PR Untuk Wahabi - Soffah.Net

0


Wahabi yang kita kenal sebagai firqoh yang berlagak ilmiyah ini kepanaasan sa'at melihat karya-karya buku yang di tulis oleh Syaikh Idahram itu, Namun air keruh tetaplah keruh kemanapun dia mengalir.

Salah satu buku-buku yang di tulis beliau adalah (“Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” , “Mereka Memalsukan Kitab-kitab Karya Ulama Klasik” , kemudian “Ulama Sejagad Menggugat Salafi Wahabi” ) dalam peluncuran buku-buku ini banyak organisasi di berbagai wilayah gulung tikar berhenti total,

Lalu tentulah agama wahabi ini tidak tinggal diam begitu saja, sejauh ini tidak mudah menggiring orang awam diarahkan pada agama mereka kok tiba-tiba mau di hantam cuman dengan buku hancur semua, Maka tentulah wahabi ini berusaha semaksimal mungkin untuk mempertahankan agama nya itu,

AM. Waskito ini adalah seorang wahabi yang berusaha menolong agama nya meluncurkan buku berjudul (“Bersikap Adil Kepada Wahabi”)  Judul penjelas: “Bantahan Kritis dan Fundamental Terhadap Buku Propaganda Karya Syaikh Idahram“.

Mari kita mengupas judul itu (Bersikap adil kepada wahabi) Artinya berarti selama ini wahabi mendapat perlakuan tidak adil..! Begitukah? Pertanyaan saya... lalu siapakah yang bertindak tidak adil pada wahabi? Kalau di lihat dari rentetan peluncuran buku ini berarti yang di anggap tidak adil iyalah Syaikh Idahram, Sebab meluncurkan buku-buku yang nampaknya mengucilkan wahabi.

Tetapi jikalau saya lihat isi-isi buku yang di tulis oleh Syaikh Idahram itu bukan mengucilkan tetapi mengungkap apa-apa yang telah menjadi fakta, Ketika hal itu di anggap Fintah oleh kaum wahabi maka wahabi mempunyai (PR) yang cukup banyak.

Kemudian perhatikan pada kata (Bantahan Kritis dan Fundamental Terhadap Buku Propaganda) Wiiis... setelah 30 menit saya pandang-pandang kata itu cukup PUITIS juga, Artinya bisa berkata seolah-olah jenius dan intelekTual, Namun kita janganlah terpaku oleh kata itu, sebab lebih faham atau berhati-hati mana sih antara AM. Waskito dan Ulama salaf?

Sebab bila memang AM. Waskito lebih faham segalanya lalu bagai mana dengan buku-buku yang beredar di dunia tentang keburukan wahabi? lebih-lebih Kitab-kitab yang sejak dulu telah ada yang mana ratusan ulama'pun telah membantah dengan ajaran wahabi, Apakah beliau para Ulama tidak mengerti tentang keadilan, ataukah memang wahabi nya yang nyeleweng?

Seperti contohnya Bantahan Para Ulama Terhadap Muhammad Bin Abdul Wahhab Pendiri Wahabi
Banyak sekali kitab-kitab karya para ulama Ahlussunnah yang mereka tulis sebagai bantahan terhadap Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan ajaran-ajarannya, baik karya-karya yang secara khusus ditulis untuk itu, atau karya-karya dalam beberapa disiplin ilmu yang di dalamnya dimuat bantahan-bantahan terhadapnya, baik yang masih dalam bentuk manuskrip maupun yang sudah turun cetak. Di antaranya adalah karya-karya berikut ini dengan penulisnya masing-masing:

1. Ithaf al-Kiram Fi Jawaz at-Tawassul Wa al-Istighatsah Bi al-Anbiya’ al-Kiram karya asy-Syaikh Muhammad asy-Syadi. Tulisan manuskripnya berada di al-Khizanah al-Kittaniyyah di Rabath pada nomor 1143.

2. Ithaf Ahl az-Zaman Bi Akhbar Muluk Tunus Wa ‘Ahd al-Aman karya asy-Syaikh Ahmad ibn Abi adl-Dliyaf, telah diterbitkan.

