Detik Akhir Jaman - Soffah.Net

0

 Ini adalah Detik detik akhir jaman
Di dalam masalah ini tentulah kita tau atau sering mendengar pribahasa yang tidak asing lagi, yaitu Akhir jaman..! Lalu kapankah akhir jaman itu? Pernahkah anda memikirkan hal ini? Nampak sepele dan simpel dalam pengucapan

Di dalam membahas tentang Akhir jaman tentulah kita harus merujuk pada dalil-dalil yang membahas akhir jaman, biar tidak terkesan menurut Fiktiv belaka dalam tulisan ini

Di dalam hadist di sebutkan sebagai berikut dalam ciri-ciri hari akhir :

سَيَكُونُ فِى أُمَّتِى اخْتِلاَفٌ وَفُرْقَةٌ قَوْمٌ يُحْسِنُونَ الْقِيلَ وَيُسِيئُونَ الْفِعْلَ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنَ الدِّينِ مُرُوقَ السَّهْمِ مِنَ الرَّمِيَّةِ لاَ يَرْجِعُونَ حَتَّى يَرْتَدَّ عَلَى فُوقِهِ هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ طُوبَى لِمَنْ قَتَلَهُمْ وَقَتَلُوهُ يَدْعُونَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ وَلَيْسُوا مِنْهُ فِى شَىْءٍ مَنْ قَاتَلَهُمْ كَانَ أَوْلَى بِاللَّهِ مِنْهُمْ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا سِيمَاهُمْ قَالَ : التَّحْلِيقُ

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “.(Sunan Abu Daud : 4765)

Nabi juga bersabda :

سَيَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمانِ قَومٌ أَحْدَاثُ اْلأَسْنَانِ سُفَهَاءُ اْلأَحْلاَمِ يَقُوْلُوْنَ قَوْلَ خَيْرِ الْبَرِيَّةِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُوْنَ مِنَ الدِّيْنَ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، فَإذَا لَقِيْتُمُوْهُمْ فَاقْتُلُوْهُمْ ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْراً لِمَنْ قَتَلَهُمْ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ اْلقِيَامَة

“ Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “.(HR. Imam Bukhari 3342)

Dalam hadits lain Nabi bersabda :

يَخْرُجُ نَاسٌ مِنَ اْلمَشْرِقِ يَقْرَؤُونَ اْلقُرْانَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ كُلَّمَا قَطَعَ قَرْنٌ نَشَأَ قَرْنٌ حَتَّى يَكُوْنَ آخِرُهُمْ مَعَ اْلمَسِيْخِ الدَّجَّالِ

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

Ketika sayyidina Ali dan para pengikutnya selesai berperang di Nahrawain, seseorang berkata :

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَبَادَهُمْ وَأَرَاحَنَا مِنْهُمْ

“ Alhamdulillah yang telah membinasakan mereka dan mengistirahatkan kita dari mereka “, maka sayyidina Ali menyautinya :

كَلاَّ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ مِنْهُمْ لَمَنْ هُوَ فِي أَصْلاَبِ الرِّجَالِ لَمْ تَحْمِلْهُ النِّسَاءُ وَلِيَكُوْنَنَّ آخِرَهُمْ مَعَ اْلمَسِيْحِ الدَّجَّال

“ Sungguh tidak demikian, demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya akan ada keturunan dari mereka yang masih berada di sulbi-sulbi ayahnya dan kelak keturunan akhir mereka akan bersama dajjal “.

Mari kita telisik dahulu tentang ciri-ciri hadist di atas mengenai akhir jaman itu bagai mana dan seperti apa, yang pertama kata nabi (“Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku” ) Pernahkah anda menemui perselisihan itu? Tidak seorangpun yang akan menjawab TIDAK PERNAH saya yakin anda semua menemui hal itu, bahkan mungkin juga anda yang pernah berselisih...!

Hal ini tidak bisa kita pungkiri, maka yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah Perselisihan itu perselisihan apa? Karena hal itu sangat gelobal..., Nabi tidak pernah berbicara atau dalam Hudbah nya membawa materi kepribadian atau yang tidak ada hubungan nya dengan agama, Artinya perselisihan di atas adlah masalah perselisihan Religius (keagama’an)

Seperti yang di lakukan oleh kaum-kaum Khowarij dari jaman dulu, Contoh kecil dari abad-abad selum nya seperti abad 19/20 kaum wahabi yang selalu menebar kerusuhan dan perpecahan umat islam ini yang bersemboyan kembalilah pada Al-qur’an, pada dasarnya Al-qur’an bencana atas mereka.

Kemudian perhatikan Kalimat ini (“suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan”). Kalimat itu sangatlah jelas dan mudah di cernah, Pernahkah Anda menemui orang yang berbicara sedikit-sedikit membawa atau mengucapkan al-qur’an dan hadist?

Betul sekali apa yang ada pikirkan, Memang banyak orang-orang seperti itu selalu memperbagus dalam berbahasa, mengindahkan dalam pembicara’an nya menghiasi dengan ayat-ayat al-quran dan menjadikan hadist sebagai asesorisnya, Apakah mereka pasti benar tingkah lakunya? Sayang sekali tidak.

