Hilal Sya’ban dan Ramadhan - Soffah.Net

0
Hilal Sya'ban Dan Ramadhon ini adalah sedikit penguraian yang diSini

حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ حَجَّاجٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ أَحْصُوا هِلَالَ شَعْبَانَ لِرَمَضَانَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِثْلَ هَذَا إِلَّا مِنْ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ وَالصَّحِيحُ مَا رُوِيَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقَدَّمُوا شَهْرَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ وَهَكَذَا رُوِيَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ حَدِيثِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو اللَّيْثِيِّ

Telah menghabarkan Muslim bin Hajjaj telah menceritakan Yahya Ibnu yahya telah menceritakan kepadaku Abu mu’awiyah dari muhammad bin amr dari Abi Salamah dari Abu Hurairoh Menghabarkan. Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam mengatakan : “Hitunglah hari-hari bulan Sya'ban untuk mengetahui awal bulan Ramadlan”. Abu 'Isa berkata, hadits Abu Hurairah merupakan hadits gharib, kami tidak mengetahui kecuali dari hadits Abu Mu'awiyah, Dan yang shahih adalah hadits yg diriwayatkan dari Muhammad bin Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :” Janganlah kalian mengutamai berpuasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadlan”. Demikian juga diriwayatkan dari Yahya bin Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairoh dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam seperti hadits Muhammad bin Amru Al Laitsi. [HR. Tirmidzi No.623].

NOTE

Hadist di atas ini bisa kita fahami dengan jelas dengan cara melihat text terjemahannyanya yang sesuai berdasarkan text Asli arabnya, Hadist di atas sangatlah soheh namun yang sering di perselisihkan adalah bagian ( لَا تَقَدَّمُوا شَهْرَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ ) ada sebagian orang penerjemah Hadist yang mengartikan (Janganlah berpuasa sehari atau dua hari sebelum bulan Ramadlan) Hal ini sehingga di telan mentah-mentah oleh sebagian orang untuk di jadikan dalil pelarangan puasa pada bulan Sya’ban yang berada di bulan sebelum Ramadlan, Sedangkan hadist itu berpacu pada poros besarnya adalah larangan untuk mendahului berpuasa ramadhan sebelum jatuh hilal (memasuki bulan ramadhan) berdasarkan hadist Nabi yang berkaitan dengan ini yaitu :

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya’ban sampai tiga puluh hari. (HR. Bukhari No. 1909)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

فَصُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ ثَلَاثِينَ

Maka berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, lalu jika kalian terhalang maka ditakarlahlah sampai tiga puluh hari. (HR. Muslim No. 1080, 4)

إِنَّمَا الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُونَ فَلَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْهُ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدِرُوا لَهُ

Sesungguhnya sebulan itu 29 hari, maka janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihatnya (hilal), dan janganlah kalian berhari raya sampai kalian melihatnya, jika kalian terhalang maka takarkan/perkirakan/hitungkanlah dia. (HR. Muslim No. 1080, 3)

Dari pengattrolan atau keterkaitan hadist ini tentunya andapun akan memahaminya tanpa saya mengulas panjang-panjang atau panjang lebar....  Bukan panjang kali lebar....  Next,

Kalau begitu saya lanjutkan Pada masalah tentang keutamaan Bulan ramadhan Disini



© Post Original & Official®
█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Soffah.net

Post a Comment Blogger

Apa opini dari anda?