3. Itsbat al-Wasithah al-Lati Nafatha al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandarani (w 1362 H).

4. Ajwibah Fi Zayarah al-Qubur karya asy-Syaikh al-Idrus. Tulisan manuskripnya berada di al-Khizanah al-‘Ammah di Rabath pada nomor 4/2577.

5. Al-Ajwibah an-Najdiyyah ‘An al-As-ilah an-Najdiyyah karya Abu al-Aun Syamsuddin Muhammad ibn Ahmad ibn Salim an-Nabulsi al-Hanbali yang dikenal dengan sebutan Ibn as-Sifarayini (w 1188 H).

6. Al-Ajwibah an-Nu’maniyyah ‘An al-As-ilah al-Hindiyyah Fi al-‘Aqa-id karya Nu’man ibn Mahmud Khairuddin yang dikenal dengan sebutan Ibn al-Alusi al-Baghdadi al-Hanafi (w 1317 H).

7. Ihya’ al-Maqbur Min Adillah Istihbab Bina’ al-Masajid Wa al-Qubab ‘Ala al-Qubur karya al-Imam al-Hafizd as-Sayyid Ahmad ibn ash-Shiddiq al-Ghumari (w 1380 H).

8. Al-Ishabah Fi Nushrah al-Khulafa’ ar-Rasyidin karya asy-Syaikh Hamdi Juwaijati ad-Damasyqi.

9. Al-Ushul al-Arba’ah Fi Tardid al-Wahhabiyyah karya Muhammad Hasan Shahib as-Sarhandi al-Mujaddidi (w 1346 H), telah diterbitkan.

10. Izh-har al-‘Uquq Min Man Mana’a at-Tawassul Bi an-Nabiyy Wa al-Walyy ash-Shaduq karya asy-Syaikh al-Musyrifi al-Maliki al-Jaza-iri.

11. Al-Aqwal as-Saniyyah Fi ar-Radd ‘Ala Mudda’i Nushrah as-Sunnah al-Muhammadiyyah disusun oleh Ibrahim Syahatah ash-Shiddiqi dari pelajaran-pelajaran al-Muhaddits as-Sayyid Abdullah ibn ash-Shiddiq al-Ghumari, telah diterbitkan.

12. Al-Aqwal al-Mardliyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya ahli fiqih terkemuka asy-Syaikh Atha al-Kasam ad-Damasyqi al-Hanafi, telah diterbitkan.

13. Al-Intishar Li al-Awliya’ al-Abrar karya al-Muhaddits asy-Syaikh Thahir Sunbul al-Hanafi.

14. Al-Awraq al-Baghdadiyyah Fi al-Jawabat an-Najdiyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ar-Rawi al-Baghdadi ar-Rifa’i. Pemimpin tarekat ar-Rifa’iyyah di Baghdad, telah diterbitkan.

15. Al-Bara-ah Min al-Ikhtilaf Fi ar-Radd ‘Ala Ahl asy-Syiqaq Wa an-Nifaq Wa ar-Radd ‘Ala al-Firqah al-Wahhabiyyah adl-Dlallah karya asy-Syaikh Ali Zain al-Abidin as-Sudani, telah diterbitkan.

16. Al-Barahin as-Sathi’ah Fi ar-Radd Ba’dl al-Bida’ asy-Sya’i-ah karya asy-Syaikh Salamah al-Uzami (w 1379 H), telah diterbitkan.

17. Al-Basho-ir Li Munkiri at-Tawassul Bi Ahl al-Maqobir karya asy-Syaikh Hamdullah ad-Dajwi al-Hanafi al-Hindi, telah diterbitkan.

18. Tarikh al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ayyub Shabri Basya ar-Rumi, penulis kitab Mir-ah al-Haramain.

19. Tabarruk ash-Shahabah Bi Atsar Rasulillah karya asy-Syaikh Muhammad Thahir ibn Abdillah al-Kurdi. Telah diterbitkan.

20. Tabyin al-Haqq Wa ash-Shawab Bi ar-Radd ‘Ala Atba’ Ibn Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Taufiq Sauqiyah ad-Damasyqi (w 1380 H), telah diterbitkan di Damaskus.

