliyyah Al Mu’ashirah, jilid 1, hal.38
[3]. Shahih Bukhari, jilid III, hal.92
[4]. Raudha At Thalibin, jild IX, hal.69
[5]. Hasyiyah Ar Roudhul Murbi, jilid IV, hal.484
[6]. Hasyiyah Ar Roudhul Murbi. Hal. 318










© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

  1. namun kenyataannya vsi tidak seperti itu, vsi tidak jelas hitung-hitungannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ow ow ow... [-( Apakah hasra sudah Mempelajarinya? ach aku kurang yakin nich...

      Delete
  2. Bayar telp, listrik bisa langsung setor di pln, ktr telkom sbg yg punya barang atau dibank,ktr pos dg byr adm Rp.2,500 yg mana mereka ditunjuk /mitra dari telkom/pln, sesederhana itu. Di VSI mau byr listrik, telp hrs byr uang pendaftaran/beli paket yg kita tdk tau rincian buat apa saja/ buat kasih ke org yg tdk ada hubungannya dg telkom/pln dan bukan lembaga keuangan. Jd ini putar2 uang yg akhirnya untung yg gabung duluan. Mohon maaf jika tak sejalan, hanya saling mengingatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dipahami dlu mbak/mas... klu dah paham dg VSI baru koment.. Ini aja belum paham dah menjudge klu VSI cuma putar2 uang...

      Delete
  3. MERAGUKAN ,,,!!!! setelah kita pelajari secukupnya ternyata beda ama prakteknya ,,, gue yakin VSI sangat menguntungkan apalagi yg udah lama duluan TAPI caranya gak islamy dan gak sesuai dgn hati nurani ,,, gue mungkin aja masuk VSI , tp ya seperti yg gue bilang , gue harus menutup hati nurani ...jujur aja !!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saudaraku Abu Sabab... ngomong nya jangan tergesah-gesah... santai saja, sebelum saya menanggapi, saya kepengen mengomentari nama anda ini, dari nama nya saja anda sudah salah, "SYABAB" berarti bermakna apa? (SY=ش) bukan (S=س) yang bermakna "SEBAB" Anda tau arti nama Anda?... Next biarkan sajalah..

      Mengenai VSI dahulu saya juga berpikir seperti anda, VSI itu tidak berjalan sesuai syar'i, bahkan saya perna membantah membantah dengan dalil. kemudian saya ikut demi untuk mencari kelemahan di dalam nya VSI, ternyata setelah saya tinjau dan mengkajinya lebih dalam ternyata tidak sesuai dengan yang saya sangka kan, saya jadi teringat kata pepatah "tidak sah orang itu mengatakan tau bagaimana dalam nya GUA selama belum memasuki nya".

      hal itu terjadi pada saya sendiri, dulu saya mengikuti itu bahkan tujuan saya bukan mencari penghasilan, hanya satu tujuan saya adalah mencari kelemahan di dalam VSI demi menguatkan pendirian saya bahwa VSI tidak islami seperti yag anda bilang...

      Dan perkataan seperti anda tanapa dalil ini sudah bergelontoran dari dulu, tetapi memang kebenaran itu tidak bisa di robohkan sesuai seperti yang di paparkan dalam syar'i. dan lagi saya tidak memaksa anda untuk ikut serta dalam VSI kok, jadi apa yang membuat anda meriang itu?

      VSI itu hanya sebuah program yang bertujuan mengangkat kemiskinan saja, dan Alhamdulillah masih banyak orang salafy yang masih mau berpikir sehingga sangat banyak orang salafy wahabi di dalam nya.

      Delete
  4. Dalam fatwa yang ditandatangani oleh Ketua DSN MUI DR.KH. Sahal Mahfudz dan Sekretaris KH. Drs. Ichwan Sam pada tanggal 25 Juli 2009, dijelaskan ada 12 persyaratan bagi MLM terkategori sesuai syariah, yaitu :

    1. Ada obyek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa;

    2. Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram;

    3. Transaksi dalam perdagangan tidak mengandung unsur gharar, maysir, riba’, dharar, dzulm, maksiat;

    4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan(excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas;

    5. Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota, besaran maupun bentuknya harus berdasarkan prestasi kerja yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan produk, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS;

    6. Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota harus jelas jumlahnya, saat transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan perusahaan;

    7. Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa;

    8. Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) tidak menimbulkan ighra’.

