Hilal Dan Rukyat - Soffah.Net

1
Sebelum Jauh-jauh membahas 1 sawwal, Atau Idul Fitri lebih baik kita fahami dulu apa itu hilal, rukyat, dan imkanul rukyat

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ


Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَصُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ ثَلَاثِينَ

Maka berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, lalu jika kalian terhalang maka ditakarlahlah sampai tiga puluh hari. (HR. Muslim No. 1080, 4)

Maka Kita telusuri apa itu hilal?

Hilal adalah perhitungan astronomi dalam menentukan bulan baru.
sedangkan Kriterianya adalah:

1. Telah terjadinya ijtimak/konjungsi antara bumi, bulan dan matahari
2. Bulan tenggelam belakangan setelah matahari tenggelam pada petang itu.

Kekuatan dari metode ini adalah: Kemudahan dan kepastian. Karena dalam astronomi, semua pergerakan benda2 angkasa sudah bisa dipetakan dan dibuat rumus atau dibuat tabel untuk tahun2 ke depan.

Seperti contoh :
Hari raya Idul Fitri tahun 2013 adalah pada hari Kamis, tanggal 8 Agustus.
Hari raya Idul Fitri tahun 2014 adalah pada hari Senin, tanggal 28 Juli.
Hari raya Idul Fitri tahun 2015 adalah pada hari Jumat, tanggal 17 Juli.
Hari raya Idul Fitri tahun 2016 adalah pada hari Selasa, tanggal 5 Juli.
Hari raya Idul Fitri tahun 2017 adalah pada hari Minggu, tanggal 25 Juni.
Hari raya Idul Fitri tahun 2018 adalah pada hari Jumat, tanggal 15 Juni.
Hari raya Idul Fitri tahun 2019 adalah pada hari Rabu, tanggal 5 Juni.
Hari raya Idul Fitri tahun 2020 adalah pada hari Minggu, tanggal 24 Mei.

NOTE : Hasil hisab di atas adalah non muhammadiah.Untuk melihat hasil rukyat NU disini

Kelemahan dari metode ini adalah: membuang sama sekali faktor “rukyat” atau melihat bulan. Padahal di hadits2 shahih jelas sekali menerangkan faktor “keterlihatan” hilal.

Hal inilah yang di jadikan patokan oleh muhammadiah untuk melandasi 1 sawwal, sedangkan hal ini (tanpa Rukyat) akan berselisih dengan hadist ini salah satunya :

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ

Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

Coba Perhatikan kata "حَتَّى تَرَوْهُ" (Sehingga kalian bisa melihatnya) Maka dari inilah Kita harus memahami kata rukyat,

Rukyat adalah metode menentukan bulan baru dengan pengamatan/observasi semata. Jikalau bulan tidak terlihat/terhalang, maka hitungan hari pada bulan tersebut digenapkan menjadi 30. Sebaliknya jika bulan kelihatan pada petang tersebut, maka keesokan harinya adalah tanggal 1 sawwal.

Kekuatan metode ini: Sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh nash2 shahih, yaitu dengan me”rukyat” /melihat hilal. Kelemahan metode ini adalah: Ketidak pastian. Kita sebagai umat islam tentu menginginkan kalender hijriyah superior dari sistem penanggalan lainnya. Tetapi kalau tidak pasti, bagaimana kita bisa menonjolkan? Misalkan jika memesan tiket pesawat tanggal 30 Julhijah seminggu sebelumnya, tetapi sehari sebelum keberangkatan ternyata hasil rukyat menyatakan bulan julhijah tahun itu hanya 29 hari, kan berarti tiketnya hangus.

Lalu bagaiman?

Makanya ada jalan tengah, yaitu:

Imkanur Rukyat adalah metode jalan tengah yang dimotori oleh pakar astronomi yang sudah Menjabarkan dengan perbedaan hisab dan rukyat. Dalam metode imkanur rukyat ini, ada tambahan kriteria seperti minimal tinggi bulan sebelum dirukyat dan atau umur bulan sebelum dirukyat dan atau lengkung sudut bulan terhadap matahari sebelum dirukyat. Meskipun secara nominal belum ada kesepakatan misalkan berapa tinggi bulan sebelum dirukyat, tetapi ini merupakan kemajuan yang sangat berarti untuk menjembatani perbedaan hisab dan rukyat.

Kekuatan metode imkanur rukyat adalah: Kepastian dan pemenuhan faktor rukyat yang tertera di hadits2 shahih. Kepastian karena dengan menentukan minimal berapa derajat ketinggian bulan sebelum dirukyat, akan meminimalkan kesalahan prediksi apakah bulan akan terlihat atau tidak. Kelemahannya: boleh dibilang tidak ada. Karena ini adalah hasil musyawarah, menentukan secara nominal misalkan berapa ketinggian bulan yang disepakati sebelum dirukyat.

Metode inilah yang di jadikan landasan oleh Aswaja Sebagai kekuatan berpijak.

Pemerintah dan ormas2 Islam secara umum (kecuali Muhammadiyah) sudah bersepakat untuk mengedepankan metode imkanur rukyat, meskipun belum ada kesepahaman berapa nilai nominal dari tambahan kriteria rukyat tersebut. Pada umumnya ormas2 Islam mensyaratkan minimal 2 derajat sementara para ahli astronomi mengisyaratkan bulan sebenarnya tidak bakal terlihat jika masih di bawah 4 derajat di atas ufuk setelah matahari tenggelam. Sementara Muhammadiyah masih tetap bersikukuh dengan metode wujudul hilal yang murni penghitunganya.



© Post Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net


Post a Comment Blogger

  1. HIDUPMU AKAN LEBIH BAHAGIA SETELAH BERGABUNG DI #DEWA-LOTTO
    BURUAN DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG JUGA !

    ReplyDelete

Apa opini dari anda?