21. Tajrod Sayf al-Jihad Li Mudda’i al-Ijtihad karya asy-Syaikh Abdullah ibn Abd al-Lathif asy-Syafi’i. Beliau adalah guru dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri, dan beliau telah membantah seluruh ajaran Wahhabiyyah di saat hidupnya Muhammad ibn Abd al-Wahhab.

22. Tahdzir al-Khalaf Min Makhazi Ad’iya’ as-Salaf karya al-Imam al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari.

23. At-Tahrirot ar-Ro-iqoh karya asy-Syaikh Muhammad an-Nafilati al-Hanafi, mufti Quds Palestina, telah diterbitkan.

24. Tahridl al-Aghbiya ‘Ala al-Istighotsah Bi al-Anbiya Wa al-Awliya karya asy-Syaikh Abdullah al-Mayirghini al-Hanafi, tinggal di wilayah Tha’if.

25. At-Tuhfah al-Wahbiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman al-Baghdadi an-Naqsyabandi al-Hanafi (w 1299 H).

26. Toth-hir al-Fu-ad Min Danas al-I’tiqod karya asy-Syaikh Muhammad Bakhith al-Muthi’i al-Hanafi, salah seorang ulama al-Azhar Mesir terkemuka, telah diterbitkan.

27. Taqyid Hawla at-Ta’alluq Wa at-Tawassul Bi al-Anbiya Wa ash-Sholihin karya asy-Syaikh Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip berada di Khizanah al-Jalawi/Rabath pada nomor 153.

28. Taqyid Hawla Ziyarah al-Auliya Wa at-Tawassul Bihim karya Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip berada di Khizanah al-Jalawi/Rabath pada nomor 153.

29. Tahakkum al-Muqollidin Biman Idda’a Tajddid ad-Din karya asy-Syaikh Muhammad ibn Abd ar-Rahman al-Hanbali. Dalam kitab ini beliau telah membantah seluruh kesasatan Muhammad ibn Abd al-Wahhab secara rinci dan sangat kuat.

30. At-Tawassul karya asy-Syaikh Muhammad Abd al-Qoyyum al-Qadiri al-Hazarawi, telah diterbitkan.

31. At-Tawassul Bi al-Anbiya’ Wa ash-Sholihin karya asy-Syaikh Abu Hamid ibn Marzuq ad-Damasyqi asy-Syami, telah diterbitkan.

32. At-Taudlih ‘An Tauhid al-Khilaq Fî Jawab Ahl al-‘Iraq ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Abdullah Afandi ar-Rawi. Karya Manuskrip di Universitas Cambridge London dengan judul “ar-Radd al-Wahhabiyyah”. Manuskrip serupa juga berada di perpustakaan al-Awqaf Bagdad Irak.

33. Jalal al-Haqq Fi Kasyf Ahwal Asyrar al-Khalq karya asy-Syaikh Ibrahim Hilmi al-Qadiri al-Iskandari, telah diterbitkan.

34. al-Jawabat Fi az-Ziyarot karya asy-Syaikh Ibn Abd ar-Razzaq al-Hanbali.

Asy-Sayyid Alawi ibn al-Haddad berkata: “Saya telah melihat berbagai jawaban (bantahan atas kaum Wahhabiyyah) dari tulisan para ulama terkemuka dari empat madzhab, mereka yang berasal dari dua tanah haram (Mekah dan Madinah), dari al-Ahsa’, dari Basrah, dari Bagdad, dari Halab, dari Yaman, dan dari berbagai negara Islam lainnya. Baik tulisan dalam bentuk prosa maupun dalam bentuk bait-bait syai’r”.

35. Hasyiyah ash-Showi ‘Ala Tafsir al-Jalâlain karya asy-Syaikh Ahmad ash-Shawi al-Maliki.

36. Al-Hujjah al-Mardliyyah Fi Itsbat al-Wasithoh al-Lati Nafatho al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandari (w 1362 H).