    9. Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya;

    10. Sistem perekrutan, bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah dan akhlak mulia, seperti syirik, kultus, maksiat dan sebagainya;

    11. Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan wajib membina dan mengawasi anggota yang direkrutnya;

    12.Tidak melakukan kegiatan money game.
    money game menurut fatwa DSN MUI No. 75/DSN MUI/VII/2009 adalah kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/pendaftaran mitra usaha yang baru/bergabung kemudian, dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

    VSI
    melanggar fatwa no. 4 :
    Dengan membayarkan Rp. 275000 anda mendapatkan barang yang tidak sepadan, anda hanya mendapat software dan 1 buku. Belum lagi bagi yg mendaftar dg jumlah Hak Usaha yg lebih banyak, sangat terlihat markup harga sangat besar. harga pulsa di VSI pada juga lebih mahal +-300 rupiah, sehingga akan merugikan member karena akan memperoleh untung lebih sedikit, atau dia harus menjual pulsa lebih mahal yang akhirnya merugikan konsumen. padahal untuk di tempat lain kita bisa menjadi agen pulsa dg pendaftaran lebih murah bahkan gratis dg harga pulsa yg lebih murah.

    melanggar fatwa no.5 :
    Seorang upline jika tidak menjual pulsa pun akan tetap memperoleh komisi dari penjualan pulsa dari downline dibawahnya , sampai dengan 9 tingkat downline dibawahnya . Sehingga pendapatan utama upline bisa jadi hasil cucuran keringat downline-downline dibawahnya, tidak berdasarkan prestasi kerja yang terkait langsung.

    melanggar fatwa no. 12 :
    VSI menjanjikan komisi dari hasil perekrutan anggota baru, dimana jika downline kita bertambah maka kita akan mendapatkan komisi. Praktek tersebut adalah money game disamarkan seolah-olah member bergabung dengan cara membeli produk yang harganya jauh diatas pasaran.

    Bisa admin tanggapi, terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Om Musafir bisa berpartisipasi disini, Tetapi sayang sekali saya lagi sibuk Om jadi saya tidak bisa menguraikan secara mendetail kepada anda, Namum saya akan sedikit menanggapi poin-poin yang anda ajukan saja.

      VSI
      melanggar fatwa no. 4 :
      Dengan membayarkan Rp. 275000 anda mendapatkan barang yang tidak sepadan, anda hanya mendapat software dan 1 buku. Belum lagi bagi yg mendaftar dg jumlah Hak Usaha yg lebih banyak, sangat terlihat markup harga sangat besar. harga pulsa di VSI pada juga lebih mahal +-300 rupiah, sehingga akan merugikan member karena akan memperoleh untung lebih sedikit, atau dia harus menjual pulsa lebih mahal yang akhirnya merugikan konsumen. padahal untuk di tempat lain kita bisa menjadi agen pulsa dg pendaftaran lebih murah bahkan gratis dg harga pulsa yg lebih murah.

      Tanggapan Mini : Melanggar fatwa no 4, saya kutip lagi di atas yang berbunyi “(4. Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan(excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas;) Coba anda perhatikan lagi kata-kata itu, yang di maksud fatwa no 4 itu adalah kenaikan harga/ biaya, sedangkan kata harga/ biaya ini adalah mengacu kepada keikut pesertaan seseorang itu, Famuroduha “biaya keanggotaan” atau juga yang di sebut biaya regestrasinya, apabila ada kenaikan yang berlebihan (excessive mark-up), maka tidak boleh... Itupun apabila tidak sepadan dengan kualitasnya, jadi yang di maksudkan dalam fatwa no 4 itu bukan tertuju kepada sub bisnis (harga pulsa).