 Apakah semua yang membawa atau membaca al-Qur’an dan hadist pasti Islam nya benar? Tidak juga. Sebab sejauh ini saya meneliti kaum-kaum, agama-agama dan kelompok-kelompok bila berbicara semuanya membawa al-qura’an dan hadist, Namun pada intinya mereka hanyalah memperindak perkata’an nya saja biar terkesan ilmiyah dan pintar dalam pandangan orang lain

Contoh sebagian kecil : yang dari islam sendiri Seperti orang wahabi, orang ini mengaku islam setiap berbicara selalu membawa atau membaca al-quran dan hadist untuk menggiring orang pada pahamnya saja biar orang wahabi di anggap yang paling ngerti tentang al-quran dan hadist maka di gembollah kemana-mana al-quran dan hadist itu, sesungguhnya mereka membawa bencana untuk al-qur’an itu sendiri mereka membaca hanya sebatas kerongkongan nya saja. Akibat dari keloceran dalam menelan ayat al-qur'an hingga akhirnya dalil-dalil hadist pun tak luput dari irisan mereka, semuanya menjadi mujasimah, Saya kutipkan sedikit seperti ini :

--{( " وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ حَمْزَةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ، ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ "

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah : Telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah, dari ‘Umar bin Hamzah, dari Saalim bin ‘Abdillah : Telah mengkhabarkan kepadaku ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Allah ‘Azza wa Jalla akan menggulung langit-langit kelak di hari kiamat, kemudian Ia mengambilnya dengan tangan kanan-Nya dan berfirman : ‘Akulah Raja. Dimanakah orang-orang yang selalu bertindak sewenang-wenang ?. Dimanakah orang-orang yang selalu menyombongkan diri ?’. Kemudian Allah menggulung bumi-bumi dengan ====>tangan kiri-Nya,<==== dan berfirman : ‘Akulah Raja. Dimanakah orang-orang yang selalu bertindak sewenang-wenang ?. Dimanakah orang-orang yang selalu menyombongkan diri ?” [Shahiih Muslim no. 2788
] ")}--


Contoh lain dari berbagai agama : saya bawakan misal kecil dari orang yahudi, orang yahudi ini selalu membawa-bawa al-quran dan hadist untuk di perdalami, kemudian untuk di robohkan di perdalami lalu mencari-cari celah, Saya kutipkan sedikit dari tulisan orang yahudi bagai mana setrategi mereka dalam upaya merobohkan islam, yaitu dengan cara seperti ini, Saya kutipkan sedikit

--{( " Inilah Sura Ad-Du’a (the Prayer), karangan manusia biasa, yang mengambil sumber pengilhaman dari Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus Al-Masih kepada murid-muridNya:

01 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
02 الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
03 الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
04 مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
05 إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
06 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
07 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ
08 وَوَجَدَكَ عَائِلا فَأَغْنَى
09 فَأَمَّا الْيَتِيمَ فَلا تَقْهَرْ
10 وَأَمَّا السَّائِلَ فَلا تَنْهَرْ
011 وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Maka setelah penyodoran ini, apakah lalu para-pakar Islam dapat dengan obyektif dan lapang dada memutuskan dengan berkata bahwa Al-Fatihah lebih hebat? Redaksi bahasanya lebih tinggi? Lebih luas relevansi dan applikasinya? Cakupannya lebih mulia dan universal? Silahkan pentaskan keseluruh dunia! Siapa yang sanggup dan mau menjadi jurinya! Sebab ini adalah bagian dari seruan (perintah) Allah SWT. Tetapi kenyataannya terbalik. Sungguh belum ditemukan satupun Muslim yang begitu taat dan beriman kepada Allahnya sehingga mau dan bisa membentuk panitya untuk menyambut-hormat kontes tulis-menulis SSQ ini untuk disebar luaskan secara terbuka dalam multi-media, termasuk surat kabar, TV, radio, internet, face-book, kotbah-kotbah dimesjid dll. Soalnya selama ini, usaha secuil kearah itu saja sudah diancam dengan macam-macam tuduhan, terror dan amok, yang kesemuanya melanggar undangan tantangan Muhammad. Dengan demikian kembali dapat kita simpulkan secara faktual, bahwa apa yang dapat diserukan dengan mudah oleh Muhammad untuk menantang SSQ, tidaklah dapat dijalankan oleh para pengikutnya untuk menyambutnya. Jadi betapa inkonklusif , bodo, dan sia-sianya tantangan Allah yang satu ini! Apakah Ia Allah? Wahyu yang mengundang secara elegan pada awalnya, namun berujung pada penjurian yang mustahil bisa diactionkan oleh pihak Muslim manapun? Karena tak tahu bagaimana menyambut SSQ yang sudah dihadirkan didepan mata, maka yang mungkin dilakukan Muslim hanyalah menjadi-kan dirinya marah dan brutal. Mereka menuduh secara membabi buta bahwa yang disodorkan itu adalah Al-Quran Palsu, menghujat Allah! IA MACET TANPA SOLUSI ditangan orang Muslim sendiri! " )}--


Dalam hal ini apa pendapat anda tentang contoh-contoh yang saya berikan di atas? Anda berhak untuk berpendapat, sebelum saya melanjutkan pemecahan di atas bagaiman kalau anda saya tunjukkan bagaiman pendapat para imam madzhab tentang yang saya berikan contoh di atas ( wahabi dan firqoh-firqoh lain )

kalau begitu saya lanjutkan di halaman selanjutnya saja biar tidak terlalu panjang lanjutkan disini
Untuk sumber Contoh yang saya cantukan di atas catatan yahudi dan nasrani bisa anda lihat di sini http://www.answering-islam.org/indonesian/al-quran/kepalsuan-quran.html












© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?