37. al-Haqo-iq al-Islamiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Maza’im al-Wahhabiyyah Bi Adillah al-Kitab Wa as-Sunnah an-Nabawiyyah karya asy-Syaikh Malik ibn asy-Syaikh Mahmud, direktur perguruan al-‘Irfan di wilayah Kutabali Negara Republik Mali Afrika, telah diterbitkan.

38. al-Haqq al-Mubin Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyin karya asy-Syaikh Ahmad Sa’id al-Faruqi as-Sarhandi an-Naqsyabandi (w 1277 H).

39. al-Haqiqoh al-Islamiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Ghani ibn Shaleh Hamadah, telah diterbitkan.

40. Ad-Durar as-Saniyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Mekah (w 1304 H).

41. ad-Dalil al-Kafi Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabi karya asy-Syaikh Misbah ibn Ahmad Syibqilu al-Bairuti, telah diterbitkan.

42. Ar-Ra-’iyyah ash-Shughra Fi Dzamm al-Bid’ah Wa Madh as-Sunnah al-Gharra’, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Yusuf ibn Isma’il an-Nabhani al-Bairuti, telah diterbitkan.

43. Ar-Rihlah al-Hijaziyyah karya asy-Syaikh Abdullah ibn Audah yang dikenal dengan sebutan Shufan al-Qudumi al-Hanbali (w 1331 H), telah diterbitkan.

44. Radd al-Muhtar ‘Ala ad-Durr al-Mukhtar karya asy-Syaikh Muhammad Amin yang dikenal dengan sebutan Ibn Abidin al-Hanafi ad-Damasyqi, telah diterbitkan.

45. Ar-Radd ‘Ala Ibn ‘Abd al-Wahhab karya Syaikh al-Islam di wilayah Tunisia, asy-Syaikh Isma’il at-Tamimi al-Maliki (w 1248 H). Berisi bantahan sangat kuat dan detail atas faham Wahhabiyyah, telah diterbitkan di Tunisia.

46. Radd ‘Ala Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Ahmad al-Mishri al-Ahsa-i.

47. Radd ‘Ala Ibn Abd al-Wahhab karya al-‘Allâmah asy-Syaikh Barakat asy-Syafi’i al-Ahmadi al-Makki.

48. Ar-Rudod ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya al-Muhaddits asy-Syaikh Shaleh al-Fulani al-Maghribi.

As-Sayyid Alawi ibn al-Haddad dalam mengomentari ar-Rudod ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhâb karya al-Muhaddits asy-Syaikh Shaleh al-Fulani al-Maghribi ini berkata: “Kitab ini sangat besar. Di dalamnya terdapat beberapa risalah dan berbagai jawaban (bantahan atas kaum Wahhabiyyah) dari semua ulama empat madzhab; ulama madzhab Hanafi, ulama madzhab Maliki, Ulama madzhab Syafi’i, dan ulama madzhab Hanbali. Mereka semua dengan sangat bagus telah membantah Muhammad ibn Abd al-Wahhab”.

49. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Shaleh al-Kawasy at-Tunisi. Karya ini dalam bentuk sajak sebagai bantahan atas risalah Muhammad ibn Abd al-Wahhab, telah diterbitkan.

50. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhâbiyyah karya asy-Syaikh Muhammad Shaleh az-Zamzami asy-Syafi’i, Imam Maqam Ibrahim di Mekah.

51. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ibn Abd al-Qadir ath-Tharabulsi ar-Riyahi at-Tunusi al-Maliki, berasal dari kota Tastur (w 1266 H).

52. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Muhsin al-Asyikri al-Hanbali, mufti kota az-Zubair Basrah Irak.

53. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh al-Makhdum al-Mahdi, mufti wilayah Fas Maroko.

54. Ar-Radd ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi asy-Syafi’i. Beliau adalah salah seorang guru dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri.

Asy-Syaikh Abu Hamid ibn Marzuq (asy-Syaikh Muhammad ’Arabi at-Tabban) dalam kitab Baro-ah al-Asyariyyin Min Aqo-id al-Mukholifîn menuliskan: “Guru Muhammad ibn Abd al-Wahhab (yaitu asy-Syaikh Muhammad ibn Sulaiman al-Kurdi) telah memiliki firasat bahwa muridnya tersebut akan menjadi orang sesat dan menyesatkan. Firasat seperti ini juga dimiliki guru Muhammad ibn Abd al-Wahhab yang lain, yaitu asy-Syaikh Muhammad Hayat as-Sindi, dan juga dimiliki oleh ayah sendiri, yaitu asy-Syaikh Abd al-Wahhab”.

55. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya Abu Hafsh Umar al-Mahjub. Karya manuskripnya berada di Dar al-Kutub al-Wathaniyyah Tunisia pada nomor 2513. Copy manuskrip ini berada di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah Cairo Mesir dan di perpustakaan al-Kittaniyyah Rabath pada nomor 1325.

56. Ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ibn Kairan, Qadli al-Jama’ah di wilayah Maghrib Maroko. Karya manuskrip di perpustakaan al-Kittaniyyah Rabath pada nomor 1325.

57. Ar-Radd ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Abdullah al-Qudumi al-Hanbali an-Nabulsi, salah seorang ulama terkemuka pada madzhab Hanbali di wilayah Hijaz dan Syam (w 1331 H). Karya ini berisi pembahasan masalah ziarah dan tawassul dengan para Nabi dan orang-orang saleh. Dalam karyanya ini penulis menamakan Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan para pengikutnya sebagai kaum Khawarij. Penyebutan yang sama juga telah beliau ungkapkan dalam karyanya yang lain berjudul ar-Rihlah al-Hijaziyyah Wa ar-Riyadl al-Unsiyyah Fî al-Hawadits Wa al-Masa-il.

58. Risalah as-Sunniyyin Fi ar-Radd ‘Ala al-Mubtadi’in al-Wahhabiyyin Wa al-Mustauhibin karya asy-Syaikh Musthafa al-Karimi ibn Syaikh Ibrahim as-Siyami, telah diterbitkan tahun 1345 H oleh penerbit al-Ma’ahid.

59. Risalah Fi Ta-yid Madzhab ash-Shufiyyah Wa ar-Radd ‘Ala al-Mu’taridlin ‘Alayhim karya asy-Syaikh Salamah al-Uzami (w 1379 H), telah diterbitkan.

60. Risalah Fi Tasharruf al-Auliya’ karya asy-Syaikh Yusuf ad-Dajwa, telah diterbitkan.

61. Risalah Fi Jawaz at-Tawassul Fi ar-Radd ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya mufti wilayah Fas Maghrib al-‘Allamah asy-Syaikh Mahdi al-Wazinani.

62. Risalah Fi Jawaz al-Istigatsah Wa at-Tawassul karya asy-Syaikh as-Sayyid Yusuf al-Bithah al-Ahdal az-Zabidi, yang menetap di kota Mekah. Dalam karyanya ini beliau mengutip pernyataan seluruh ulama dari empat madzhab dalam bantahan mereka atas kaum Wahhabiyyah, kemudian beliau mengatakan: “Sama sekali tidak dianggap faham yang menyempal dari keyakinan mayoritas umat Islam dan berseberangan dengan mereka, dan siapa melakukan hal itu maka ia adalah seorang ahli bid’ah”.

63. Risalah Fi Hukm at-Tawassul Bi al-Anbiya’ Wa al-Awliya’ karya asy-Syaikh Muhammad Hasanain Makhluf al-Adawi al-Mishri wakil Universitas al-Azhar Cairo Mesir, telah diterbitkan.

64. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Qasim Abu al-Fadl al-Mahjub al-Maliki.

65. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Musthafa ibn asy-Syaikh Ahmad ibn Hasan asy-Syathi ad-Damasyqi al-Hanbali.

66. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ahamd Hamdi ash-Shabuni al-Halabi (w 1374 H).

67. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ahmad ibn Hasan asy-Syathi, mufti madzhab Hanbali di wilayah Damaskus Siria, telah diterbitkan di Bairut tahun 1330 H.

68. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Ali ibn Muhammad karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Taimuriyyah.

69. Risalah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Utsman al-Umari al-Uqaili asy-Syafi’i, karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Tamuriyyah.