      Baiklah mari sekarang kita bahas perkara yang tidak sepadan dengan kualitasnya, saya kutip perkataan anda, anda mengatakan “(Dengan membayarkan Rp. 275000 anda mendapatkan barang yang tidak sepadan, anda hanya mendapat software dan 1 buku)” dalam kata ini demi melemahkan VSI anda saja berani mengkorup fitur yang di berikan, apakah tidak terbalik kata-kata anda itu? Bukankah justru hanya dengan harga Rp. 275000 kita benyak mendapatkan sesuatu dari VSI? Mengapa anda tidak menyebut juga Habbatussauda’ seharga 200,000 yang di berikan vsi, kemudian mengapa anda juga tidak menyebut dengan lengkap bahwa peserta VSI mendapat kuliah gratis seharga 2juta, apakah benar anda sudah memahami VSI?.

      Delete
    2. Kelanjutan

      melanggar fatwa no.5 :
      Seorang upline jika tidak menjual pulsa pun akan tetap memperoleh komisi dari penjualan pulsa dari downline dibawahnya , sampai dengan 9 tingkat downline dibawahnya . Sehingga pendapatan utama upline bisa jadi hasil cucuran keringat downline-downline dibawahnya, tidak berdasarkan prestasi kerja yang terkait langsung.

      Tanggapan Mini : Nampaknya memang anda belum memahami seluk-beluk VSI, kalaupun saya jawab secara ditail disini maka sedikit akan terkesan saya ini terlihat membela-bela VSI, saya tidak mau seperti itu, lagipula saya bukan Tim narasumber VSI jadi untuk apa saya mau memberikan pemahaman pada anda, Toh tidak ada untungnya buat saya. Hanya saya sedikit katakan untuk anda, sungguh anda kurang memahami dalam sistem VSI.

      Kata yang ini terutama yang perlu anda fahami “(Seorang upline jika tidak menjual pulsa pun akan tetap memperoleh komisi dari penjualan pulsa dari downline dibawahnya”). Pemahaman dari mana anda dapat ini? Begini Om seseorang itu akan bisa mendapat komisi dari downline dibawahnya apabila ia mempunyai Deposit untuk di jual, logikanya begini, bagaimana mungkin kita bisa menjadi upline kalau kita sendiri tidak mempunya deposit? Lebih simpel lagi “bagaimana bisa kita disebut jualan kalau yang di jual saja tidak ada?”

      Apabila kita sudah di sebut upline berarti kita sudah mempunyai barang untuk di dagangkan, jikalau kita tidak mempunyai dagangan atau deposit maka kita tidak bisa disebut dengan kata upline. Kemudian setelah kita memiliki dagangan mau kita jual ataupun tidak itu terserah kita, apabila VSI menekan kita untuk menjual... Baru VSI itu salah.

      melanggar fatwa no. 12 :
      VSI menjanjikan komisi dari hasil perekrutan anggota baru, dimana jika downline kita bertambah maka kita akan mendapatkan komisi. Praktek tersebut adalah money game disamarkan seolah-olah member bergabung dengan cara membeli produk yang harganya jauh diatas pasaran.

      Tanggapan Mini : saya ingin menanyakan kata ini “VSI menjanjikan komisi dari hasil perekrutan anggota baru” hehe... dari mana kabar ini anda dapat? Karena yang mempunyai VSI saja tidak mengatakan demikian, coba anda jelaskan dari mana pemahaman seperti itu? Apakah itu kesimpulan anda sendiri ataukah itu ketegasan MUI yang mengatakan bahwa VSI menjanjikan komisi dari hasil perekrutan anggota baru? Saya tunggu ketegasan jawaban anda, lalu saya minta tolong nantinya anda juga mau mempertanggung jawabkan kata-kata itu... sekian dulu Om saya tunggu kelanjutannya.

      Teriakasi sebelumnya

      Delete
    3. Mas Admin,

      Coba juga baca http://roda2blog.com/2013/11/17/kenapa-vsi-disebut-money-game-with-update/

      Semoga hati kita tidak tertutup dan kita masih diberikan akal sehat

      regards,

      Sakti

      Delete
    4. Yaang ingin Melihat VSI dari sudut pandang yg lain bukan kaca mata "member" silahkan mampir baca - baca kesini.

      https://www.facebook.com/groups/VSI.Watch/

      Delete

Apa opini dari anda?