70. Ar-Risalah ar-Raddiyyah ‘Ala ath-Tha-ifah al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Muhammad Atha’ullah yang dikenal dengan sebutan Atha’ ar-Rumi.

71. Ar-Risalah al-Mardliyyah Fi ar-Radd ‘Ala Man Yunkir az-Ziyarah al-Muhammadiyyah karya asy-Syaikh Muhammad as-Sa’di al-Maliki.

72. Raudl al-Majal Fi ar-Radd ‘Ala Ahl adl-Dlalal karya asy-Syaikh Abd ar-Rahman al-Hindi ad-Dalhi al-Hanafi, telah diterbitkan di Jeddah tahun 1327 H.

73. Sabil an-Najah Min Bid’ah Ahl az-Zaigh Wa adl-Dlalalah karya asy-Syaikh al-Qadli Abd ar-Rahman Quti.

74. Sa’adah ad-Darain Fi ar-Radd ‘Ala al-Firqatain, al-Wahhabiyyah Wa Muqallidah azh-Zhahiriyyah karya asy-Syaikh Ibrahim ibn Utsman ibn Muhammad as-Samnudi al-Manshuri al-Mishri, telah diterbitkan di Mesir tahun 1320 H dalam dua jilid.

75. Sanâ’ al-Islam Fi A’lam al-Anam Bi ‘Aqo-id Ahl al-Bayt al-Kirom Raddan ‘Ala Abd al-Aziz an-Najdi Fi Ma Irtakabahu Min al-Auham karya asy-Syaikh Isma’il ibn Ahmad az-Zaidi, karya manskrip.

76. As-Sayf al-Batir Li ‘Unuq al-Munkir ‘Ala al-Akabir, karya al-Imam as-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad (w 1222 H).

77. As-Suyuf ash-Shiqal Fi A’naq Man Ankar ‘Ala al-Awliya’ Ba’da al-Intiqal karya salah seorang ulama terkemuka di Bait al-Maqdis.

78. As-Suyuf al-Musyriqiyyah Li Qath’ A’naq al-Qa-ilin Bi al-Jihah Wa al-Jismiyyah karya asy-Syaikh Ali ibn Muhammad al-Maili al-Jamali at-Tunisi al-Maghribi al-Maliki.

79. Syarh ar-Risalah ar-Raddiyyah ‘Ala Tho-ifah al-Wahhabiyyah karya Syaikh al-Islam Muhammmad Atha’ullah ibn Muhammad ibn Ishaq ar-Rumi, (w 1226 H).

80. Ash-Sharim al-Hindi Fi ‘Unuq an-Najdi karya asy-Syaikh Atha’ al-Makki.

81. Shidq al-Khabar Fi Khawarij al-Qarn ats-Tsani ‘Asyar Fi Itsbat Ann al-Wahhabiyyah Min al-Khawarij karya asy-Syaikh as-Sayyid Abdullah ibn Hasan Basya ibn Fadlal Basya al-Alawi al-Husaini al-Hijazi, telah diterbitkan.

82. Shulh al-Ikhwan Fi ar-Radd ‘Ala Man Qul ‘Ala al-Muslimin Bi asy-Syirk Wa al-Kufran, Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah Li Takfirihim al-Muslimin karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman an-Naqsyabandi al-Baghdadi al-Hanafi (w 1299 H).

83. Ash-Shawa-iq al-Ilahiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Sulaiman ibn Abd al-Wahhab. Beliau adalah saudara kandung dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab, telah diterbitkan.

84. Ash-Shawa-iq Wa ar-Rudud karya asy-Syaikh Afifuddin Abdullah ibn Dawud al-Hanbali. As-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad menuliskan: “Karya ini (ash-Shawa-iq Wa ar-Rudud) telah diberi rekomendasi oleh para ulama terkemuka dari Basrah, Bagdad, Halab, Ahsa’, dan lainnya sebagai pembenaran bagi segala isinya dan pujian terhadapnya”.

85. Dliya’ ash-Shudur Li Munkir at-Tawassul Bi Ahl al-Qubur karya asy-Syaikh Zhahir Syah Mayan ibn Abd al-Azhim Mayan, telah diterbitkan.

86. Al-‘Aqa-id at-Tis’u karya asy-Syaikh Ahmad ibn Abd al-Ahad al-Faruqi al-Hanafi an-Naqsyabandi, telah diterbitkan.

87. Al-‘Aqâ-id ash-Shahihah Fi Tardid al-Wahhabiyyah an-Najdiyyah karya asy-Syaikh Hafizh Muhammad Hasan as-Sarhandi al-Mujaddidi, telah diterbitkan.

88. ‘Iqd Nafis Fi Radd Syubuhat al-Wahhabi at-Ta’is karya sejarawan dan ahli fiqih terkemuka, asy-Syaikh Isma’il Abu al-Fida’ at-Tamimi at-Tunusi.

89. Ghawts al-‘Ibad Bi Bayan ar-Rasyad karya asy-Syaikh Abu Saif Musthafa al-Hamami al-Mishri, telah diterbitkan.

90. Fitnah al-Wahhabiyyah karya as-Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan, (w 1304 H), mufti madzhab Syafi’i di dua tanah haram; Mekah dan Madinah, dan salah seorang ulama terkemuka yang mengajar di Masjid al-Haram. Fitnah al-Wahhâbiyyah ini adalah bagian dari karya beliau dengan judul al-Futuhat al-Islamiyyah, telah diterbitkan di Mesir tahun 1353 H.

91. Furqan al-Qur’an Fi Tamyiz al-Kholiq Min al-Akwan karya asy-Syaikh Salamah al-Azami al-Qudla’i asy-Syafi’i al-Mishri. Kitab berisi bantahan atas pendapat yang mengatakan bahwa Allah adalah benda yang memiki bentuk dan ukuran. Termasuk di dalamnya bantahan atas Ibn Taimiyah dan faham Wahhabiyyah yang berkeyakinan demikian. Telah diterbitkan.

92. Fashl al-Khithab Fi ar-Radd ‘Ala Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Sulaiman ibn Abd al-Wahhab, saudara kandung dari Muhammad ibn Abd al-Wahhab sendiri. Ini adalah kitab yang pertama kali ditulis sebagai bantahan atas segala kesesatan Muhammad ibn Abd al-Wahhab dan ajaran-ajaran Wahhabiyyah.

93. Fashl al-Khithab Fi Radd Dlalalat Ibn ’Abd al-Wahhab karya asy-Syaikh Ahmad ibn Ali al-Bashri yang dikenal dengan sebutan al-Qubbani asy-Syafi’i.

94. Al-Fuyudlat al-Wahbiyyah Fi ar-Radd ‘Alâ ath-Tha-ifah al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abu al-Abbas Ahmad ibn Abd as-Salam al-Banani al-Maghribi.

95. Qashidah Fi ar-Radd ‘Ala ash-Shan’ani Fi Madh Ibn ’Abd al-Wahhab, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Ibn Ghalbun al-Laibi, sebanyak 40 bait.

96. Qashidah Fi ar-Radd ‘Ala ash-Shan’ani al-Ladzi Madaha Ibn ’Abd al-Wahhab, bait-bait sya’ir karya as-Sayyid Musthafa al-Mishri al-Bulaqi, sebanyak 126 bait.

97. Qashidah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah, bait-bait sya’ir karya asy-Syaikh Abd al-Aziz Qurasyi al-‘Ilji al-Maliki al-Ahsa’i. Sebanyak 95 bait.

98. Qam’u Ahl az-Zaigh Wa al-Ilhad ‘An ath-Tha’ni Fi Taqlid A’immah all-Ijtihad karya mufti kota Madinah al-Muhaddits asy-Syaikh Muhammad al-Khadlir asy-Syinqithi (w 1353 H).

99. Kasyf al-Hijab ‘An Dlalâlah Muhammad Ibn ’Abd al-Wahhab karya manuskrip berada di al-Khizanah at-Taimuriyyah.

100. Muhiqq at-Taqawwul Fi Mas-alah at-Tawassul karya al-Imam al-Muhaddits Syaikh Muhammad Zahid al-Kautsari.

101. Al-Madarij as-Saniyyah Fi Radd al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Amir al-Qadiri, salah seorang staf pengajar pada perguruan Dar al-‘Ulum al-Qadiriyyah, Karatci Pakistan, telah diterbitkan.

102. Mishbah al-Anam Wa Jalâ’ azh-Zhalam Fi Radd Syubah al-Bid’i an-Najdi al-Lati Adlalla Biha al-‘Awamm karya as-Sayyid Alawi ibn Ahmad al-Haddad, (w 1222 H), telah diterbitkan tahun 1325 H di penerbit al-‘Amirah.

103. Al-Maqalat karya asy-Syaikh Yusuf Ahmad ad-Dajwi, salah seorang ulama terkemuka al-Azhar Cairo Mesir (w 1365 H).

104. Al-Maqalat al-Wafiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Hasan Quzbik, telah diterbitkan dengan rekomendasi dari asy-Syaikh Yusuf ad-Dajwi

105. Al-Minah al-Ilahiyyah Fi Thams adl-Dlalalah al-Wahhabiyyah karya al-Qadli Isma’il at-Tamimi at-Tunusi (w 1248 H). Karya manuskrip berada di Dar al-Kutub al-Wathaniyyah Tunisia pada nnomor 2780. Copy manuskrip ini berada di Ma’had al-Makhthuthat al-‘Arabiyyah Cairo Mesir. Sekarang telah diterbitkan.

106. Minhah Dza al-Jalal Fi ar-Radd ‘Ala Man Thagha Wa Ahalla adl-Dlalal karya asy-Syaikh Hasan Abd ar-Rahman. Berisi bantahan atas ajaran Wahhabiyyah tentang masalah ziarah dan tawassul. Telah diterbitkan tahun 1321 H oleh penerbit al-Hamidiyyah.

107. Al-Minhah al-Wahbiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Dawud ibn Sulaiman an-Naqsyabandi al-Baghdadi (w 1299 H), telah diterbitkan di Bombay tahun 1305 H.

108. Al-Manhal as-Sayyal Fi al-Haram Wa al-Halal karya as-Sayyid Musthafa al-Mishri al-Bulaqi.

109. An-Nasyr ath-Thayyib ‘Ala Syarh asy-Syaikh ath-Thayyib karya asy-Syaikh Idris ibn Ahmad al-Wizani al-Fasi (w 1272 H).

110. Nashihah Jalilah Li al-Wahhabiyyah karya as-Sayyid Muhammad Thahir Al-Mulla al-Kayyali ar-Rifa’i, pemimpin keturunan Rasulullah (al-Asyraf/al-Haba-ib) di wilayah Idlib. Karya berisi nasehat ini telah dikirimkan kepada kaum Wahhabiyyah, telah diterbitkan di Idlib Lebanon.

111. An-Nafhah az-Zakiyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Abd al-Qadir ibn Muhammad Salim al-Kailani al-Iskandari (w 1362 H).

112. An-Nuqul asy-Syar’iyyah Fi ar-Radd ‘Ala al-Wahhabiyyah karya asy-Syaikh Musthafa ibn Ahmad asy-Syathi al-Hanbali ad-Damasyqi, telah diterbitkan tahun 1406 di Istanbul Turki.

113. Nur al-Yaqin Fi Mabhats at-Talqin; Risalah as-Sunniyyin Fi ar-Radd ‘Ala al-Mubtadi’in al-Wahhabiyyin Wa al-Mustauhibin.

114. Yahudan La Hanabilatan karya asy-Syaikh al-Ahmadi azh-Zhawahir, salah seorang Syaikh al-Azhar Cairo Mesir.


Bagaimana ini Sangat banyak, Mungkin kalau cuman satu atau dua Ulama yang menggugat sebuah organisasi itu masih bisa di sebut ulama' itu melakukan sentimentil tehadap golongan wahabi, Namun Faktanya...!
Ini benar-benar PR bagi wahabi, Apakah Mau membantah satu persatu? dan akan banting tulang untuk mencari alasan dan rujukan? Ataukah mau duduk-duduk saja sambil melihat keatas melihat indahnya bulah?
















© Post Original & Official®
 █║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a comment Blogger

Apa opini dari anda?